Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Yuk Kenal Lebih Dekat dengan Budaya Kita, Inilah Jenis-Jenis Wayang di Indonesia!

Nurus Sobah Jan 8, 2019 7:00 AM
Jenis-Jenis Wayang Yang Ada Di Indonesia

Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga karena di sana juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.

Nah, jangan sampai melupakan kebudayaan bangsa kita, Guys! Nanti kalau sudah diambil atau diakui negara lain, baru deh kita marah, kenali dan cintai dulu budaya kita agar gak diambil bangsa lain. Yuk kita lihat berbagai macam wayang yang ada di Indonesia, berikut info lengkapnya!

 

1. Wayang Beber

Source: commons.wikimedia.org

Wayang beber merupakan wayang berbentuk lembaran dalam satu adegan cerita.

Wayang beber adalah wayang berbentuk lembaran-lembaran (beberan) yang terbuat dari kain atau kulit lembu, dan dibentuk menjadi tokoh-tokoh wayang. Tiap beberan merupakan satu adegan cerita. Jika tidak dimainkan, wayang bisa digulung. Wayang ini dibuat pada zaman kerajaan Majapahit. Namun, konon para Wali Songo memodifikasi wayang ini yang digunakan untuk menyebarkan agama islam dengan diubah menjadi wayang kulit, hal ini dikarenakan dalam ajawan islam mengharamkan bentuk gambar dan patung.

 

2. Wayang Klitik atau Karucil

Source: wayangku.id

Wayang Klitik memiliki kesamaan dengan wayang kulit, hanya saja terbuat dari kayu.

Bentuk wayang ini mirip dengan wayang kulit, namun terbuat dari kayu, bukan kulit. Mereka juga menggunakan bayangan dalam pertunjukannya. Kata “klitik” berasal dari suara kayu yang bersentuhan di saat wayang digerakkan atau saat adegan perkelahian, misalnya. Kisah-kisah yang digunakan dalam drama wayang ini berasal dari kerajaan-kerajaan Jawa Timur, seperti Kerajaan Jenggala , Kediri, dan Majapahit. Cerita yang paling populer adalah tentang Damarwulan. Cerita ini dipenuhi dengan kisah perseturan asmara dan sangat digemari oleh publik.

Baca Juga: Tokoh Indonesia Yang Dipercaya Mengalami Moksa, Mati Tanpa Raga

 

3. Wayang Orang

Source: http://waversindo.blogspot.com

Wayang orang disajikan dalam bentuk pementasan yang diperankan oleh orang berbusana seperti tokoh wayang.

Wayang Orang adalah cerita wayang yang dipentaskan langsung oleh orang atau manusia dengan busana seperti wayang. Sumbernya pun sama dengan wayang purwa. Wayang orang diciptakan oleh Sultan Hamangkurat I pada tahun 1731. Di Jawa pagelaran ini disebut dengan Wayang Wong (Orang). Dalam pertunjukan Wayang Orang, fungsi dalang yang merupakan sutradara tidak seluas seperti Wayang Kulit, dalang hanya bertindak sebagai perpindahan adegan.

 

4. Wayang Golek

Source: jakarta.go.id

Wayang Golek merupakan kebudayaan yang berasal dari Jawa barat dan berbantuk wayang tiga dimensi berbahan dasar kayu.

Pertunjukan ini dilakukan menggunakan wayang tiga dimensi yang terbuat dari kayu. Jenis wayang ini paling populer di Jawa Barat. Ada 2 macam wayang golek, yaitu wayang golek papak cepak dan wayang golek purwa. Wayang golek yang banyak dikenal orang adalah wayang golek purwa. Kisah-kisah yang digunakan sering mengacu pada tradisi Jawa dan Islam, seperti kisah Pangeran Panji, Darmawulan, dan Amir Hamzah, pamannya Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: 5 Penyebab Foto Orang Zaman Dulu Gak Pernah Kelihatan Senyum

 

5. Wayang Purwa atau Wayang Kulit

Source: http://wayangkulitpurwo.blogspot.com

Lebih popular dengan sebutan wayang kulit, karena dibuat dari bahan kulit lembu atau sapi.

Wayang Purwa atau juga disebut wayang kulit karena terbuat dari kulit lembu. Wayang kulit dimainkan oleh dalang dibalik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih sementara belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak. Sehingga penonton hanya dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Secara umum, wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana.

Di Bali dan Jawa, pertunjukan wayang kulit sering kali menggabungkan cerita-cerita Hindu dengan Budha dan Islam. Selain kisah-kisah religius, cerita-cerita rakyat serta mitos sering digunakan. Dalam wayang purwa berdasarkan ukurannya dari yang paling kecil sampai besar dibedakan menjadi Wayang Kaper, Wayang Kidang Kencanan, Wayang Pedalangan, dan Wayang Ageng.

Baca Juga: Gak Nyangka, 5 Makanan Indonesia Ini Ternyata Warisan Belanda yang Dimodifikasi!