Warna bola mata berbeda tiap orang berdasarkan rasnya, ada yang berwarna hitam, biru, hijau, dsb. Dan ternyata warna bola mata memiliki fungsi lebih untuk dieksploitasi lebih dalam. Ya, ternyata mata tak hanya digunakan untuk menikmati pemandangan seisi jagad raya, namun juga bisa membantu mendeteksi penyakit berbahaya.

Apa saja tanda penyakit kronis yang bisa dilihat dari mata. Berikut ulasannya!


1. Tekanan Darah Tinggi


Deteksi Penyakit Dengan Cek Warna MataSource: hellosehat.com
Tekanan darah tinggi menyebabkan pembuluh darah meluas dan meninggalkan bekas merah di bagian putih mata.

“Bercak merah Persistent pada bagian putih kedua mata dapat menjadi tanda bila anda terkena hipertensi,” jelas Ian Grierson, Profesor Ophthalmology University of Liverpool, Inggris. Tekanan darah tinggi menyebabkan pembuluh darah meluas atau bahkan pecah dapat meninggalkan bekas merah di bagian putih mata.


2. Kolesterol Tinggi


Deteksi Penyakit Dengan Cek Warna Mata

Source: www.dream.co.id

Sebuah cincin putih di sekitar iris mata dapat menjadi tanda kolesterol Anda tinggi.


Sebuah cincin putih di sekitar iris mata dapat menjadi tanda kolesterol Anda tinggi. “Dikenal sebagai Arcus Senilis, cincin putih karena adanya timbunan lemak di kornea, daerah di depan mata,” ujar Oliver Backhouse, seorang ahli bedah mata Rumah Sakit Mata Yorkshire. Ia menyarankan warna putih berbentuk cincin tersebut harus hilang dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Tidak semua orang dengan kolesterol tinggi akan mengembangkan gejala ini.

Baca Juga: Bukan Cuma Masuk Angin, Ini Dia Hal-Hal yang Bisa Bikin Kamu Muntah


3. Diabetes


Deteksi Penyakit Dengan Cek Warna MataSource: www.express.co.uk
Layu pada mata kadang bisa menjadi tanda masalah di otot atau kerusakan saraf dalam tubuh akibat diabetes.

Layu pada mata kadang bisa menjadi tanda masalah di otot atau kerusakan saraf dalam tubuh, “Diabetes dapat merusak pembuluh darah halus yang mendukung saraf di bagian belakang mata,” ujar Scott. “Namun, jika datang tiba-tiba, itu bisa jadi disebabkan Aneurisma Kecil (tonjolan di pembuluh darah) di otak, tumor otak atau tumor di bagian atas paru-paru, sehingga mencari perhatian medis segera,” katanya.

Baca Juga: Mulai Sekarang Hindari Body Lotion dengan Kandungan Ini Supaya Gak Kena Kanker!


4. Menopause


Deteksi Penyakit Dengan Cek Warna MataSource: www.hellosehat.com
Mendeteksi menopause dapat dilakukan dengan proses pemotretan bagian mata.

“Hal ini mempengaruhi tingkat perubahan hormon yang berdampak pada mekanisme pelumasan mata,” ujar David Allamby, seorang ahli bedah mata dan direktur medis dari Klinik Fokus Laser Eye, London.

Metode tes ini sangatlah mudah. Cukup duduk di kursi, dagu diletakan di atas akat penopang, mata dibelalakkan, lalu kamera digital akan memotret mata sebelah kiri dan kanan. Proses pemotretannya tak beda dengan pemeriksaan mata minus atau plus di dokter mata atau optik-optik. Jadi tak ada rasa sakit, waktunya pun berlangsung singkat, kira-kira 5-10menit. 

Baca Juga: Benarkah Gak Pakai Celana Dalam Banyak Manfaatnya? Ini Penjelasannya!

Hal ini tentu tidak bisa diaplikasikan terhadap mata yang buta baik itu karena cacat lahir atau kecelakaan dan sakit. Menjaganya dengan baik adalah cara sederhana untuk bersyukur atas karunia yang besar ini.