Ada yang menarik di bench pemain timnas U22 Thailand saat menjalani kualifikasi Piala Asia U23 yang akan dilangsungkan di China 2018 mendatang, yakni adanya sosok wanita cantik yang duduk manis di bangku cadangan mereka.

Usut punya usut ternyata wanita cantik tersebut bernama Watanya Wongopasi, menjabat sebagai manajer timnas U22 Thailand sejak tahun 2016 silam. Sebenernya siapa sih Watanya Wongopasi? Daripada kita bertanya-tanya, yuk kita cari tau tentang wanita cantik berusia 32 tahun ini gaes.

Fakta #1

watanya wongopasi

Sumber : goal.com

Watanya Wongopasi merupakan manajer wanita pertama di kesebelasan pria Thailand. Ia dianggkat menjadi manajer oleh Federasi Sepakbola negeri Gajah Putih sejak tahun 2016.

Fakta #2

watanya wongopasi

Sumber : goal.com

Sebelum terjun ke dunia sepakbola, Watanya merupakan mantan reporter di sebuah stasiun televisi ternama di Thailand. Jadi untuk masyarakat Thailand, wajahnya tentu sudah tak asing lagi.

Fakta #3

watanya wongopasi

Sumber : goal.com

Pensiun sebagai reporter, ia kemudian menjadi pimpinan salah satu kantor berita di Thailand, Spring News. Gak hanya itu, doi juga menjabat sebagai Presiden grup media News Network Corp Pcl.

Fakta #4

watanya wongopasi

Sumber : IG @dear_watanya

Sosok yang mencuri perhatian para pecinta sepakbola ini biasanya dipanggil Dear, atau Madam Dear. Panggilan tersebut disematkan karena sifatnya yang sangat keibuan mampu membimbing para talenta muda tim Gajah Putih.

Fakta #5

Watanya Wongopasi

Sumber : IG @dear_watanya

Yang terakhir nih gaes, beliau menjanjikan bonus ratusan juta Rupiah jika timnas Thailand berhasil mengalahkan timnas Indonesia di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Asia U23. Hmmmm karena hasilnya seri, timnas muda Thailand dapet bonus juga gak yah kira-kira?

Nah itu barusan beberapa fakta menarik tentang manajer sepakbola pertama di Thailand, Watanya Wongopasi. Kalo Thailand punya Watanya Wongopasi, Indonesia punya Ratu Tisha Destria yang baru saja terpilih sebagai Sekjen PSSI menggantikan posisi Ade Wellington yang mengundurkan diri.