Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Waduh! 2 Perusahaan Game Besar Lakukan PHK Besar-Besaran Selama Tahun 2019. Kenapa Ya?

Imam Santoso Apr 8, 2019 10:00 AM
Dua perusahaan game besar lakukan PHK gede-gedean. Kok bisa?

Industri game memang menjadi salah satu yang berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Para pengembang game makin hari makin bermunculan dan berkompetisi menjadi siapa yang terbaik di industri tersebut. Tentu saja itu merupakan tantangan bagi para pengembang game skala besar untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pengembangan game mereka.


Terkadang sebuah perusahaan membutuhkan efisiensi tenaga kerja, termasuk para perusahaan pengembang game yang akhirnya melakukan pemutusan hubungan kerja bagi karyawannya demi fokus kerja yang efisien ditengah era digital yang semakin membutuhkan sedikit tenaga kerja. Selama tahun 2019, sudah ada dua perusahaan game besar yang memutuskan untuk memangkas tenaga kerja mereka demi alasan tersebut.

Sebuah perusahaan game asal Amerika Serikat, Electronic Arts, memang menjadi salah satu penguasa pengembang permainan besar dunia. Sejumlah video game telah mereka buat dan akhirnya membawa mereka berada di jajaran pengembang video game terbaik di dunia.

Baca Juga: Google Stadia, Solusi Bermain Game Tanpa Harus Punya Konsol


EASource: screenrant.com
Logo EA

Namun tahun ini EA memberikan kabar mengejutkan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk 350 karyawan dari total 9000 tenaga kerja yang dimiliki perusahaan tersebut pada bulan Maret ini. Selain itu perusahaan pengembang game yang berbasis di Amerika Serikat tersebut juga menutup kantor mereka di Jepang dan Rusia.

Seperti yang dilansir Kotaku, 350 karyawan yang diberhentikan berasal dari beberapa divisi, termasuk dari divisi marketing, publishing, dan divisi lainnya. CEO dari EA, Andrew Wilson mengungkapkan alasan dirinya melakukan keputusan tersebut adalah demi melakukan perubahan dalam pengambilan keputusan di bagian pemasaran dan penerbitan yang dirampingkan serta mengubah beberapa strategi mereka di pasar internasional.

Sebelumnya EA saat ini tengah alami kesulitan dengan dibatalkannya beberapa proyek game mereka, termasuk game Star Wars pada bulan Januari lalu. Maka dari itu perusahaan game pembuat game seperti The Sims, FIFA dan Apex Legends tersebut memutuskan untuk lakukan tindakan tersebut sebagai langkah penting untuk menjawab tantangan dunia industri game yang saat ini tengah pelik untuk beberapa perusahaan besar.

Baca Juga: Waduh! Di Tahun 2019 Google Sudah Matikan 2 Layanannya, Kenapa Ya?

Andrew Wilson selaku CEO dari Electronic Arts (EA) mengatakan visi mereka tetap menjadi perusahaan game terbaik dunia. Namun di satu sisi ia berujar bahwa saat ini perusahaan mereka bukanlah yang terbaik.

Andrew WilsonSource: reddit.com
Andrew Wilson, CEO Electronic Arts.

Nasib karyawan yang "dipecat" dalam beberapa departemen di EA pun dibagi dalam dua kemungkinan dalam pernyataan yang dikeluarkan perusahaan tersebut, bisa ditempatkan dalam beberapa tempat lain maupun diberi pesangon, jika sang karyawan ingin meninggalkan perusahaan.

Rupanya jalan EA untuk memberhentikan karyawannya hampir identik dengan apa yang dilakukan perusahaan game besar lainnya, Activision Blizzard yang pada bulan Februari lalu memangkas 800 karyawannya setelah mereka tak mencapai target penjualan game mereka tahun 2018.

Activision BlizzardSource: gamebrott.com
Activision Blizzard yang lebih dahulu lakukan pemutusan hubungan kerja.

Robert Kotick, CEO perusahaan pembuat game Diablo, Overwatch dan Hearthstone tersebut mengungkapkan tindakan tersebut semata-mata demi restrukturisasi departemen bisnis serta agar lebih fokus dengan game-game buatan mereka yang populer. Dari 800 karyawan tersebut sebagian besar berada di departemen yang tidak berhubungan dengan pengembangan game (development) namun PHK 800 karyawan bukanlah jumlah yang sedikit untuk sebuah perusahaan game sebesar Activision Blizzard.

Baca Juga: 5 Perusahaan Penguasa Industri Dunia, Kamu Wajib Tau Nih

Tindakan yang dilakukan dua perusahaan game besar dunia tersebut membuktikan bahwa industri game sudah mulai kompetitif dan sudah saatnya para perusahaan game besar lain untuk berinovasi agar tidak jatuh ditangan perusahaan-perusahaan game lain yang lebih "muda dan menarik".