Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Tren Fashion Jadul Yang Berbahaya, Untung Sekarang Udah Gak Ada!

Nurus Sobah Nov 21, 2018 5:00 AM
Dalam beberapa kasus, tren busana wanita zaman dulu ada yang bisa membahayakan nyawa pemakainya. Berikut adalah beberapa tren busana wanita yang gak nyaman dan berbahaya.

Source: https://www.vintag.es/2017/06/crinoline-favorite-women-costume-from.html

Zaman dahulu, wanita selalu dianggap sebagai ‘manusia kedua’, hanya pelengkap bagi laki-laki. Wanita gak punya kesempatan dan hak yang sama dalam semua bidang, mulai dari karier, kesehatan, sampai pakaian. Pada tahun 1940-an, wanita bisa ditangkap polisi hanya karena mengenakan celana, karena celana dianggap hanya diperuntukkan untuk pria. Sedangkan, gak seperti sekarang, dulu pilihan mode wanita sangat terbatas dan bahkan beberapa jenis pakaian wanita sangat berat dan berbahaya. Dalam beberapa kasus, tren busana wanita zaman dulu ada yang bisa membahayakan nyawa pemakainya. Berikut adalah beberapa tren busana wanita yang gak nyaman dan berbahaya.

 

1. Korset

Source: http://www.bbc.com/culture/story/20150624-when-fashion-kills

Korset memang masih digunakan sampai sekarang. Tapi, korset yang digunakan di masa sekarang ini jauh beda dengan korset jaman dulu. Kembali pada abad ke 16, korset dibuat sebagai alat untuk memperketat bagian pinggang. Dengan daya ikat yang kuat, korset pada masa itu benar-benar gak nyaman, bahkan wanita yang mengenakan korset gak bisa mengangkat tangan sampai ke atas kepala, lari, dan membungkuk. Korset membuat wanita memiliki postur yang sempurna, tapi juga menyiksa.

Pada abad ke 19, para dokter memperingatkan wanita tentang bahaya mengikat korset terlalu kencang. Memasuki abad ke 20, bra mulai menggantikan posisi korset sebagai pakaian dalam. Untungnya, walaupun masih digunakan sampai sekarang, korset bukan lagi ‘kebutuhan wajib’ bagi wanita.

 

2. High heels yang tingginya sampai 50 cm

Source: https://www.vanillamagazine.it/le-chopine-le-zeppe-del-xv-secolo-alte-sino-a-50-centimetri/

Kalo kalian berpikir high heels masa kini menyakitkan, maka kalian perlu tahu bahwa itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan high heels pada abad ke 10. Dikenal dengan nama ‘chopines’, sepatu hak tinggi pada masa itu digunakan oleh pria dan wanita untuk membantu mereka menaiki kuda. Pada abad ke 17, pria dan wanita bangsawan mengenakan chopines sebagai simbol kelas. Pada abad ke 17, pria menganggap penggunaan hak tinggi kurang praktis dan berfikir bahwa itu hanya cocok untuk wanita.

 

3. Sepatu China yang berfungsi untuk mengecilkan kaki

Source: http://www.kohajone.com/2017/05/17/grate-qe-lidhnin-kembet-foto/

Salah satu tren fashion paling mengerikan muncul di China pada era dinasti Tang. Mulai dari umur 5 tahun, setiap gadis bangsawan di China menggunakan sepatu berukuran sangat kecil yang mengakibatkan keempat jari kakinya terlipat ke telapak kaki. Walaupun praktek tersebut hanya pada bangsawan, lama-kelamaan masyarakat kelas menengah dan ke bawah ikut menggunakan untuk meningkatkan ‘nilai’ anak gadis mereka ketika siap dinikahkan.

Penggunaan sepatu ini menyebabkan sulit berjalan, (gak jarang) infeksi, dan bahkan kerusakan permanen pada bentuk kaki. Sampai abad ke-20, praktek ini masih banyak dilakukan meski banyak mendapat tentangan dari masyarakat dunia.

 

4. Rok lebar yang banyak menyebabkan kecelakaan

Source: http://penarthview.co.uk/events/victorian-dress-up-workshop/

Salah satu tren fashion yang menyebabkan wanita sulit bergerak adalah rok lebar yang popular pada masa Renaissance. Pada abad ke 18, tren ini tersisihkan oleh rok lurus. Tapi, pada abad ke 19, rok lebar yang biasa disebut ‘crinolines’ ini kembali ramai digunakan. Di Eropa, tren ini disebut ‘Crinolinemania’.

Selain bisa membatasi gerakan, rok ini juga banyak memakan korban karena tersangkut pada roda kereta dan menyebabkan kebakaran karena penggunanya bergerak di sekitar lilin yang menyala.

 

5. Rok hobble, penyebab wanita susah berjalan

Source: http://thepencilfit.blogspot.com/2015/10/the-hobble-skirt-before-pencil.html

Kenyamanan bukanlah salah satu pertimbangan mode jaman dulu. Setelah popularitas rok lebar menurun, muncul tren baru yang diberi nama ‘Hobble Skirt’. Sesuai namanya (hobble = pincang), rok ini membuat pemakainya terpincang-pincang dengan langkah-langkah kecil saat berjalan. Hal itu disebabkan karena bagian bawah rok dibuat sesempit mungkin. Tren ini dianggap gak praktis dan bahkan diejek di koran-korang pada masa itu. Mungkin ini nenek moyangnya rok pensil ya?