Para traveller yang bosen dengan destinasi wisata yang gitu-gitu aja harus tahu tempat-tempat ini! Tempat dengan pemandangan gak biasa ini seakan-akan berasal dari dunia lain, jauh dari bumi. Struktur alam yang lain-dari pada yang lain memanjakan mata dari ujung ke ujung. Mau tau dimana aja? Ini dia.

 

1. Taman Nasional Zhangjiajie – China

Source: http://1photo1day.com/zhangjiajie-national-forest-park-in-hunan-province-china-aphotostory-shutterstock/

Sutradara film “Avatar” konon terinspirasi oleh hutan subur dan pilar-pilar batu kapur raksasa di Taman Nasional Zhangjiajie, saat dia menciptakan dunia Na’vi, Pandora. Bahkan, setelah film itu memecahkan rekor box-office di seluruh dunia, China mengganti nama salah satu puncaknya menjadi "Avatar’s Hallelujah Mountain." ini dia pemandangan Pandora dalam film "Avatar":

Source: https://www.renderosity.com/mod/gallery/floating-mountains-of-pandora/2052229

Tahun 2016, China menyelesaikan pembangunan jembatan gantung dengan dasar kaca sepanjang 1.410 kaki yang dimaksudkan untuk menyediakan pemandangan yang menakjubkan. Sayangnya, jembatan baru itu ditutup hanya dua minggu setelah dibuka karena pengunjung yang ingin masuk selalu jauh lebih banyak dari kapasitas yang seharusnya.

 

2. Hardangerjøkulen Glacier – Norwegia

Source: https://www.syfy.com/sites/syfy/files/styles/1100xauto/public/wire/legacy/Hardangerjokulen_Glacier.jpg?itok=HZxMIQA5&timestamp=1497663261

The Hardangerjøkulen Glacier adalah lokasi pembuatan film Planet Hoth yang bersalju dan dingin di “Star Wars: The Empire Strikes Back”. Tempat ini adalah tujuan ski dan hiking yang terkenal yang bisa ditempuh dengan perjalanan kereta lima jam dari Oslo (gak ada jalan umum yang sampai di sana). Kota terdekat adalah Finse, desa kecil yang indah.

Source: https://www.starwars.com/news/galactic-backpacking-visiting-real-world-hoth

Di musim panas, sebagian besar salju di daerah itu mencair, kecuali gletser es birunya yang tetap kokoh. Sayangnya, Para ilmuwan baru-baru ini melaporkan bahwa Gletser Hardangerjøkulen sangat sensitif terhadap perubahan iklim karena topografi dan kemungkinan akan hilang dalam beberapa dekade mendatang.

 

3. Cueva de los Cristales - Chihuahua, Mexico

Source: https://selecciones.com.mx/maravilla-mexicana-la-cueva-de-los-cristales/

Walaupun lebih dekat ke garis khatulistiwa dibandingkan ke Arktik, gua kristal ini menyerupai struktur kristal dalam “Superman's Fortress of Solitude”. Sayangnya, kalian mungkin benar-benar harus menjadi Man of Steel untuk mengunjungi tempat yang gak bersahabat ini. Gua ini berada di kedalaman 1000 kaki di bawah tanah dengan suhu mencapai 136 derajat Fahrenheit pada kelembaban 90% karena berada dekat dengan dapur magma. Kristal masif tersebut terbentuk dari gipsum dan ada beberapa yang panjangnya 30 kaki.

 

4. Red Beach – Panjin, China

Source: https://storyv.com/shades-of-the-world-attractions-red/panjin-red-beach/

Tanaman merah menyala memenuhi dataran basah di tepian pantai Panjin, China. Pemandangan ini seakan-akan mengingatkan kita pada salah satu adegan dalam film “Star Trek Into Darkness”. Rumput tersebut aslinya berwarna hijau, tapi saat musim gugur, tanaman ini berubah menjadi merah, lalu berubah lagi menjadi warna ungu sebelum kemudian mati di musim dingin. Tempat ini menjadi tujuan wisata yang popular karena memiliki pemandangan alam yang gak biasa.

 

5. Stone Forest - Shilin, China

Source: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Shilin_Yunnan_China_Shilin-Stone-Forest-02.jpg

Hutan batu atau Stone Forest adalah bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang mencakup 350 kilometer persegi di Cina selatan. Ratusan juta tahun yang lalu, daerah itu adalah bagian dari dasar laut kuno yang kerang dan benda laut lainnya selama berabad-abad dan mengeras menjadi batu. Selama ribuan tahun, batu itu naik ke atas sementara tanah yang lebih lunak semakin menjauh, menampakkan puncak yang mencapai setinggi bangunan 16 lantai.

 

6. Monument Valley – Utah

Source: https://www.lonelyplanet.com/usa/arizona/monument-valley-navajo-tribal-park

Tempat ini muncul dalam beberapa film, diantaranya “Back To The Future Part III”, “Transformers: Age of Extinction”, “Lone Ranger”, dan juga film-film besutan sutradara John Ford pada tahun 50an sampai 60an. Dataran dengan beberapa monument alam ini juga menjadi inspirasi untuk planet asing yang dikunjungi oleh Spaceman Spiff di komik “Calvin and Hobbes”.

Source: https://wheninyourstate.com/arizona/10-movies-youve-seen-monument-valley/

Monumen alam yang berada di sana terbentuk dari lapisan serpih dan batu pasir dan terbentuk berkat angina dan hujan selama 50 juta tahun.

 

7. Dallol Volcano – Ethiopia

Source: https://lejournal.cnrs.fr/articles/un-souffle-de-vie-dans-lenfer-de-dallol

Gunung berapi Dallol terbentuk pada tahun 1926 selama erupsi freatik, yaitu saat magma memanaskan air di tanah, menyebabkan ledakan seketika. Letusan itu juga melepaskan besi dan belerang ke dalam dataran-dataran garam. Belerang dan garam yang mengkristal menciptakan warna-warni pada permukaannya. Dallol adalah tempat terpanas di Bumi, dengan suhu rata-rata tahunan 94 derajat F. itu aja udah kedengaran seperti planet antah brantah.

 

8. Pulau Socotra – Yaman

Source: https://www.nationalgeographic.com/photography/photo-of-the-day/2015/12/socotra-island-ngpc2015/?user.testname=lazyloading:c

Pulau Socotra terletak sekitar 150 mil dari ujung Tanduk Afrika, di selatan Yaman, di mana Teluk Aden bermuara di Laut Arab. Meskipun Pulau Socotra hanya berjarak 80 mil, telah dihuni, dan dikunjungi oleh para pelaut sejak zaman kuno, pulau ini adalah rumah bagi banyak spesies yang gak ditemukan di tempat lain di dunia. Bahkan sepertiga tanaman di sana merupakan endemic pulau tersebut. Yang paling khas adalah pohon “dragon blood” yang berbentuk payung. Diberi nama demikian karena getah dari pohon ini berwarna merah.

 

9. Goblin Valley – Utah

Source: https://www.nationalgeographic.com/photography/photo-of-the-day/2015/12/socotra-island-ngpc2015/?user.testname=lazyloading:c

Kalo formasi batu bundar yang aneh ini tampak akrab, itu karena Goblin Valley adalah lokasi pembuatan film dari planet bayi biru di film “Galaxy Quest”. Tempat itu baru ditemukan pada tahun 1920. Batuan itu sendiri terbentuk dari endapan batu pasir dengan berbagai kekerasan, yang mengikis pada tingkat yang berbeda. Karena hampir gak ada vegetasi di daerah itu, angin menimpa permukaan batu dan hujan menciptakan aliran berlumpur di permukaan dengan cepat (secara geologis) mengukir bagian-bagian batu yang lebih lunak.

Source: https://www.vogue.com/article/stargazing-road-trip-utah

Sebagai bonus, Goblin Valley juga cukup jauh dari polusi cahaya untuk mendapatkan sebutan sebagai Dark Sky Park Internasional, menjadikannya tempat yang bagus untuk menatap galaksi dengan jelas saat malam hari.

 

10. Deadvlei – Namibia

Source: https://www.mnn.com/earth-matters/wilderness-resources/photos/earths-most-surreal-forests/deadvlei

Satu milenium lalu, tanah ini adalah lahan basah yang luas, penuh dengan kehidupan. Kemudian air mengering dan bukit-bukit pasir di sekitarnya tumbuh cukup besar untuk mengisolasi daerah itu dari sungai-sungai terdekat. Apa yang tersisa sangat kering sampai-sampai pohon-pohon yang pernah tumbuh di rawa berubah menjadi hitam akibat terkena sinar matahari Namibia yang panas. Bukit pasir itu sendiri berwarna merah akibat besi yang teroksidasi, sementara permukaanya tanah disekitarnya ditutupi dengan lapisan garam putih dengan pohon-pohon hitam dan kering.