Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Tahu Fakta-fakta Ini? Fix Kalian Fans Berat Disney!

Nurus Sobah Nov 23, 2018 11:00 AM
fakta tentang putri disney

Source: https://studybreaks.com/tvfilm/disney-princesses-slumber-parties/

Putri Disney mana yang paling kalian suka? Tiap orang punya putri favorit mereka masing-masing, entah itu Belle si kutu buku, atau Elsa si ratu es. Tapi cuma sedikit orang yang tahu tentang fakta tersembunyi dari proses penciptaan putri favorit mereka.

Pernah gak sih kalian bertanya-tanya tentang kisah-kisah balik para Putri Disney? Siapa aktris yang menciptakan suara yang kita kenal dengan baik? Gimana para putri bertransformasi sampai jadi seperti sekarang? Berikut fakta-fakta dibalik putri Disney yang jarang orang tahu!

1. Pengisi suara Snow White Hanya dibayar $ 970 selama 3 tahun

Source: https://www.youtube.com/watch?v=x3fxOeDjSBU

Adriana Caselotti, pengisi suara untuk film Snow White pada tahun 1937, berusia 18 tahun saat dia menandatangani kontraknya dengan Disney. Menurut The New York Times, "Saat itu, Disney sedang mencari suara yang 'awet muda, ramah, natural, dan polos' untuk peran Putri Salju, yang akan memperkenalkan pada dunia lagu 'Someday My Prince Will Come.'"

Sayangnya, Caselotti gak dibayar banyak untuk menjadi Putri Salju. Dia cuma mengumpulkan $ 970 selama tiga tahun kerja. Dia memberi tahu majalah People, dalam sebuah wawancara tahun 1987, "Saya mendapatkan $ 20 untuk setiap hari saya bekerja, dan sebagian besar pendapatan  saya itu digunakan untuk membantu ibu saya. Kemudian tepat sebelum kami selesai, seseorang mengatakan kepada saya bahwa para aktor yang melakukan suara para kurcaci adalah dibayar $ 150 per hari. Saya sangat terluka."

Ternyata alasan dibalik itu adalah karena Snow White diproduksi selama Depresi Besar (sebuah peristiwa menurunnya tingkat ekonomi—secara dramatis—di seluruh dunia yang mulai terjadi pada tahun 1929), dan Disney Studio hampir gak bisa menyelesaikan film. Seperti yang Caselotti katakan dalam wawancaranya dengan People, setelah dia selesai melakukan pengambilan suara yang diperlukan, dia baru dipanggil lagi setelah satu tahun karena Disney kehabisan.

Biarpun merasa diremehkan oleh studio Disney, Caselotti masih merasakan kedekatan yang mendalam dengan karakter Snow White sepanjang hidupnya.

2. Elsa terinspirasi dari Amy Winehouse

Source: http://www.claireonacloud.com/frozen/

Elsa, awalnya dikonsep bukan cuma sebagai putri bergaun biru, tapi juga berambut biru. Claire Keane, salah satu seniman yang bertugas menciptakan konsep untuk Elsa, berbagi gambar desainnya di Tumblr dengan caption, "Gambar awal eksplorasi Elsa yang terinspirasi oleh pathos Amy Winehouse. Saya membayangkan dia memiliki suara yang dalam dan penuh perasaan. dan perubahan suasana hati yang dramatis."

Source: http://www.claireonacloud.com/frozen/

Elsa kemudian bermetamorfosis jadi gadis cantik berambut pirang yang dikagumi oleh ribuan gadis kecil, tapi dia mempertahankan suaranya yang penuh perasaan dan perubahan suasana hati yang dramatis. Kalian bisa liat banyak sketsa perkembangan Frozen di situs Keane (http://www.claireonacloud.com/frozen/), termasuk juga gambar interaksi Elsa dengan saudara perempuannya Anna. Keane juga bekerja sebagai animator untuk film Tangled, dan sejak itu dia mengilustrasikan buku anak-anak yang menampilkan rambut liar Rapunzel.

3. Adegan favorit Walt Disney

Source: https://www.freestoriesforkids.net/the-story-of-cinderella-disney-version/

Banyak yang suka adegan saat gaun Cinderella bertransformasi dari gaun merah muda robek yang dia jahit sendiri, menjadi gaun putih glamor yang disulap oleh Ibu Peri. Siapa yang gak pengen langsung berubah jadi luar biasa?

Tapi tahu gak kalian kalo adegan ini jadi favorit Walt Disney juga? Fox Carney, dari Walt Disney's Animation Research Library, mengatakan pada majalah Glamour, "Salah satu adegan favorit Walt Disney adalah transformasi Cinderella dan transformasi bajunya. Bukan karena itu adalah animasi yang hebat, bukan karena itu adalah adegan yang sempurna. Melainkan karena perubahan tersebut merupakan gagasan yang menarik. "

Menurut Los Angeles Times, seorang wanita mengunjungi studio Disney dan dia bertanya, "'Mr. Disney, dengan semua pekerjaan yang udah dilakukan di studio Anda, apa adegan favorit Anda?" Dia menjawab, 'Saya kira adegan saat Cinderella mendapatkan gaun pestanya.' "

Marc Davis, artis yang mengilhami adegan itu, menceritakan kalo dia merasa bersyukur saat tahu kalo adegan itu adalah favorit Disney. "Saya senang ketika saya mendengar bahwa adegan itu adalah kesukaannya, karena Anda tidak pernah mendapat pujian langsung dari Walt," katanya.

4. Cinderella Menyelamatkan Bisnis Disney

Source: https://wizarddojo.com/2015/09/04/cinderella-1950-review/

Pada pertengahan 1900-an, Menurut Los Angeles Times, Cinderella menyelamatkan Disney Studios dari kebangkrutan. Setelah Perang Dunia II, Disney berjuang untuk menarik banyak penonton untuk menonton film-filmnya, seperti Pinocchio, Fantasia, dan Bambi. Dia berutang jutaan dolar pada Bank of America, dan tahu dia perlu melakukan sesuatu untuk mengubah situasi.

Cinderella adalah solusinya. Untuk menyelesaikan film dengan jadwal yang ketat dan dengan anggaran terbatas, Disney membuat film dalam live action dan kemudian animator mengerjakan editingnya. Solusi kreatif ini membuat Disney lolos dari ancaman bangkrut. Los Angeles Times juga melaporkan, "Film ini hanya mengeluarkan biaya produksi $ 2 juta, kurang dari Pinocchio atau Fantasia dan meraup lebih dari $ 4 juta pada rilisan pertamanya."

5.  Momen Belle jatuh cinta pada Beast

Source: https://www.pinterest.nz/pin/370421138079538325/

Beauty and the Beast beda dari kebanyakan film Disney lainnya karena kisah cinta mereka gak dimulai dengan cinta pada pandangan pertama. Sebaliknya, Belle jatuh cinta dengan Beast sedikit demi sedikit, sampai akhirnya dia mengubah dirinya menjadi pangeran dengan menciumnya di akhir.

Pernah gak kalian bertanya-tanya kapan Belle sadar kalo dia jatuh cinta pada Beast? Paige O'Hara, pengisi suara Belle dalam film animasinya, menceritakan detail dengan majalah Bustle,  "Beast saat itu sangat frustrasi, jadi Belle meletakkan benih di tangannya dan burung-burung kecil datang. Saat itu dia melihat itu dan tersenyum, dan itulah saat dia jatuh cinta pada Beast. Itu sebabnya dia berjalan di belakang pohon. Ini seperti, 'Ya Tuhan, aku jatuh cinta dengan binatang ini.!'"

6. Sleeping Beauty menghabiskan biaya produksi sebanyak $ 6 juta selama lebih dari 6 tahun

Source: http://disney.wikia.com/wiki/Sleeping_Beauty_(song)

Sleeping Beauty menghabiskan waktu enam tahun untuk proses pembuatan filmnya. Tercatat, biaya yang dikeluarkan mencapai $ 6 juta dan hanya mendapat sekitar $ 5,3 juta saat awal rilis.

Film ini termasuk mahal karena Disney ingin membuatnya lebih menonjol dari Snow White dan Cinderella. Dalam video dari Walt Disney Animation Studios tentang pembuatan Sleeping Beauty, sejarawan film, Leonard Maltin, berkata, "Walt menganggap ini sebagai tantangan khusus. Dia ingin menjadikan film ini spesial dan berbeda dengan yang dia bisa. Dia ingin untuk membuat film yang dia rasa akan menjadi puncak pencapaian dalam animasi. "

Sayangnya, khalayak gak siap untuk pendekatan inovatif semacam itu. Scott MacQueen, yang memperbaharui cerita Sleeping Beauty pada tahun 1997, mengatakan pada Los Angeles Times, "Tidak ada cukup pasar untuk dongeng pada saat itu daripada sebelumnya."

Setelah dia membuat Sleeping Beauty pada tahun 1959, Disney menjauhi film-film tentang putri selama kurang lebih 30 tahun, sampai akhirnya merilis The Little Mermaid pada tahun 1989. Pada saat itu, penonton lebih dari siap untuk dongeng lagi.

7. Ending Pocahontas yang sebenarnya lebih tragis

Source: https://dettoldisney.wordpress.com/2013/07/03/pocahontas-vs-the-story-of-pocahontas/

Cerita Pocahontas berakhir dengan berlayarnya John Smith di kapal sementara dia melambaikan tangan dari atas bukit. Karena sebagian besar cerita Disney Princess berakhir dengan "bahagia selamanya," akhir cerita ini rasanya lebih melankolis. Sayangnya, kisah kehidupan aslinya justru punya akhir yang lebih tragis, dan gak melibatkan John Smith sama sekali.

Buat yang belum tahu, Pocahontas diambil dari kisah nyata seorang wanita bernama Matoaka. Pocahontas adalah nama julukan Matoaka. John Smith dan Pocahontas emang saling kenal dalam kehidupan nyata. Tapi, mereka gak pernah jatuh cinta. Menurut National Parks Service (NPS), fakta tentang Pocahontas yang menyelamatkan Smith dari rencana pembunuhan pamannya yang bernama Opechancanough di depan ayahnya (Ketua Powhatan) masih diperdebatkan para sejarawan.

Sejarawan setuju, gimanapun, hubungan Pocahontas dan Smith gak romantis, seperti yang dilaporkan oleh NPS. Bahkan, dia dan orang Inggris lainnya mulai bertengkar dengan Powhatan karena berebut makanan, dan Pocahontas menyelamatkan hidup Smith lagi saat ayahnya berencana membunuhnya pada tahun 1609. Saat Smith meninggalkan Virginia karena ada luka mesiu, orang-orang berasumsi kalo dia udah meninggal.

NPS melaporkan, kisah Pocahontas mulai tragis sejak saat itu. Kapten Inggris Samuel Argall, menculiknya dan membawanya ke Jamestown pada 1613. Tahun berikutnya, dia menikah dengan seorang duda bernama John Rolfe. Tiga tahun kemudian, dia meninggal pada usia 21 setelah jatuh sakit pada perjalanan kembali ke Virginia.

8. Penampilan Merida

Source: https://www.dailymail.co.uk/femail/article-2324593/Disney-ashamed-Brave-director-criticizes-Meridas-princess-make-blatant-sexism.html

Merida adalah putri yang ceritanya ditunggu-tunggu untuk difilmkan karena dianggap sebagai putri yang punya penampilan lebih realistis. Sebelum digarap menjadi animasi, ada wacana untuk mengubah penampilan Merida. Hal itu memunculkan reaksi  keras dari masyarakat yang akhirnya mengeluarkan petisi di situs Change.org dengan judul “Say No to the Merida Makeover dan Keep Our Hero Brave!". Petisi tersebut berbunyi: “Desain ulang Merida ... adalah tindakan yang sangat merugikan jutaan anak-anak. Merida adalah role model yang memberdayakan. Dengan membuatnya lebih kurus, lebih seksi, dan lebih dewasa dalam penampilan, sama saja mengirim pesan pada para gadis bahwa versi Merida yang asli, realistis, dan remaja dianggap punya nilai penampilan rendah. Serta bahwa untuk menjadi perempuan yang memiliki nilai dan diakui sebagai puteri sejati, mereka harus menyesuaikan diri dengan definisi kecantikan yang sempit. "

Menurut The Guardian, Disney mengeluarkan pernyataan ini sebagai tanggapan atas petisi tersebut. "Karya seni yang digunakan di situs media sosial resmi Merida selalu jadi citra dari film itu," bunyi pesan itu. "Kami secara rutin menggunakan gaya seni yang berbeda dengan karakter kami dan pembawaan Merida dalam pakaian pestanya hanya satu kali, yaitu saat memperingati penobatannya." Memang, kalo kalian mengunjungi bagian situs web Disney yang didedikasikan untuk Merida, kalian akan melihat dia kembali ke penampilan aslinya.