Seperti yang kita tau, Indonesia punya berbagai suku, bangsa, dan agama. Bahkan ada beberapa suku di Indonesia yang keberadaannya dikenal sampai ke mata dunia.

Berikut adalah suku di Indonesia yang terkenal sampai ke luar negeri.


1. Suku Mante, Aceh


Suku mante

Source: pinterest.com

Suku Mante terkenal sebagai bagian dari legenda dan cikal bakal Aceh.


Suku Mante terkenal sebagai bagian dari legenda dan cikal bakal Aceh. Suku ini konon udah dianggap udah punah dan udah menghiasi museum di Indonesia. Konon, pada pertengahan abad ke-17 Masehi, ditemukan sepasang Mante laki-laki dan perempuan yang ditangkap kemudian dipersembahkan pada sultan Aceh. Tapi, mereka gak mau bicara dan makan makanan yang dihidangkan sampai akhirnya mereka mati kelaparan.

Sama seperti suku-suku pada umumnya, Suku Mante juga punya karakteristik khusus yang membedakannya dengan suku lainnya.Gak seperti suku pada umumnya, bentuk fisik Suku Mante lebih kecil dengan postur tubuh agak bungkuk tapi sangat lincah. Tinggi rata-rata mereka cuma 60-70 cm dengan tinggi maksimal sampai 1 meter.

Warna kulitnya adalah warna khas Suku Melayu yaitu sawo matang dengan rambut lurus. Bentuk muka yang bulat, telinga agak runcing ke atas, dan juga berotot. Suku Mante juga punya telapak kaki seperti manusia pada umumnya tapi lebih lebar pada bagian ujung jari. Selain itu terdapat perbedaan yang mencolok antara laki-laki dan perempuan. Perempuan Suku Mante memiliki bulu halus di sekujur tubuhnya sementara yang pria gak. Uniknya lagi, baik laki-laki maupun perempuan membiarkan rambutnya tumbuh panjang sampai menutup pantat. Selain bentuk fisik yang unik, Suku Mante juga punya kemampuan berlari yang sangat cepat.

Baca Juga: Ini 6 Fakta Suku Baduy Indonesia, Keren Banget Sob!


2. Suku Korowai, Papua


Suku Korowai

Source: pastiseru.com

Suku ini menganggap bahwa mereka tinggal sendirian, gak tahu kalau ada orang selain kelompok mereka sebelum ditemukan.


Suku Korowai ditemukan di tahun 70 an. Suku ini menganggap bahwa mereka tinggal sendirian, gak tahu kalau ada orang selain kelompok mereka sebelum ditemukan.

Fakta menarik dari suku ini adalah mereka tinggal di rumah pohon yang tingginya mencapai 50 meter dari tanah dan gak menggunakan baju. Saat ini udah banyak media masa yang meliput keberadaan suku Korowai. Bahkan media luar negeri. Dulu, suku ini adalah suku kanibal. Mereka memakan jenazah anggota suku yang udah meninggal dan kadang saling membunuh untuk makan. Tapi karena udah mulai mengenal agama dan aturan di Indonesia, akhirnya mereka menghentkikan kanibalisme.

Baca Juga: Mengenal 5 Tradisi Aneh Suku di Indonesia


3. Suku Kubu atau Suku Anak Dalam, Jambi


Suku Kubu atau Suku Anak Dalam

Source: www.tanahnusantara.com

Konon, Suku Kubu menjalani kehidupannya dengan berpindah-pindah dan berburu di hutan Sumatera.


Jambi terkenal dengan Suku Kubu atau yang sering dikenal dengan Suku Anak Dalam. Konon, Suku Kubu menjalani kehidupannya dengan berpindah-pindah dan berburu di hutan Sumatera. Tapi gak semuanya melakukan hal tersebut karena saat ini udah banyak suku Kubu yang berpindah ke kawasan masyakat.

Suku Kubu yang tinggal di hutan biasanya punya rumah panggung setinggi 1 sampai 1,5 meter yang terbuat dari kayu beratapkan jerami di tiga kawasan sekitar Taman Nasional Bukit 30, jalan lintas Sumatera, dan Taman Nasional Bukit 12.

Suku Kubu dipercaya merupakan keturunan orang Malau yang sesat dan kabur ke hutan rimba. Hal ini diperkuat dengan adanya kesamaan adat istiadat suku Minangkabau seperti sistem matrilineal. Awalnya suku ini gak punya agama dan kepercayaan tapi beberapa anggota suku yang pindah ke kampung kini telah memeluk agama islam.


4. Suku Dani, Papua


Suku Dani

Source: strategidanbisnis.com

Suku Dani melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarga yang meninggal dengan memotong jari.


Suku Dani adalah sekelompok suku yang mendiami wilayah Lembah Baliem di Pegunungan Tengah, Papua. Suku Dani dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai petani yang terampil dan telah menggunakan alat/perkakas yang pada awal mula ditemukan diketahui telah mengenal teknologi penggunaan kapak batu, pisau yang dibuat dari tulang binatang, bambu dan juga tombak yang dibuat menggunakan kayu galian yang terkenal sangat kuat dan berat. Mereka masih banyak mengenakan ''koteka'' dan para wanita menggunakan pakaian wah berasal dari rumput/serat dan tinggal di “honai-honai” (gubuk yang beratapkan jerami/ilalang). Upacara-upacara besar dan keagamaan, perang suku masih dilaksanakan (walaupun gak sebesar sebelumnya).

Suku Dani melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarga yang meninggal dengan memotong jari. Kalo ada anggota keluarga atau kerabat dekat yang meninggal dunia seperti suami, istri, ayah, ibu, anak dan adik, Suku Dani diwajibkan memotong jari mereka. Mereka beranggapan bahwa memotong jari adalah simbol dari sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan anggota keluarganya. Pemotongan jari juga bisa diartikan sebagai upaya untuk mencegah ‘terulang kembali’ malapetaka yangg udah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yg berduka.

Baca Juga: Ini Dia Sosok Suku Manusia Kerdil yang Ada di Indonesia


5. Suku Mentawai, Kepulauan Mentawai


Suku Mentawai

Source: magazine.job-like.com

Konon, suku Mentawai adalah suku tertua di Indonesia dan diperkirakan udah ada di barat Sumatera sejak 500 sebelum Masehi.


Kalau Kamu pernah dengar Kepulauan Mentawai pasti gak asing dengan suku ini. Konon, suku Mentawai adalah suku tertua di Indonesia dan diperkirakan udah ada di barat Sumatera sejak 500 sebelum Masehi. Hal inilah yang membuat suku Mentawai punya adat yang kuat. Salah satu adat yang terkenal adalah penggunaan tato. Bagi seorang Sikerei atau dukun suku Mentawai, tato adalah hal wajib.

Sebagian suku Mentawai masih mempercayai adat leluhur (Sabulungan) sehingga gak semua orang dari suku Mentawai punya agama. Walaupun begitu, agama Islam dan Kristen udah mulai diterima oleh sebagian anggota suku karena pendatang.

Baca Juga: Mau berkunjung ke Suku Baduy? Simak dulu nih fakta-fakta Suku Baduy!

Hal lain yang terkenal dari suku ini adalah sistem rumahnya. Rumah di sana biasanya ditinggali oleh 3 sampai 4 kepala keluarga.