Salah satu tempat wisata yang popular saat ini di Jakarta ialah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII adalah suatu kawasan taman wisata yang bertemakan budaya Indonesia, taman ini juga bisa disebut sebagai rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan sehari-hari masyarakat yang tersebar di 26 provinsi Indonesia. Selain menampilkan berbagai miniature dan sarana rekreasi, ditaman ini juga ada berbagai museum yang memperkenalkan pengunjung tentang sesuatu yang sifatnya menambah ilmu pengetahuan.

Salah satunya adalah Museum Olahraga yang masih sepi pengunjung. Museum ini berbentuk bola dan menghadap ke arah Teater Keong Emas, dengan luas bangunan 3.000m2. hanya dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yaitu 5.000/pengunjung, mata masyarakat Indonesia akan disuguhkan dengan berbagai pameran tentang keseluruhan aspek olahraga. Pada lobby lantai dasar terdapat motto tentang sportivitas dan perjuangan. Masih dilantai dasar, museum ini menampilkan sejarah olahraga antar bangsa, perjuangan bangsa Indonesia dalam mengikuti kegiatan olahraga dikancah dunia internasional, seperti Asian Games dan Olimpiade Helsinki. Selain itu, menampilkan tokoh olahraga, yaitu para pejuang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Baca Juga: Hindari 5 Hal Ini Kalau Gak Mau Mood Kamu Rusak Saat Travelling!

Source: www.ericopieter.blogspot.com
Di Museum Olahraga kamu bias melihat berbagai alat olahraga dan koleksi medali dari para atlet yang berjuang bagi bangsa.

Naik ke lantai dua, museum ini menampilkan berbagai alat olahraga dan penghargaan berupa medali dan piala para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia. Dilantai dua ini juga menampilkan sejumlah alat permainan tradisional dari berbagai provinsi, serta ada ruang teater yang berfungsi untuk media informasi visual yang menampilkan perjuangan para atlet.

Baca Juga: Inilah Orang Satu-satunya di Dunia yang Tercatat Sebagai Manusia Kerdil dan Raksasa Sekaligus!

Alat olahraga, medali dan piala yang terdapat dilantai dua ini bentuknya asli, dan dikonservasi dua kali setahun di Badan Arkeologi. Menurut Pak Herman selaku ketua pimpinan Museum Olahraga, Museum Olahraga ini belum berdiri sendiri seperti halnya Museum Penerangan dan Museum IPTEK, karena Museum Olahraga masih ketergantungan dengan Kementrian Pemuda & Olahraga untuk mengajukan perawatan alat olahraga atau konservasi.

Source: www.ericopieter.blogspot.com
Di sekitar Museum Olahraga juga tersedia dua lapangan yang bisa digunakan untuk berolahraga dan tersedia pula tembok untuk panjat tebing.

Perencanaan Pak Herman selaku Kepala Pimpinan Museum Olahraga untuk meramaikan museum ini dari pengunjung, salah satu caranya adalah bekerjasama dengan pihak sekolah-sekolah, pihak kampus, pihak pesantren dan komunitas-komunitas anak muda, salah satunya adalah komunitas pecinta museum. Dan dilantai tiga adalah ruang pamer diorama yang menampilkan permainan tradisional dari berbagai provinsi dalam bentuk lukisan dan patung dengan ukuran yang sebenarnya, contohnya karapan sapi dari Madura dan loncat batu dari Pulau Nias.

Baca Juga: Ini 5 Tradisi Seks Paling Nyeleneh di Dunia yang Bisa Bikin Kamu Melongo!

Selain itu, pada ruang lantai tiga ini memaparkan sejarah singkat olahraga tradisional, seperti bulu tangkis, panahan, pencak silat, sepak bola, tenis lapangan, bola voli dan sebagainya. Tidak lupa disekitar Museum Olahraga tersedia dua lapangan yang bisa digunakan untuk berolahraga dan tersedia pula tembok untuk panjat tebing. Garis besarnya, Museum Olahraga menggambarkan keseluruhan tentang semua jenis olahraga. Namun, terutama yang ditampilkan pada museum ini adalah prestasi-prestasi para atlet Indonesia.