Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Sisi Kelam Dari Bekerja Di Perusahaan Raksasa Seperti Google

Iman Widimulya Jun 21, 2019 8:27 AM
Sisi lain dari bekerja di Google yang orang lain tidak ketahui

Mendapatkan pekerjaan di Google pasti sangat luar biasa, betul? Tapi nyatanya banyak karyawan Google yang juga menyebutkan hal terburuk bekerja di Google. Dengan gym, laundry, salon, kolam renang, video game dan gaji yang luar biasa, ternyata masih tidak cukup untuk membuat semua karyawan senang.


1. Mayoritas Engineer Google itu Sombong

Sombong

Source: www.muslimoderat.net

Setiap orang disana sangatlah sombong, dan tidak tertarik mendengarkan opini orang lain


Karena standar Google yang sangat tinggi dan berada di atas rata-rata, banyak engineer atau karyawan Google yang percaya bahwa ia lebih baik daripada rekannya. Setiap orang disana sangatlah sombong, dan tidak tertarik mendengarkan opini orang lain kecuali jika orang itu memang adalah seseorang yang dianggap 'Dewa' di Google. Sangatlah susah untuk mendiskusikan sesuatu kecuali jika ia adalah teman kalian.


2. Budaya Kerja Yang Tidak Dewasa

Sistem kerja yang tidak dewasa

Source: www.sewakantorcbd.com

Mereka hanya sedikit bekerja atau bahkan tidak bekerja

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, fasilitas yang luar biasa tidak berarti selalu positif. Ini dapat diibaratkan orang-orang yang bekerja di Google adalah anak kecil. Mereka minum sepanjang hari, selalu berbicara, bermain game dan yang menyebabkan hal ini menjadi lebih buruk lagi adalah karena mereka hanya sedikit bekerja atau bahkan tidak bekerja.


Orang-orang yang ditemui di luar Google selalu bertanya-tanya bagaimana rasanya kerja di Google. Sayangnya yang mereka tanyakan adalah fasilitas, keuntungan, dan gajinya bukan budaya kerja nyata yang seharusnya mereka lihat terlebih dahulu.


3. Freelance Tidak Di Hargai

Freelance tidak dihargai

Source: www.sesawi.net

Mereka beranggapan bahwa freelance ini lebih rendah dari mereka


Kita tahu bahwa dalam sebuah perusahaan pasti ada saatnya masuk karyawan lain dengan status magang, pekerja sementara atau freelance. Mereka yang bekerja penuh-waktu (full-time) dan benar-benar karyawan di Google sangatlah sombong dan tidak menghargai karyawan yang tidak memiliki status sama dengan mereka. Mereka beranggapan bahwa karyawan-karyawan ini lebih rendah atau inferior dibandingkan mereka dalam hal mental dan moral.


4. Fasilitas Lengkap Bukan Solusi

Fasilitas lengkap

Source: mygriya.com

Fasilitas lengkap justru memberikan tekanan pada semangat kerja itu sendiri


Masyarakat dunia dan Internet sudah sangat mengenal Google sebagai sebuah lingkungan kerja dengan berbagai fasiltias dan kebudayaan yang sangat menggoda. Seperti contohnya adalah makanan gratis, gym, kolam renang, salon, video game dan gajinya. Ironisnya adalah fasilitas-fasilitas ini bukan menyemangati semangat kerja kalian, melainkan memberikan tekanan pada semangat itu sendiri.


5. Management Yang Buruk

Managemen buruk

Source: safuanborhan.com

Beberapa manajer Google tidak menghargai apa yang disebut aspek kemanusiaan


Beberapa manajer Google tidak menghargai apa yang disebut aspek kemanusiaan dalam tenaga kerja mereka. Inilah salah satu hal terburuk Google dimana para manajer ini hanya melihat nilai atau laporan yang mereka inginkan dan tidak melihat hal-hal di luar itu. Mereka tidak mengerti bagaimana mendorong dan menjadi inspirasi dari tenaga kerja tersebut, dan terlalu mengandalkan nama dan reputasi Google yang melaksanakan hal tersebut.