Kata sial merupakan kata yang kurang mengenakan untuk didengar dan dialami. Namun percayalah, beberapa pelatih ini pernah mengalami kesialan dalam karir menejerialnya menangani tim sepakbola. Kesialan tersebut biasanya berupa gagalnya tim yang diarsiteki menjadi juara karena terpeleset di pekan-pekan krusial maupun sulitnya beradaptasi di tim barunya hingga berbagai faktor lainnya. Siapa saja mereka? Apa saja yang mereka alami? Kuy simak bareng.

1. Hector Cuper

cuper

Sumber: ghanasoccernet.com

Pecinta Serie A tahun 2000an pasti tak asing dengan nama ini. Hector Cuper. Yep, pelatih berpaspor Argentina ini kerap menjadi pesakitan. Pasalnya, ia kerap gagal di Final penting. Di tahun 2000 dan 2001 ia gagal menjuarai Liga Champions bersama Valencia. Di dua edisi tersebut, Valencia takluk oleh Real Madrid dan Bayern Munchen. Tak berhenti disana, impiannya meraih Serie A bersama Inter Milan pada musim 2001-2002 harus kandas karena kekalahan menyakitkan dari Lazio. Gelar Serie A yang sudah ada di depan mata harus berpindah ke tangan Juventus Saat ini, Cuper dipercaya untuk menangani tim nasional Mesir.

2. Claudio Ranieri

ranieri

Sumber: dailystar.co.uk

Pelatih yang beberapa musim lalu menjadi buah bibir dunia karena berhasil mengantarkan Leicester City menjuarai Liga Inggris ini terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, Ranieri harus menerima kenyataan dipecat dari kursi kepelatihan pasca rentetan hasil buruk yang mendera Leicester beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, pria berpaspor Italia juga harus mengalami pemecatan dari beberapa klub seperti Chelsea, Juventus, Roma hingga AS Monaco karena hanya membawa berbagai klub tersebut menjadi runner-up.

3. Jurgen Klopp

klopp

Sumber: caughtoffside.com

Taka ada yang meragukan Klopp sebagai pelatih. Di tangannya, tim seperti Borrusia Dortmund menjadi terlihat menakutkan. Ia pun berhasil mempersembahkan empat gelar bagi tim Lebah Kuning. Namun ia kerap mengalami nasib sial karena hanya mampu mengantarkan Dormund dan Liverpool menjadi runner-up di Liga. Yang paling tragis, Klopp harus kehilangan gelar EURO League musim lalu saat tim yang ditanganinya, Liverpool, harus kandas di tangan Sevilla. Padahal saat itu, the Reds berhasil unggul lebih dulu.

4. David Moyes

moyes

Sumber: sickchirpse.com

Setelah dipecat Manchester United akibat performa buruknya, ia mencoba peruntungan di Real Sociedad. Ternyata nasib Moyes di klub La Liga Spanyol itu pun tak mulus. Setelah sempat menganggur, Moyes dipercaya menangani Sunderland pada awal musim ini. Dia menggantikan Sam Allardyce yang sudah membawa Sunderland kembali ke Liga Primer pada April 2014. Di bawah binaan Moyes, Sunderland tak bermain cukup apik. Tim tersebut berada di zona degradasi sejak September tahun lalu.  Sunderland akhirnya tersingkirkan dari Liga Primer Inggris dan harus berkompetisi di divisi championship musim depan.
 

5. Andre Villas-Boas

avb

Sumber: sportvssocialmedia.files.wordpress.com

Pelatih muda yang berhasil membawa Porto menjuarai EURO League di musim 2010-11 ini membuat Chelsea kepincut untuk mendatangkannya. Sialnya, Chelsea tak berhasil dibawa AVB, sapaan akrabnya menjuarai apapun. Ia pun harus lengser dari Stamford Bridge. Seakan tak patah arang, ia melanjutkan kepelatihan dengan menangani tim London lainnya, Tottenham Hotspurs. Namun setali tiga uang, di Spurs, Villas-Boas juga tak banyak memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Ia pun memperbaiki reputasi dengan berkarir di Russia. Di negeri Beruang Merah, Boas berhasil merengkuh tiga gelar. Saat ini, AVB sibuk melatih tim yang tengah naik daun di Liga China, Shanghai SIPG.