Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Selain Gudeg, apa aja ya kuliner khas Jogjakarta?

Lazwar Sukendrasmoro Nov 19, 2018 11:00 AM
Kalau tempat wisatanya bikin jatuh cinta, gimana dengan kulinernya ya?? Nah, buat kalian nih, yang lagi atau akan datang ke Jogjakarta, jangan lewatin wisata kulinernya.

Tak kenal makan tak sayang. Ungkapan ini cocok banget buat kalian para pecinta travelling, yang selalu datang dan datang lain ke tempat-tempat yang sudah melekat di hati. Kalau tempat wisatanya bikin jatuh cinta, gimana dengan kulinernya ya?? Nah, buat kalian nih, yang lagi atau akan datang ke Jogjakarta, jangan lewatin wisata kulinernya. Selain gudeg, ternyata ada makanan lain yang wajib dicoba jika datang ke Jogjakarta

1. Sate Klatak

Sate Klatak adalah sate kambing muda yang hanya ada di Jogjakarta. Kalian tau ngga, apa bedanya sate kambing biasa dengan sate klatak? Nah perbedaan yang  paling mencolok adalah bumbu satenya. Kalau sate biasa menggunakan bumbu kecap, nah untuk sate klatak, bumbu yang dipakai adalah garam saja. Hal lain yang unik dari sate klatak ini adalah tusukan satenya terbuat dari jeruji besi. Gimana? Udah bayangin belum? Pasti tambah penasarankan dengan rasanya? Kalau penasaran langsung aja datang ke daerah Bantul, Jogjakarta.

 

2. Walang Goreng

Ada yang suka kuliner ekstrem? Untuk kalian yang suka tantangan, makan walang atau belalang goreng bisa dijadikan pilihan. Di daerah Gunungkidul, belalang ditangkap untuk dijadikan makanan.  Belalang diolah menjadi suatu cemilan dan juga bisa dijadikan lauk pendamping nasi. Cara memasaknya pun sangat sederhana, hanya digoreng hingga kering. Meskipun terlihat mengerikan, belalang goreng ternyata mengandung protein yang sangat tinggi loh. Belalang goreng bisa didapatkan di sepanjang jalan menuju Gunung Kidul. Nah untuk kalian yang penasaran dengan rasa dari belalang goreng, bisa nih di coba.

 

3. Tiwul

Masih di sekitar Gunung Kidul, Jogjakarta. TIiwul sekarang mejadi primadona. Makanan yang berbahan dasar singkong atau ketela pohon ini, dijadikan makanan pengganti nasi bagi masyarakat Gunung Kidul jaman dulu. Tapi sekarang, tiwul kembali menjadi salah satu makanan yang diminati karena rasanya yang beragam, seperti rasa gula jawa, coklat dan juga keju. Untuk bisa menikmati tiwul dengan rasa yang kekininan, kalian cukup mengeluarkan uang mulai dari Rp.5000 – Rp.8000. Tiwul sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh, tapi karena tidak menggunakan bahan pengawet, tiwul ini hanya bisa bertahan selama 24 jam.

4. Mie Lethek

Untuk kalian pecinta mie, mie lethek khas Jogja wajib kalian cicipi. Mie lethek adalah mie yang asli dibuat oleh masyarakat Srandakan, Bantul Jogjakarta. Bahan dasar pembuatan mie ini juga bisa dikatakan masih tradisional loh, yaitu menggunakan tepung tapioka dan gaplek. Karena diolah secara tradisional tanpa menggunakan pewarna makanan atau bahan kimia, mie lethek ini berwarna kuning dan terkesan sedikit kusam. Sebenarnya kata ‘lethek’ dalam bahasa jawa berarti ‘kotor’. Dan penamaan mie ini juga karena tampilan mie yang berwarna kusam. Tapi meskipun warnanya kusam, rasa dari mie lethek ini juara loh. Ngga kalah sama mie yang di produksi di pasaran.

 

5. Saoto Bathok

Kok saoto? Bukan soto? Nah, jangan bingung dulu. Saoto adalah sebutan lain untuk ‘soto’ di daerah Solo. Sama dengan soto pada umumnya, saoto isinya daging sapi dengan kuah bening. Untuk kalian yang lagi jalan-jalan di Jogjakarta, bisa nih cobain kuliner Saoto Bathok yang ada di daerah Kalasan. Saoto Bathok sangat unik loh, karena dalam penyajiannya saoto ini tidak memakai mangkuk dari kaca atau beling, tapi memakai bathok atau tempurung kelapa. Saoto bathok di Jogjakarta yang terkenal adalah Saoto Bathok Mbah Karto.