Jika bisa diibaratkan, nilai dan keberhargaan smartphone sudah lebih tinggi drajatnya dibandingkan dengan, nilai kesehatan dan keselamatan diri sendiri. Kok bisa? Ya, iyalah… orang setiap detik yang kamu pkamungi Cuma HP. Main HP juga kadang suka gak kenal waktu, adalah yang sambal nyetir, ada juga yang sambil nyebrang jalan, naik turun angkutan umum, santai di pinggir jalan, mau tidur, pas bangun tidur, lagi makan, sampai buang air juga kayaknya HP gak pernah lepas pkamungan. Tapi, yang jelas kita semua sudah tau resikonya, jadi kalau terjadi hal buruk, yaaaaa jangan ngamuk apalagi terpuruk!!

Smartphone memang hiburan, tapi pada peran yang pas. Penggunaan secara berlebihan bisa meningkatkan banyak resiko berbahaya bagi kesehatan kita loh guy’s, contoh umumnya seperti kerusakan pada mata. Meskipun hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan penggunaan teknologi berlayar sebabkan kerusakan mata secara permanen. Namun, seperti yang diungkapkan oleh dokter spesialis mata dari Universitas Miami, Dr. Richard Shugarman, bahwa menatap layar terang selama berjam-jam dapat menimbulkan masalah pada mata.

Sayangnya bukan hanya kerusakan mata saja yang akan diserang. Masih ada masalah kesehatan lainnya yang perlu kamu khawatirkan, berikut jabaran resiko dari bermain gadget terlalu lama.


1. Otak jadi menyusut


penyusutan otakSource: Situs Penyedia Berita Terupdate Se-Indonesia

Ilustrasi penyusutan otak.

Orang yang gemar melihat layar gadget dalam waktu lama punya kecenderungan melakukan aktivitas kognitif. Ini bisa dilihat dari perubahan perilaku yang cenderung menyendiri, kurang interaksi, jarang bergaul dan lebih suka melamun. Dampaknya, kinerja otak jadi berkurang, dan jika terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan penyusutan otak.


2. Tubuh mudah terkena sindrom metabolik


sindrom metabolik, serangan jantungSource: New York Post

Ilustrasi serangan jantung.

Terlalu lama melihat layar smartphone bukan saja menyebabkan lupa waktu, namun juga mengganggu metabolisme tubuh. Sebab, menurut Victoria L. Dunckley, pakar kesehatan internasional, orang-orang jadi menerapkan gaya hidup asal-asalan, seperti makan sembarangan, kurang tidur, jadi malas olahraga dan rentan stres. Akibatnya, sindrom metabolik seperti penyakit obesitas, diabetes dan tekanan darah tinggi tidak bisa dihindarkan.


3. Gangguan Psikologis


Studi HealthDay News yang dikutip melalui everydayhealth.com menyebutkan bahwa smartphone dapat meningkatkan stres karena smartphone sering kali membuat Kamu merasa perlu untuk segera merespons setiap pesan, pemberitahuan yang masuk, ataupun update level game online.


Cara mengukur gangguan psikologis akibat smartphone

Nah, khusus gangguan psikologis, ada pembuktian secara ilmiahnya. Baca kalimat di bawah ini baik-baik, dan temukan jawabannya pada dirimu sendiri.

1. Low Battery Anxiety

Apa yang kamu lakukan saat baterai smarthpone kamu sudah mencapai 15 persen? Membiarkan saja atau panik lalu mencari charger/powerbank? Jika jawaban kamu adalah panik, maka kamu bisa saja mengalami low battery anxiety alias kecemasan akibat low battery.

2. Phantom Vibration Syndrome

Pernahkah Kamu merasa smarphone kamu bergetar atau mengira telepon berdering padahal sebenarnya tidak? Jika iya, kamu bisa saja mengalami phantom vibration syndrome. Studi menemukan bahwa semakin cemas kamu untuk tetap terhubung melalui smartphone, maka semakin besar kemungkinan kamu akan salah menafsirkan rasa gatal sebagai pemberitahuan adanya pesan/panggilan masuk.

3. Nomofobia

Apakah ketinggalan smartphone adalah hal yang paling kamu takuti? Jika iya, maka bisa saja kamu mengalami nomofobia. Nomofobia adalah suatu sindrom ketakutan jika tidak memiliki handphone. Studi tahun 2015 menemukan bahwa seseorang yang sedang melakukan aktivitas di saat handphonenya berdering menjadi lebih sulit konsentrasi bahkan meningkatkan kecemasan.

4. Fear of Missing Out (FOMO)

FOMO adalah rasa takut ketinggalan informasi terbaru dari internet atau media sosial. Studi dari University of Essex menemukan bahwa ciri-ciri orang yang sudah terjangkit FOMO adalah mereka yang selalu mengecek akun media sosial setiap saat untuk melihat apa saja aktivitas yang dilakukan orang lain, bahkan sampai mengabaikan aktivitasnya sendiri.

FOMO juga dapat diartikan sebagai munculnya rasa khawatir saat melihat orang lain lebih banyak melakukan aktivitas menyenangkan dan lebih bahagia. Akibatnya, mereka yang mengidap FOMO akan lebih sering membandingkan hidupnya dengan orang lain yang dapat membuat mereka merasa tidak bahagia, iri, bahkan depresi.


Memang tidak ada yang salah dari menggunakan smartphone. Hanya saja, jika smartphone justru mengubah kamu menjadi acuh dengan lingkungan, malas beraktivitas, dan membuat kamu kecanduan, maka kamu perlu paksakan diri untuk membatasi pemakaian smartphone. Caranya adalah, minta pacar kamu segera pinang dengan Bismillah, supaya kalau bingung mau ngapain jadi ada yang bisa di apa-apain. Wek!!