Banyak hubungan entah dalam berumah tangga, atau masih dalam masa pacaran, selalu menginginkan kondisi yang harmonis. Tapi sering kali ada hal yang membuat hubungan renggang atau ada hal yang memicu suatu pertengkaran di antara keduanya. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas salah satu hal yang sering orang lakukan, yang efeknya bisa memicu pertengkaran di dalam kehidupan romansa Kamu. Mau tau apa hal tersebut?

Hal tersebut adalah membanding-bandingkan pasangan Kamu terhadap orang lain, dan yang lebih parah adalah bila membandingkan pasangan Kamu terhadap mantan Kamu.

Mungkin sebagian dari Kalian sudah mengetahui hal ini, tapi dalam prakteknya masih banyak yang suka melakukan ini. Oleh karenanya, di dalam artikel ini akan kami beberkan lebih dalam kenapa membanding-bandingkan pasangan bisa jadi pemicu pertengkaran dan rusaknya hubungan romansa kamu dengan pasangan.

Sebelum Kamu lebih memahami kenapa Kamu tidak boleh membandingkan pasangan Kamu, pernahkah Kamu merasakan bagaimana rasanya jika Kamu di banding-bandingkan dengan orang lain? Sakitnya sampai ulu hati atau nyelekit sampai ubun-ubun?

Ya, saya rasa tidak ada orang yang suka dibanding-bandingkan, begitupun Kamu dan pasangan Kamu. Terlebih jika dibanding-bandingkan dengan orang yang keuangannya lebih bagus, badannya lebih proposional, wajahnya lebih imut, atau masa depannya lebih cerah dari Kamu. Semakin sering dibandingkan, maka emosi Kamu semakin meluap-luap.

Baca Juga: PDKT Sering Gagal? Caranya Salah Tuh, Jauhi Cara PDKT Kayak Begini!


bandingSource : lensza.co.id
Semua benci jika dibanding-bandingkan


Kini Kamu mulai paham, meski tidak ada yang suka, sadarkah Kamu kalau Kamu pun sering membandingkan orang terdekat dengan orang lain, termasuk membandingkan pasangan?

Nah, sebelum Kamu lanjut membaca, coba ingat-ingat lagi kapan terakhir kali Kamu membandingkannya dengan orang lain?

Sebulan yang lalu? Seminggu yang lalu? Kemarin? Atau baru saja? Jawab yang jujur yah!

Dan hal yang paling sering adalah membandingkannya dengan mantan pacar. Tahukah Kamu kalau sebagian besar perbandingan itu muncul karena kamu terlanjur nyaman dengan perlakuan mantan di masa lalu, sedangkan pasangan yang sekarang tidak/belum mampu memberikan Kamu perlakuan yang sama?

Misalnya nih ya, dulu mantan Kamu itu rajin mengantar jemput Kamu pakai mobil, mentraktir Kamu ke restoran mewah, mengirimi Kamu uang saku, dan ribuan perlakuan spesial lainnya. Namun, Kamu tidak mendapat perlakuan seperti itu dari pasangan sekarang. Boro-boro mentraktir Kamu ke restoran mewah, mengantar jemput saja masih kadang banyak alasan.

Baca Juga: Punya Pacar Emosian Bakal Bikin Kamu Malu, Ini Dampak Buruk Lainnya!

Perlakuan-perlakuan yang serba kurang itu akhirnya membuat Kamu mengingat-ingat masa lalu dan mulai membandingkan pasangan dengan mantan. Di titik ini, tidak masalah kalau cuma membandingkannya dalam pikiran, tapi jadi repot kalau Kamu sampai membicarakannya ke pasangan. Harapannya, dengan membanding-bandingkannya dengan mantan, maka ia akan memperlakukan Kamu sama persis seperti perlakuan mantan. Dan Kamu pun mendapat kenyamanan dan kemewahan itu lagi.

 kenyamananSource : irishtime.com
Membanding bandingkan bisa menurunkan kenyamanan
Itu kan yang ada di otak kamu dan yang Kamu mau?

Sayangnya, hasil yang Kamu dapat biasanya NOL BESAR. 

Bukan kenyamanan yang Kamu dapat, tapi sepercik api pertengkaran dalam hubungan. Pasangan Kamu JELAS tidak mau dibandingkan dengan mantan karena mereka adalah dua orang yang berbeda, baik dari fisik, masa lalu, sifat, maupun latar belakang keuangan. Ketika dia menolak berubah, Kamu semakin MENEKANNYA dengan cara mengumbar kelebihan-kelebihan mantan lebih banyak lagi. Dia ngotot tidak mau berubah, Kamu pun ngotot ingin dia berubah. Mantap sudah, sampai sini sudah kebayang benih-benih kerusakan dalam hubungan sudah semakin bertumbuh?

Kalau gesekan-gesekan konfliknya sudah banyak, Kamu bisa tebak sendiri akhir hubungannya seperti apa.

Ketika seseorang dibandingkan, maka ada harga diri yang dipertaruhkan di sana. Pasangan akan merasa selama ini dirinya selalu di bawah mantan Kamu, sehingga apa pun yang dia lakukan tidak akan membuat Kamu puas. Dengan kata lain, Kamu sama saja merendahkan harga diri pasangan dengan cara menaikkan nilai-nilai yang dimiliki mantan.

Kesel? Sudah pasti, coba kamu bayangkan kamu yang ada di posisi itu.

Baca Juga: Jangan Lakuin Ini Kalo Gak Mau Hubungan Kamu dan Dia Rusak

Jadi jauhkan mulut kamu dari kata-kata seperti: “Mantanku dulu suka menjemputku sepulang kerja”, “Kok kamu gak seperti mantanku yang selalu ngasih aku hadiah?”, “Beb, masa temanku dibelikan tas mahal sama pacarnya, kok kamu nggak?”  atau yang lebih parah “Bukannya mau bandingkan sih, tapi mantanku jauh lebih perhatian daripada kamu.”

Coba saja ucapkan kata-kata tersebut di depan pasangan dan saya jamin Kamu bentrok saat itu juga.

Berharap pasangan melakukan apa yang Kamu suka itu wajar, tapi jangan disampaikan lewat perbandingan. Sampaikan lewat komunikasi yang santai, misalnya: “Beb, aku suka deh waktu kamu jemput aku pulang kerja. Aku mau dong dijemput tiap hari”, “Ulang tahun nanti aku mau hadiah ini dong Sayang. Semampu kamu aja,” dan sebagainya. Cara begitu jauh lebih baik daripada lewat sindiran perbandingan!

rawat hatisource: iStock.com/Professor25
Rawat hubungan dengan tidak membandingkan pasangan.


Perbandingan SELALU menyakitkan, mau bagaimanapun cara Kamu menyampaikannya. Kamu harus hindari itu sebelum terlambat.

Kamu harus paham,pasangan Kamu ingin membuat kisah baru bersama Kamu, bukannya membantu Kamu mengulang kisah lama. Kamu pun memilih pasangan yang sekarang karena ingin meninggalkan masa lalu bukan?

Meski negatif, perbandingan bisa membuat pasangan menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan dirinya sendiri di masa lalu. Terutama kalau ada aspek-aspek kebaikan pasangan di masa lalu yang tidak ia teruskan sekarang.

Contohnya, dulu dia sangat rajin memberi kecupan di kening Kamu sebelum berangkat kerja. Sekarang dia langsung pergi kerja begitu saja tanpa pamit. Perbedaan kelakuan dia yang dulu dan yang sekarang bisa Kamu sampaikan lewat perbandingan: “Dulu aku suka banget kalau kamu cium kening aku sebelum kerja. Kok sekarang keningku gak pernah dicium lagi?”

Baca Juga: 6 Kriteria Yang Pas Untuk Menjadikan Dia Seorang Suami

Nah kalau perbandingannya seperti itu, saya yakin pasangan Kamu akan berpikir ulang tentang kebaikan-kebaikannya di masa lalu. Hasilnya, kemungkinan besar ia akan mengulangi lagi kebaikan itu untuk Kamu.

Sampai di sini kamu mulai paham?

Apa pun yang dibandingkan dengan mantan, teman, orangtua, dan orang lain SELALU berakhir buruk. Serius jangan pernah lakukan hal ini.

Tapi bagaimana kalau pasangan yang malah suka membanding-bandingkan Kamu dengan mantannya?

Langsung bicarakan baik-baik tapi tegas kalau hubungan ini kalian yang menjalani, bukan antara kamu dengan mantan atau orang lain. Dulu pasangan saya sering keceplosan membandingkan saya dengan temannya, jawaban saya: “Sekarang kamu pacaran sama aku, bukan sama dia.” Titik.

Terus kalau dia masih ngotot membanding-bandingkan gimana dong?

Ya sesekali bandingkan juga dia sama orang lain, biar tahu rasa. Asal jangan keterusan dan tetap TEGASKAN bahwa Kamu tidak mau dibandingkan dengan orang lain. Mau bagaimanapun, ini hubungan kalian berdua; bukan bertiga, berempat, atau berlima.

Baca Juga: Hati-hati, Guys Kalau Kamu Jomblo! Ini Dampak Buruknya Buat Hidupmu!

So, mulai sekarang jadilah lebih dewasa dalam menjaga hubungan dan BERHENTI membanding-bandingkan pasangan sebelum terlambat. Kalau salah satu pihak sudah merasa dirinya lebih rendah dari orang lain, bisa dipastikan hubungan Kamu tidak akan bertahan lama. Sayang sekali kan kalau hubungan harus berakhir gara-gara keseringan dibanding-bandingkan?

Yuk segera berubah jika Kamu masih sering melakukan hal ini, dan jangan lupa share artikel ini ke pasangan Kamu agar tidak melakukan hal yang sama.