Punya Temen Yang Suka Caper? Eits Jangan Emosi Dulu, Mungkin Dia Mengidap Gangguan Ini

 

Dalam hidup kamu, pasti kamu pernah punya teman yang hobi cari perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Dia akan melakukan segala macam cara agar dia tetap menjadi pusat perhatian. Ternyata perilaku seperti ini bisa jadi salah satu bentuk penyimpangan. Orang tersebut mungkin gak menyadari bahwa dia mengidap suatu kelainan perilaku.

Kelainan perilaku yang mungkin diderita si pencari perhatian dikenal dalam dunia kesehatan mental dengan istilah histrionik. Berikut adalah penjelasan histrionik yang dikutip dari hallosehat.com

Apa sih kelainan perilaku histrionik?

Source: www.healthline.com

Histrionik adalah gangguan kepribadian yang membuat penderitanya kesulitan memahami citra dirinya sendiri.

Kelainan perilaku histrionik adalah sebuah gangguan kepribadian yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan memahami citra dia sendiri. Penderita histrionik cenderung membutuhkan pengakuan dan pujian dari orang lain sebagai tolak ukur untuk menilai dia sendiri. Akibatnya, orang tersebut jadi haus akan perhatian. Dia akan melakukan berbagai cara agar keberadaan atau pengaruhnya diakui oleh orang lain, misalnya dengan bersikap dramatis atau berlebihan.

Para pakar psikologi sepakat bahwa kelainan perilaku histrionik bukanlah sebuah gangguan yang cukup serius atau berbahaya. Jangan salah loh, penderita histrionik justru biasanya pandai bersosialisasi dan membangun relasi dengan orang baru. Tapi, pada beberapa kasus, penderita histrionik akut bisa mengalami depresi dan gangguan waham (delusi). Selain itu, berbagai komplikasi yang ditimbulkan kelainan perilaku histrionik misalnya dalam ranah sosial dan profesional akan membuat penderitanya kesulitan menjalani fungsi normal sehari-hari. Sebaiknya penderita histrionik segera menemui psikolog atau psikiater untuk mencegah berkembangnya kelainan ini.

Baca Juga: Lagi Stres? Jangan Makan Makanan Ini Kalo Gak Mau Makin Stres

 

Apa aja sih gejala kelainan perilaku histrionik?

Source: www.deviantart.com

Gak cuma mencari perhatian, penderita histrionik akan menunjukan gejala lainnya.

Selain cari perhatian, penderita kelainan perilaku histrionik juga akan menunjukkan gejala-gejala lainnya. Jadi kalo kamu atau orang yang kamu kenal memiliki tanda-tanda dan gejala berikut ini, jangan ragu untuk menghubungi tenaga kesehatan mental profesional.

- Merasa gak nyaman ketika dia gak menjadi pusat perhatian

- Cenderung berpakaian atau berperilaku secara sensual dan provokatif di sekitar orang lain

- Emosi yang berubah-ubah secara drastis dan cepat

- Bertingkah dramatis seolah-olah sedang berakting di hadapan penonton, sering kali dengan ekspresi dan emosi yang berlebihan

- Gaya bicaranya seperti dibuat-buat dengan nada dan volume suara yang cukup nyaring supaya orang lain bisa menyadari saat dia sedang berbicara

- Sangat peduli terhadap penampilan fisik dan gak jarang untuk memanfaatkan penampilannya untuk menarik perhatian

- Menunjukkan sikap egois dan kurang peduli terhadap orang lain

- Senantiasa mencari pengakuan, persetujuan, dan penegasan dari orang lain

- Gak bisa menerima masukan, kritik, dan perbedaan pendapat dengan baik

- Bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu

- Membuat keputusan yang terburu-buru

- Sangat mudah dipengaruhi, dibujuk, dan dirayu oleh orang lain

- Cepat marah dan stres

- Cepat bosan dengan rutinitas dan keadaan sehingga penderita histrionik sering terdorong untuk mencari hobi, pekerjaan, kekasih, atau lingkungan pergaulan baru tanpa menyelesaikan atau menggubris yang lama

- Sering menyalahkan orang lain atau situasi ketika merasa gagal atau membuat kesalahan

- Melebih-lebihkan keseriusan atau intensitas hubungan yang dijalin dengan orang lain

- Mengancam untuk melarikan diri, menyakiti diri sendiri, atau bunuh diri demi mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain

 

Penyebab Kelainan Perilaku Histrionik

Source: www.elitereaders.com

Perilaku histrionik dapat disebabkan faktor biologis, biasanya dipengaruhi oleh genetik. Jika dalam keluarga seseorang ada riwayat kelainan perilaku histrionik, dia pun jadi lebih berisiko menderita kelainan tersebut.

Sampai saat ini, penyebab pasti kelainan perilaku histrionik pada seseorang belum ditemukan. Akan tetapi, para peneliti mengamati bahwa gangguan kepribadian ini bisa muncul baik karena faktor biologis maupun karena faktor lingkungan. Faktor biologis biasanya dipengaruhi oleh genetik. Jika dalam keluarga seseorang ada riwayat kelainan perilaku histrionik, dia pun jadi lebih berisiko menderita kelainan tersebut.

Baca Juga: Atasi Pegal-Pegal Karena Posisi Tidur dengan Cara Ini!

 

Sementara itu, peran lingkungan biasanya lebih mudah untuk diamati dalam munculnya kelainan perilaku histrionik. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh kelainan perilaku histrionik bisa dipelajari dan ditiru oleh seorang anak dari sosok yang membesarkannya seperti orang tua atau pengasuh. Selain itu, anak juga bisa menunjukkan gejala-gejala histrionik kalo gak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya, meskipun orang tuanya gak menderita kelainan perilaku histrionik. Hal ini akan jadi semakin parah kalo orang tua atau pengasuhnya gak bisa mendisiplinkan atau mengendalikan tingkah laku anak yang suka cari perhatian tersebut.

 

Bisakah kelainan ini disembuhkan?

Source: www.virtualwritingtutor.com

Kelainan perilaku histrionik sulit untuk disembuhkan karena biasanya si penderita akan menolak penyembuhan. Dia gak akan mengakui dengan mudah bahwa dirinya mengidap sebuah kelainan perilaku, bukan sekadar suka cari perhatian. Tapi, biasanya semakin penderita histrionik beranjak dewasa, dia pun semakin bisa mengendalikan gejalanya. 

Perawatan yang disarankan bagi orang dengan kelainan perilaku histrionik biasanya berupa psikoterapi. Psikoterapi ini umumnya berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama sampai penderita histrionik bisa menilai dirinya sendiri tanpa pengakuan atau penegasan dari orang lain. Kali orang dengan kelainan perilaku ini mengidap depresi atau kecemasan, biasanya psikolog akan merujuk pada psikiater yang akan meresepkan obat penenang atau antidepresan.

Baca Juga: Bukan Cuma Enak, Kuaci Juga Kaya Manfaat!

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...