Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Penjelasan dari Meme #UntukmuYaLord, Selalu Ada Pengorbanan di Balik Sifat Tunduk Manusia

Soyid Prabowo Nov 23, 2018 8:10 AM
Pernah gak sih terlintas di pikiran kalian kalau kalian itu bersyukur dilahirkan sebagai manusia? Ya tentunya dengan segala kekurangan yang kalian miliki. Meskipun terkadang kekurangan yang manusia mi

Pernah gak sih terlintas di pikiran kalian kalau kalian itu bersyukur dilahirkan sebagai manusia? Ya tentunya dengan segala kekurangan yang kalian miliki. Meskipun terkadang kekurangan yang manusia miliki justru menjadikannya sebagai alasan untuk tunduk atau takut terhadap sesuatu, tapi di balik itu semua selalu ada sebuah pengorbanan.

Manusia adalah makhluk yang unik, selain memiliki akal, manusia juga dianugerahi sifat dan karakter yang beragam. Hal inilah yang seharusnya membuat kita bangga dan bersyukur karena terlahir sebagai manusia. Coba kalian bayangkan kalau saja kalian terlahir sebagai nyamuk yang masa hidupnya hanya 10-56 hari, itupun dengan catatan gak mati ditepok tangan manusia.

Menurut Florence Littauer dalam buku Personality Plus yang ditulisnya, ia membagi sifat atau karakter manusia menjadi empat macam, yaitu:

  1. Koleris yaitu selalu ingin tampil terdepan, bersifat keras seperti komandan tempur.
  2. Sanguin yaitu periang, hampir tak pernah terlihat susah namun sering lupa dan selalu ingin mendapat perhatian orang lain.
  3. Melankolis yaitu serius, sistematis dan selalu memikirkan sebuah tindakan hingga matang sebelum melakukannya.
  4. Plegmatis yaitu pasrah, tidak suka bertengkat dan lebih memilih untuk nurut dan mengikuti hal yang dianggapnya paling mudah.

Kira-kira dari keempat sifat atau karakter manusia di atas, kalian termasuk yang mana nih? Nah, terlepas dari segala karakter yang ada di atas, sepertinya ada satu yang kurang. Apa sih itu? Dari keempat karakter manusia yang ada, pada dasarnya manusia cenderung akan mudah tunduk pada suatu hal, terlepas dari seberapa kuatnya manusia tersebut. Sepertinya kata pepatah lama, “di atas langit masih ada langit.” Masih gak percaya? Mungkin meme #UntukmuYaLord berikut ini bisa menjelaskan!

1. Tunduk Pada Dosen Pembimbing

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Revisi 3 bab ini saya tunggu Rabu depan ya. #UntukmuYaLord πŸ“·: @selintangtilut

A post shared by :Dagelan - Asikin aja lagiii (@dagelan) on

Sifat atau karakter ini biasanya dimilki oleh para mahasiswa akhir yang lagi sibuk skripsian, apakah diantara kalian ada yang sedang mengalaminya? Atau masa-masa ini sudah pernah kalian lewati? Umumnya mahasiswa akan mudah tunduk dengan dosen pembimbing, gak peduli seberapa pintar dan rajinnya mahasiswa tersebut, misalnya disuruh revisi proposal penelitian berkali-kali mau gak mau ya harus dituruti (daripada gak lulus), belum lagi kalau ternyata dosen pembimbing mendadak membatalkan jadwal bimbingan seenak jidat. Mahasiswa pada dasarnya cuma bisa pasrah dan mengikuti kemauan dosen, tapi itu adalah bentuk pengorbanan supaya bisa lulus, jadi gak ada acara lain selain menjalaninya dengan tabah.

 

2. Calon Mertua My Lord

Nah kalau yang biasanya memiliki karakter tunduk kepada calon mertua adalah manusia yang sedang berjuang untuk mendapat restu supaya bisa menikahi anaknya. Cara satu-satunya yang bisa dilakukan ya cuma pengorbanan, karena kalau berani melawan bisa-bisa gak bakal dapet restu. Karena tanpa itu semua, dijamin bakal keringet dingin waktu calon mertua nanya, “Kamu memangnya punya apa berani-beraninya ngajak nikah anak saya?” tinggal jawab aja, “Aku siap berkorban apapun demi membahagiakannya, meski harus menjadi budakmu, meski harus mengarungi lautan, membelah bulan dan memadamkan matahari.”

 

3. Uang Suami Uang Istri, Uang Istri Ya Uang Istri

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Aku serahkan semuanya padamu, istriku πŸ™‡πŸ»‍♂️#UntukmuYaLord

A post shared by :Dagelan - Asikin aja lagiii (@dagelan) on

Gak peduli seberapa besar gaji kamu dan jabatan kalian di kantor, karena ada kalanya ketika kalian sudah menikah, bos kalian tetaplah istri kalian. Kalian akan tunduk kepadanya sambil menyerahkan gaji bulanan kalian dan berkata, “Istriku, ini aku persembahkan untukmu uang gaji bulananku, terserah kau gunakan apa saja yang penting nafkah untukmu dari diriku ini tercukupi, tapi jangan lupa ke salon ya supaya kamu tambah cantik.” Khusus untuk sifat ini sepertinya para suami yang tunduk dan takut pada istri bukan karena mereka menunjukan kelemahannya, namun semata-mata hal itu dilakukan atas dasar cinta dan bentuk pengorbanan (ecieee…..).

Dari ketiga contoh di atas, pada dasarnya manusia akan rela tunduk bila hal tersebut dianggap pantas untuk dilakukan karena sebagai bentuk pengorbanan dan perjuangan. Jadi, sebenarnya gak selamanya sikap manusia yang mudah tunduk itu identik dengan kelemahan, karena bisa saja manusia itu sedang dalam proses berkorban dan berjuang.

Kalau kalian? Hal apa sih yang biasanya membuat kalian berada pada kondisi seperti di atas? Yuk, sharing di kolom komentar!