Rujak adalah makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu atau kuah yang dicampuri cabe. Rujak bisa ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dan di sana disebut rojak.

Di Indonesia sendiri, rujak punya banyak variasi dari berbagai daerah. Berikut adalah beberapa jenis rujak yang bisa kamu coba.


1. Rujak Kuah Pindang


Yang membedakannya dengan rujak biasa adalah pelengkapnya, yaitu kaldu yang terbuat dari ikan, garam, terasi, dan cabai

Source: cookpad.com

Rujak Kuah Pindang adalah kombinasi dari beberapa buah-buahan segar yang diberi kaldu.


Rujak Kuah Pindang adalah kombinasi dari beberapa buah-buahan segar yang hampir mirip dengan rujak pada umumnya. Contoh buah yang digunakan mirip dengan rujak lain seperti bengkuang, pepaya, kedondong, mentimun, belimbing, dan lain-lain. Buah-buahan ini dikupas lalu dipotong kecil-kecil. Yang membedakannya dengan rujak biasa adalah pelengkapnya, yaitu kaldu yang terbuat dari ikan, garam, terasi, dan cabai. Semua bahan pelengkap itu digiling sampai lembut, tapi gak ditambahkan air lagi karena dicampur kuah pindang (kaldu ikan) yang udah encer.


2. Rujak Cingur


Dinamai rujak cingur karena rujak ini menggunakan bahan dari irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalamnya

Source: pesona.travel

Dinamai rujak cingur karena rujak ini menggunakan bahan dari irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalamnya.


Dalam bahasa Jawa kata cingur berarti "mulut". Dinamai rujak cingur karena rujak ini menggunakan bahan dari irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalamnya. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah seperti timun, kerahi (krai, yaitu sejenis timun khas Jawa Timur), bengkuang, mangga muda, nanas, kedondong, lalu ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo, cingur, serta sayuran seperti kecambah/taoge, kangkung, dan kacang panjang.

Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Berbagai Jenis Sate yang Ada di Indonesia!

Semua bahan dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, dan irisan tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua bumbu dicampur dengan cara diulek, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak ulek. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.


3. Rujak Soto


Masakan ini adalah paduan unik antara rujak sayur dengan soto

Source: www.indonesiakaya.com

Rujak soto adalah paduan unik antara rujak sayur dengan soto, bisa soto daging (daging sapi) atau soto babat. 


Rujak Soto adalah masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini adalah paduan unik antara rujak sayur dengan soto, bisa soto daging (daging sapi) atau soto babat. Bahkan ada yang memadukan dengan soto ayam atau soto ceker (kaki ayam), ini biasa dilakukan sebagai alternatif saat mau menikmati rujak soto tapi harga daging sedang melambung.

Biasanya rujak disajikan lebih dahulu, baru disiram dengan kuah soto berikut dagingnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya. Rujak soto kadang disajikan dengan es temulawak.


4. Rujak Petis


Bedanya, rujak petis gak menggunakan cingur, melainkan tempe dan tahu

Source: www.pegipegi.com

Ciri khas rujak satu ini karena menggunakan sambal petis udang ditambah sambal kacang.


Rujak satu ini memadukan buah dan sayur. Jenis buah dan sayur yang digunakan gak jauh beda dengan rujak cingur. Bedanya, rujak petis gak menggunakan cingur, melainkan tempe dan tahu. Rujak ini jadi semakin unik karena adanya sambal petis udang plus sambal kacang.

Baca Juga: 5 Jenis Teh Indonesia Paling Diminati, yang Jenis Teh Favoritmu?


5. Rujak Juhi


Juhi adalah cumi-cumi yang udah melalui proses fermentasi dan dikeringkan

Source: beritasatu.com

Rujak juhi menggunakan juhi sebagai bahan utamanya. Juhi adalah cumi-cumi yang udah melalui proses fermentasi dan dikeringkan.


Rujak juhi menggunakan juhi sebagai bahan utamanya. Juhi adalah cumi-cumi yang udah melalui proses fermentasi dan dikeringkan. Nama juhi sendiri diberikan oleh orang-orang tiongkok yang sangat menyukai jenis olahan ini. Bahan seperti kol, kentang, selada, dan timun jadi bahan pelengkap makanan ini.

Seperti rujak pada umumnya, rujak juhi juga menggunakan bumbu atau saus sebagai penambah cita rasa. Satu yang membedakan rujak juhi dengan rujak lainnya, rujak juhi gak menggunakan saus yang diolah menggunakan gula jawa dan cabai, melainkan saus kacang yang segar. Saus kacang ini disiram pada bagian atas sayurannya. Gak ketinggalan kerupuk mie yang jadi kudapan pelengkap pada kuliner khas tanah Betawi ini.


6. Rujak Mie


Rujak mie adalah hasil perpaduan antara pempek dan rujak

Source: gayahidupkitasehat.blogspot.com

Rujak mie adalah hasil perpaduan antara pempek dan rujak.


Ada satu jenis rujak unik dari pulau Sumatera, tepatnya dari Palembang. Rujak yang ini gak berisi buah-buahan. Rujak mie adalah hasil perpaduan antara pempek dan rujak. Uniknya, rujak mie lebih mengutamakan bahan mie. Ada mie kuning dan soun, lalu ditambahkan potongan timun, pempek, dan disiram kuah cuko yang pedas-gurih-manis.

Baca Juga: Awas Muntah! Makanan dan Minuman yang Terbuat dari Kotoran Hewan dan Manusia


7. Rujak U Groh


Rujak ini menggunakan batok kelapa yang masih rapuh sehingga terasa lembut dan renyah saat dikunyah

Source: steemitimages.com

Rujak ini menggunakan batok kelapa yang masih rapuh sehingga terasa lembut dan renyah.


Di Aceh Besar, ada satu rujak yang hanya memakai satu bahan, yaitu rujak u groeh. Rujak ini menggunakan batok kelapa yang masih rapuh sehingga terasa lembut dan renyah saat dikunyah. Pemakaian bumbunya juga terbilang unik, yaitu campuran gula merah, cabai, tepung roti, dan perasan jeruk nipis. Konon, rujak ini cuma ada di Aceh Besar.

Baca Juga: Cocoklogy! Yuk, Tebak Kepribadian si Dia Lewat Makanan. Bener Gak Ya?