Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Novel Horor Ini Ditulis Berdasarkan Kisah Nyata, Berani Baca?

Nurus Sobah Nov 25, 2018 7:00 AM
Pecinta novel horor pasti suka, tentu aja. Tapi kalo kalian benar-benar ingin membaca novel yang lebih menakutkan dan nyata: ini dia, enam novel mengerikan yang diambil dari peristiwa kehidupan nyata.

Source:https://www.thrillist.com/entertainment/nation/best-horror-books-scary-novels-must-read

Dari "Dracula" sampai "The Shining," gak ada kekurangan dari novel horor yang mengerikan di luar sana. Pecinta novel horor pasti suka, tentu aja. Tapi kalo kalian benar-benar ingin membaca novel yang lebih menakutkan dan nyata: ini dia, enam novel mengerikan yang diambil dari peristiwa kehidupan nyata.

 

1. "The Stranger Beside Me" oleh Ann Rule

Source:http://www.harryhartog.com.au/new-book/the-stranger-beside-me/9780751508185/buy-online

Saat berbicara tentang novel true-crime, ada satu nama yang populer: Ann Rule. Gaya tulisannya cendrung mudah dipahami dan terobsesi dengan kegelapan. Tapi rahasia sebenarnya mungkin ada dalam buku pertamanya, "The Stranger Beside Me." Ini menceritakan kisah bagaimana Rule sendiri bertemu dan berteman dengan Ted Bundy seorang pembunuh berantai bertahun-tahun sebelum ia memulai pembunuhan besar-besaran. Dalam novel ini juga menceritakan bagaimana dia membantu Bundy menjalani terapi di pusat krisis untuk orang-orang yang menderita gangguan psikologis dan ingin bunuh diri. Juga mengisahkan bagaimana dia perlahan-lahan menyadari bahwa temannya adalah seorang pembunuh.

 

2. "In Cold Blood" oleh Truman Capote

Source: http://robertwservice.blogspot.com/2014/01/in-cold-blood-truman-capote-quoted-men.html?m=1

Karya ikonik lain dalam true-crime, novel berhasil mengangkat karier penulisnya. Karya Truman Capote tahun 1965 "In Cold Blood" melukiskan potret mengerikan tentang jenis kekerasan khas Amerika. Gak seperti kebanyakan penulis, dia gak memiliki hak istimewa untuk perspektif orang pertama. Dia melakukan wawancara dan pekerjaan detektif. Dia dengan susah payah menciptakan ulang malam ketika Dick Hickok dan Perry Smith dengan kejam membunuh satu keluarga beranggotakan empat orang di komunitas pertanian kecil, serta minggu-minggu menjelang, dan bulan-bulan berikutnya. Dia menuliskan kembali bagaimana dan mengapa kejadian itu terjadi dengan sangat apik.

 

3. "Hell's Princess" oleh Harold Schechter

Source: https://www.amazon.com/Hells-Princess-Mystery-Gunness-Butcher/dp/1477808957

Harold Schechter telah membuat membuat namanya naik dengan tulisannya tentang beberapa tokoh terkenal dalam sejarah, termasuk Albert Fish ("Deranged") dan H.H. Holmes ("Depraved"). Tapi "Hell's Princess" adalah sesuatu yang berbeda. Belle Gunness mungkin lebih kejam dari Albert Fish ataupun H.H. Holmes. Dia merupakan contoh langka dari seorang pembunuh berantai wanita yang kasar. Korbannya adalah pria pelamarnya. Dia membawa mereka ke peternakannya di Indiana bersama semua harta mereka. Korbannya mungkin melampaui jumlah pembunuhan Fish's dan Holmes, dengan 28 kematian. Juga, gak seperti pembunuh yang lebih terkenal, Gunness gak pernah tertangkap.

 

4. "The Hot Zone" oleh Richard Preston

Source: https://www.amazon.com/Hot-Zone-Terrifying-Story-Origins/dp/1442386509

Wah, mari kita istirahat sejenak dari para pembunuh. Ada banyak genre horor lain di luar sana. Contohnya novel karya Richard Preston "The Hot Zone," misalnya. Kalo kalian pernah bertanya-tanya bagaimana mudahnya virus yang relatif gak dikenal - seperti Ebola pada tahun 1989 - tiba-tiba, secara eksplosif menyebar ke masyarakat di seluruh dunia, ternyata jauh lebih mudah daripada yang kalian sangka.

 

5. "The Road to Jonestown" oleh Jeff Guinn

Source: http://www.simonandschuster.com/books/The-Road-to-Jonestown/Jeff-Guinn/9781476763835

Pada bulan November 1978, Jonestown menjadi situs bunuh diri terbesar yang diketahui dalam sejarah saat lebih dari 900 orang meminum Flavoraid dengan sianida (bukan Kool-aid, seperti yang biasanya dilaporkan), baik secara sukarela atau dengan kekerasan. Tapi sebelum Jim Jones menjadi pemimpin sekte megalomaniak klasik tersebut, dia adalah seorang pendeta Kristen dengan kecenderungan Marxis dan filosofi persamaan ras. Satu hal yang gak pernah berubah adalah dia gak pernah jauh dari pusat perhatian. Novel "The Road to Jonestown" membawa kalian ke tempat asal Jones, ke “People's Temple” di California, sampai tragedi “Jonestown” di Guyana.

 

6. "The Spider and the Fly" oleh Claudia Rowe

Source: https://www.seattletimes.com/entertainment/books/the-spider-and-the-fly-tangled-strands-between-a-reporter-and-a-serial-killer/

Seperti karya terkenal Ann Rule, Claudia Rowe "The Spider and the Fly: A Reporter, Serial Killer, and Meaning of Murder" menceritakan kisah hubungan pribadinya dengan seorang pembunuh. Tapi gak seperti Rule, Rowe gak menjangkau subjeknya, Kendall Francoise, sampai setelah polisi menemukan mayat korbannya disembunyikan di dinding rumah yang dia bagi. Ini lebih dari sekadar tentang dorongan kasar Francoise untuk membunuh, tapi ini adalah pengakuan dari si penulis, dan barangkali si pendengar yang memiliki obsesi gelap.