Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang gak dibuahi. Menstruasi pasti akan terjadi pada semua wanita yang normal.

Sampai saat ini, masih banyak banget mitos menstruasi yang masih diyakini oleh banyak perempuan Indonesia. Katanya perempuan gak boleh keramas selama lagi “dapet”, menghindari minum dingin, juga gak boleh berenang. Tapi, apakah mitos-mitos ini sepenuhnya benar? Cek di sini kebenarannya.

 

1. Menstruasi Adalah Cara Tubuh Membersihkan Dirinya Sendiri

Source: kaurlife.org

Menstruasi menandai akhir dari rutinitas bulanan rahim, di mana lapisan jaringan rahim tumbuh sebagai persiapan akan kehadiran embrio.

Darah haid seringkali dibilang sebagai “darah kotor”, sehingga menstruasi dianggap sebagai cara bagi tubuh untuk ‘membersihkan’ diri  sendiri setiap bulan. Sekilas, pernyataan ini begitu sangat ilmiah, Tapi menurut Maria Sophocles, M.D dokter kebidanan dan kandungan mengatakan kalo dilihat secara teori, anggapan tersebut adalah salah. Menstruasi menandai akhir dari rutinitas bulanan rahim, di mana lapisan jaringan rahim tumbuh sebagai persiapan akan kehadiran embrio. Nah, kalo gak ada embrio yang hadir, maka jaringan ini akan luruh bersama darah. Hal inilah yang disebut dengan menstruasi.

 

2. Minum Dingin Menunda Datangnya Menstruasi

Source: www.pegipegi.com

Pasalnya menstruasi berhubungan langsung dengan sistem reproduksi wanita, sedangkan minum dan makan berhubungan dengan sistem pencernaan.

Banyak orang percaya kalo mengonsumsi minuman dingin saat menstruasi akan menunda datangnya si tamu bulanan, karena darah haid akan membeku “kedinginan” dan dinding rahim mengeras. Faktanya, minuman dingin gak berpengaruh apapun pada kelancaran atau terhambatnya menstruasi seseorang.

 

Pasalnya menstruasi berhubungan langsung dengan sistem reproduksi wanita, sedangkan minum dan makan berhubungan dengan sistem pencernaan. Sehingga secara medis gak benar adanya pengaruh antara minuman yang kamu konsumsi dengan adanya gangguan pada haid karena sistem pencernaan dan sistem reproduksi terpisah dan gak ada hubungannya satu sama lain.

Perlu diketahui kalo pada dasarnya ada tiga penyebab yang membuat menstruasi seseorang gak lancar. Pertama, masalah pada dinding rahim. Kedua, masalah hormonal dari indung telur sehingga gak haid. Sedangkan yang terakhir, masalah dari hormonal otak seperti stres, olahraga yang berlebihan dan lain sebaginya. Jadi, air dingin bukan menjadi penyebab siklus menstruasi terhambat.

Baca Juga: Jangan Lakukan 7 Hal Ini Karena Bisa Mengganggu Tidur Kamu

 

3. Dilarang Keramas saat Menstruasi

Source: daisychainsintherain.wordpress.com

Sakit kepala tersebut berkaitan dengan premenstrual syndrome (PMS), bukan disebabkan oleh keramas.

Selain dilarang minum dingin, mitos seputar menstruasi lainnya adalah soal larangan keramas saat menstruasi. Sekalipun ingin keramas lebih baik menggunakan air hangat daripada air dingin. Mitos itu beredar karena adanya kepercayaan kalo sedang menstruasi maka pori-pori kulit kepala akan terbuka lebar sehingga rentan mengalami sakit kepala.

Faktanya, menstruasi gak berkaitan dengan seseorang perlu keramas atau gak. Gak dipungkiri kalo selama menstruasi wanita memang akan merasakan hal-hal yang gak nyaman seperti sakit kepala. Tapi, sakit kepala tersebut berkaitan dengan premenstrual syndrome (PMS), bukan disebabkan oleh keramas. Keramas justru dibutuhkan untuk menjaga kebersihan organ tubuh. Kalau rambut bersih dan wangi, kamu tentu juga lebih nyaman dan percaya diri, kan?

 

4. Minum Soda Mempercepat Menstruasi

Source: abcnews.com

Makanan dan minuman yang kamu konsumsi gak mempengaruhi jalannya menstruasi menjadi lebih cepat atau lebih lambat.

Mitos menstruasi yang satu ini pada dasarnya sama dengan soal larangan minum air dingin saat menstruasi. Jadi, mitos soal minum soda bisa memperlancar menstruasi sampai saat ini gak bisa dibuktikan kebenaran secara ilmiah. Hal ini disebabkan makanan dan minuman yang kamu konsumsi gak mempengaruhi jalannya menstruasi menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Karena pada dasarnya makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang akan berjalan masuk ke lambung dan usus. Sedangkan menstruasi sendiri itu terjadi di rahim atau saluran reproduksi. Jadi, gak ada hubungannya antara lambung dengan saluran reproduksi.

Baca Juga: Gak Perlu Makeup Tebal, Lakukan 5 Cara Ini Untuk Pancarkan Kecantikan Alamimu, Girls!

 

5. Siklus Menstruasi Harus 28 Hari

Source: www.todayifoundout.com

Gak semua wanita punya siklus menstruasi selama 28 hari

Pertama-tama, penting untuk dipahami bahwa siklus menstruasi setiap wanita gak selalu sama. Itu sebabnya, gak semua wanita punya siklus menstruasi selama 28 hari. Jadi, kamu gak perlu khawatir kalau siklus menstruasi kamu lebih pendek atau lebih panjang dari 28 hari. Pasalnya, wanita punya siklus menstruasi berkisar dari 21-35 hari. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal misalnya, fluktuasi berat badan, kegiatan yang sedang dijalani, stres, pengobatan, dan lainnya. Gak hanya itu, seiring dengan bertambahnya usia, siklus menstruasi bagi sebagian wanita akan memendek.

 

6. Gak Boleh Berenang

Source: www.ubykotex.com

Seseorang yang biasanya memilih untuk gak berenang pada dasarnya karena rasa kurang nyaman.

Saat menstruasi, seseorang mungkin akan memilih untuk gak berenang. Selain takut karena warna air kolam yang bisa berubah jadi merah, mereka juga menilai tekanan air pada kolam renang bisa menghentikan siklus menstruasi. Padahal, berenang gak akan menyebabkan apapun pada seseorang yang sedang menstruasi. Seseorang yang biasanya memilih untuk gak berenang pada dasarnya karena rasa kurang nyaman. Tapi, hal itu bukanlah persoalan besar yang harus diributkan.

Baca Juga: Pengen Aura Kamu Terlihat Menarik? Lakukan 6 Hal Ini!

Gak hanya itu. Katanya, perempuan gak boleh berenang di laut saat sedang haid karena takut dimangsa hiu yang mencium bau darah. Tapi pada kenyataanya, angka serangan hiu lebih banyak dialami pria dibanding wanita dengan rasio 9:1. Sampai saat ini bahkan belum ada penelitian yang membuktikan kalo wanita yang sedang menstruasi mengalami insiden serangan hiu yang lebih tinggi dibanding orang lainnya.