Berbicara tentang jajanan khas Sunda gak akan ada habisnya. Ada banyak jenis jajanan yang udah dikenal luar Sunda, seperti cilok, siomay, batagor, combro, misro, gemblong, cilok, dan masih banyak lagi. Sayangnya, gak senasib dengan jajanan-jajanan tersebut, ada jajanan khas Sunda yang kurang begitu dikenal. Tapi, jangan salah. Walaupun kurang populer, rasanya dijamin enak!

Berikut adalah beberapa jajanan Sunda yang gak begitu populer, tapi rasanya dijamin enak! Cekidot, Guys!

 

1. Balok Menes dan Balok Cioda

Source: twitter.com

Terbuat dari singkong yang dicampur dengan ampas kelapa atau serundeng dan dibentuk balok.

Makanan sunda ini bukan terbuat balok ya, Tapi terbuat dari singkong yang dicampur dengan ampas kelapa atau serundeng dan dibentuk balok. Balok menes ada dua macam, yaitu balok cioda dan balok menes. Makanan ini banyak ditemukan di Pandeglang, Banten.

 

2. Galendo

Source: tokopedia.net

Galendo terbuat dari ampas kelapa yang dimasak.

Galendo adalah makanan tradisional khas sunda yang berasal dari kabupaten ciamis. Galendo terbuat dari ampas kelapa yang dimasak. Galendo biasanya disajikan sebagai makanan ringan atau makanan penutup. Saat ini udah banyak toko oleh-oleh yang menyediakan galendo.

Baca Juga: Kota Dengan Makanan Terbaik di Dunia, Menurut TripAdvisor

 

3. Awug

Source: kompasiana.com

Awug merupakan jajanan yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan air, garam, gula merah dan kelapa parut.

Awug merupakan jajanan yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan air, garam, gula merah dan kelapa parut. Adonan tersebut dibentuk menyerupai kerucut dan dikukus. Nantinya, jajanan ini disajikan dalam bentuk potongan kecil.

 

4. Ali Agrem

Source: www.twgram.me

Bentuknya menyerupai donat yang bagian tengahnya berlubang.

Jajanan khas Sunda berikutnya yang gak kalah menggiurkan adalah Ali Agrem. Bentuknya menyerupai donat yang bagian tengahnya berlubang. Kue ini disebut ali agrem karena bentuknya menyerupai cincin, dalam bahasa Sunda cincin adalah ali. Kue berbahan tepung beras dicampur dengan gula merah lalu digoreng ini, dulu selalu hadir dalam berbagai acara yang berkaitan dengan tradisi yang berlangsung dalam masyarakat Sunda seperti pernikahan, khitanan, tujuh bulanan, ataupun dalam perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.

Baca Juga: Makanan Terbaik Dari Asia, Indonesia Juga Ada!

 

5. Jojorong

Source: ksmtour.com

Terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah.

Jojorong adalah makanan khas sunda dari Pandeglang, Serang Banten. Terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah. Jajanan ini disajikan dengan daun pisang sebagai bungkusnya. Biasanya jojorong dijadikan menu untuk buka puasa. Rasanya gurih manis bikin nagih.

 

6. Burayot

Source: tumblr.com

Jajanan ini terbuat dari terigu dan tape yang dicampur dengan gula merah dan putih.

Burayot berbentuk bulat dan agak lonjong. Jajanan ini terbuat dari terigu dan tape yang dicampur dengan gula merah dan putih. Adonan tersebut digoreng sampai kuning keemasan. Belakangan, mulai muncul varian burayot yang dikemas dengan aneka warna. Ada biru, hijau, sampai hitam.

Baca Juga: Jangan Lupa Beli 5 Oleh-oleh Enak Ini Kalau Mampir ke Sulawesi Selatan

 

7. Bugis

Source: summerbleeding.info

Kue bugis terbuat dari beras ketan dan dimasak dengan cara dikukus.

Kue bugis terbuat dari beras ketan dan dimasak dengan cara dikukus. Kue ini ada yang berwarna hijau dan hitam keunguan. Warna hijau pada kue berasal dari campuran daun suji, sedangkan warna hitam keunguan biasanya berasal dari ketan hitam.

Baca Juga: Buah Khas Indonesia Yang Hampir Punah, Yuk Lestarikan Lagi!

Kue ini biasanya diberi isian berupa parutan kelapa yang udah dicampur dengan gula merah. Sebelum dikukus, adonan kue bugis akan dibungkus dengan daun pisang. Daun pisang yang digunakan untuk membungkus kue harus dilunakkan dengan cara dibakar sebentar di atas api. Setelah dibakar, daun pisang harus diolesi minyak goreng supaya adonan gak lengket. Setelah itu, barulah adonan kue bugis bisa dibungkus dan dikukus.