Source: websta.one/tag/Generasi1JKT48

 

 

Semakin kamu dibatasi, seharusnya kamu semakin kreatif dan memanfaatkan keterbatasan itu dengan cara lain. Daripada minder, diam dan pasrah gitu aja. Mending kamu perhatikan produk rokok yang ada disekitar kamu deh. Pro dan kontra terhadap rokok ini akan membuat kamu mengerti bahwa keterbatasan hanyalah menjadikanmu semakin ‘bebas’ disaat tertentu. Dagelan akan memberikan beberapa fakta mengenai produk rokok dan mengambil hikmahnya sehingga bisa memicumu untuk tetap berkembang dan berpikir positif saat segala sesuatunya menjadi lembih sempit.

 

1. Iklan semakin dibatasi

Source: komunitaskretek.or.id

Di Indonesia, iklan rokok ditayangkan di media elektronik berdasarkan Pasal 29 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 109 tahun 2012, iklan rokok hanya boleh tayang pada pukul 21.30 sampai pukul 05.00 waktu setempat dan dilarang menunjukkan hal apapun mengenai rokok, entah adegan menghisap, memegang dan menunjukkan rokok itu sendiri. Walaupun dibatasi, hampir semua produk rokok mengakali hal tersebut dengan jenius. Tanpa kalian sadari, materi iklan ditampilkan dengan atraktif dan kreatif hingga menyentuh sisi psikologis penonton seperti kaum remaja.

Kebanyakan iklan rokok ini menunjukan sisi yang terlihat berani, santai, trendi, macho, kekompakan, optimis, kreatif, penuh petualangan, keakraban, gotong royong, toleransi, kejantanan dan hal-hal yang membanggakan dan mewakili suara hati anak muda loh. Selain itu, karakter pada gambar dan video pada iklan rokok adalah anak anak muda yang dikemas secara jantan, kekinian, keren dan menggunakan hal-hal yang melukiskan betapa keren dan hebatnya mereka yang ditujukan dengan produk rokok itu sendiri. Ada tampilan mobil mewah, sepeda motor kekinian, perempuan yang cantik dan sexy yang jadi pelengkap dari gambaran untuk memikat penonton.

Selain dari materi iklan, saat kesempatan iklan-iklan tayang setelah program tv yang biasanya berdurasi antara lima sampai sepuluh menit ini, iklan rokok ditayangkan lima sampai tujuh kali loh. Pengulangan ini sepertinya dilakukan untuk ‘menghajar’ keterbatasan yang mereka rasakan selama diberi kesempatan penayangan 6,5 jam saja dan itu pun saat orang lain tertidur lelap.

Karena keterbatasan ini, pihak perusahaan rokok pastinya ga bakal bisa dijadikan pihak yang bersalah dan merasa harus tanggung jawab kalau masih ada saja anak di bawah umur yang menonton. Hal ini sudah menjadi tanggungjawab orangtua sendiri. Bahkan banyak film remaja dan anak justru diputar diatas jam-jam tersebut loh, jadi siapa yang salah?

 

2. Walaupun waktu iklan di tv dibatasi, produk rokok punya acara lain yang ga bakal kamu sadari

Source: validnews.id

Keoptimisan ini semakin menjamur dan meluas tanpa kamu sadari. Di luar waktu televisi yang terbatas, produk rokok tetap menayangkan iklan lain seperti membuat kegiatan-kegiatan yang disponsori industri rokok. Seperti membiayai berbagai kegiatan remaja bahkan melakukan beasiswa pendidikan. Kegiatan-kegiatan yang dibiayai terfokus pada hobi-hobi yang banyak peminatnya dari remaja. Bahkan sampai konser musik, membuat yayasan, dan membantu atlit-atlit terbaik yang membuat harum bangsa. Citra baik ini menunjukkan bahwa perusahaan rokok ini pengertian banget sama remaja loh. Hingga akhirnya bisa saja merangsang keinginan remaja itu sendiri untuk mencoba produk sponsornya.

WHO juga mencatat secara global bahwa perusahaan rokok bisa mengeluarkan dana sampai US$ 8 miliar untuk mendanai kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Coba pikir lagi deh, walaupun rokok ini berbahaya untuk kesehatan kamu, kenapa mereka malah membantu masyarakat dalam kegiatan olahraga yang pastinya menyehatkan dan menyokong pendidikan dengan beasiswanya yaa? Keterbatasan ini yang membuat produk rokok berani menerjang kurungannya sendiri tanpa kamu sadari.

 

3. Iklan lain

Source: jakartaobserver.com

Terdapat iklan langsung yang berada di luar ruang, seperti papan reklame besar sampai stiker. Banyak papan reklame besar, papan reklame elektronik dan lampu hias jalan (lampost) di tempatkan pada posisi yang sangat strategis dan banyak dilewati dan menarik perhatian orang.  Seperti lintasan jalan utama dan jalan tol, jembatan penyeberangan, di sekitar kampus atau sekolah, taman kota, tempat pengisian bahan bakar mobil dan sebagainya. Sampai ke umbul-umbul yang ditempatkan di pinggir jalan utama yang nangkring mendominasi sepanjang jalan atau tempat-tempat tertentu dimana kegiatan promosi rokok sedang berlangsung loh. Adapun poster, spanduk dan stiker ditempel secara sembarangan, seperti di sepanjang jalan, dinding, pagar, pohon, tiang listrik, pembatas jalan dan sebagainya. Bahkan saat kamu sedang di warung kopi, ada perempuan cantik yang ‘berseragam’ yang suka merayu dan mendekati kamu sambil menyodorkan produk rokok agar kamu membelinya. Maksimal banget yaa :D

 

4. Banyak yang membencinya, banyak pula penikmatnya

Source: bungkusrokok.com

Banyak pro kontra terhadap rokok. Bahkan beberapa sebagian orang membencinya dan menolak secara keras bahaya rokok. Pemerintah memakai berbagai cara untuk mengatasi ini, seperti memberikan berbagai tulisan di kemasan rokok itu sendiri dengan kata-kata dan ilustrasi gambar yang menakutkan. Walaupun ada tulisan ‘rokok membunuhmu’, penikmat rokok tetap membelinya dan makin banyak yang ingin mencobanya. Kenapa yak? Yaa mau gimana lagi, produk ini bebas dijual dimana pun. Di minimarket, warung, toko kelontong, pedagang keliling dan sebagainya. Kamu bisa mendapatkan produk ini di mana saja dan ga perlu butuh banyak uang untuk membelinya. Bahkan yang kecanduan, uang sudah ga dipikirkan lagi. Ga apa-apa dibatasi, yang penting masih ada yang mau yaa :D

 

 

Dari produk rokok, kamu bisa belajar bahwa batasan itu bisa dijadikan pemicu kamu untuk tetap berkembang dan memaksimalkan keadaan. Segala cara bahkan sampai cara yang halus bisa kamu sampaikan tanpa melewati batas itu (atau bahkan sudah melampaui batas itu sendiri). Buat kamu yang pro atau kontra terhadap rokok, cara mereka yang cerdas bisa dijadikan pelajaran bahwa sempit itu ga selamanya pahit, malah menjadi tangga untuk menggapai keinginan kamu.

Bagaimana tanggapan kamu soal ini?