Kalo Kamu adalah pecinta kopi yang tiba-tiba berhenti minum kopi, kamu mungkin akan merasakan pening di kepala kamu. Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah Kamu mengalami sakit kepala karena berhenti mengkonsumsi kafein secara tiba-tiba? Atau apakah kafein adalah zat ajaib yang menutupi rasa sakit kepala kamu selama ini?

Yuk Guys simak ulasannya berikut ini untuk mengetahui apa yang terjadi, cekidoooot!

 

Kemungkinan Besar Kamu Mengalami Gejala Putus Kafein (Caffeine Withdrawal)

Source: www.vanquishheadacherelief.com

Putus kafein bisa dikatakan sebagai efek samping dari konsumsi kafein.

Putus kafein bisa dikatakan sebagai efek samping dari konsumsi kafein. Hal ini berupa gejala yang muncul saat seseorang berhenti minum kopi secara tiba-tiba. Meskipun kafein aman, zat tersebut bisa menimbulkan ketergantungan yang serius. Paling gak kafein dalam takaran 100 miligram (mg) per hari aja udah bisa bikin ketergantungan. Karena tubuh udah ketergantungan, berhenti mengonsumsi kafein pun akan memicu gejala putus kafein. Kamu mungkin masih tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari meski mengalami gejala putus kafein. Tapi, kondisi putus kafein ini dikategorikan sebagai gangguan mental pada American Psychiatric Association’s Diagnostic dan Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Baca Juga: Waspada, Ini Daftar Makanan yang Bisa Bikin Gigi Kamu Kuning

 

Hal yang Menyebabkan Seseorang Mengalami Gejala Putus Kafein

Source: twentytwowords.com

Gak semua orang mengalami gejala putus kafein saat sedang mencoba berhenti ngopi.

Gak semua orang mengalami gejala putus kafein saat sedang mencoba berhenti ngopi. Munculnya gejala tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal seperti ketergantungan pada kopi untuk membantu berkonsentrasi,  kecanduan berat dengan kopi, kandungan kafein dalam kopi yang dikonsumsi sangat tinggi, dan gak bisa melewatkan sehari pun tanpa ngopi.

Baca Juga: Seleb Pria Korea yang Terkenal Jago Masak, Husband Material Banget!

 

Ini yang Bakal Terjadi Kalau Berhenti Ngopi Tiba-Tiba

Source: youtube.com

Karena tiba-tiba terjadi perubahan pada keseimbangan zat kimia di otak saat Kamu berhenti ngopi, muncullah gejala putus kafein.

Kafein menyebabkan perubahan pada kadar zat kimia yang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal-sinyal informasi dalam otak melalui neurotransmitter. Zat-zat tersebut antara lain adalah asetilkolin, serotonin dan norepinefrin. Karena tiba-tiba terjadi perubahan pada keseimbangan zat kimia di otak saat Kamu berhenti ngopi, muncullah gejala putus kafein.

Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan adalah penurunan konsentrasi saat gak mengonsumsi kopi. Beberapa gejala ketergantungan lainnya yang juga bisa muncul di antaranya sakit kepala, lemas, gak enak badan, nyeri otot, sembelit, mual, mudah mengantuk, depresi, merasa grogi, dan cenderung merasa bad mood. Pola munculnya gejala putus kafein bisa berbeda pada beberapa orang. Gejala tersebut pada umumnya muncul 12 hingga 24 jam setelah konsumsi kafein terakhir dan bisa bertahan dalam hitungan dua sampai sembilan hari.

Baca Juga: Pecinta Teh, Wajib Cobain Teh dari Negara-Negara Ini!

Semakin sering Kamu minum kopi setiap hari, semakin besar pula kemungkinan Kamu mengalami gejala-gejala di atas saat berhenti ngopi. Mengonsumsi kafein kembali saat gejala putus kafein muncul akan cepat meringankan gejala putus kafein. Akan tetapi, Kamu jadi tambah susah untuk menekan kebiasaan ngopi yang terlalu banyak.

 

Bagaimana Mengatasinya?

Source: www.freshmobilesalon.com

Perbanyak minum air putih.

Kalo Kamu mau berhenti mengonsumsi kafein tapi udah ketergantungan, gejala putus kafein gak bisa dihindari lagi. Tapi, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melewati masa-masa penyesuaian tersebut:

- Jangan langsung berhenti. Sebaiknya kurangi jatah ngopi secara perlahan sampai Kamu bisa berhenti sepenuhnya.

- Perbanyak minum air putih.

- Ganti sumber kafein dengan yang lebih rendah kadar kafeinnya. Misalnya Kamu biasa minum minuman energi, ganti dulu dengan kopi. Kalau Kamu seringnya minum kopi, ganti dengan teh.

- Mulailah berolahraga rutin sebagai pengganti zat stimulan bagi otak.

- Tidur yang cukup untuk mengurangi rasa kantuk dan lelah.

Baca Juga: Cari Tahu Kepribadian Gebetan Lo Dari Pilihan Kopi Mereka!