Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Mengenal Kevin Carter, Fotografer yang Bunuh Diri Setelah Memenangkan Penghargaan Pulitzer Prize.

Fany Triany Mar 16, 2019 11:30 AM
kisah seorang wartawan foto yang bunuh diri setelah fotonya memenangkan penghargaan. mengapa?

Kevin Carter adalah seorang wartawan foto Afrika Selatan pemenang penghargaan fotografi Pulitzer Prize untuk foto seorang anak dan burung bangkai di Sudan pada tahun 1994. Dia bunuh diri dua bulan setelah memenangkan penghargaan tersebut di dalam truk di tebing sungai Braamfonteinspuit, Johannesburg, Afrika selatan.

Mendapat penghargaan atas prestasi, menjadi cita-cita hampir seluruh makhluk di muka bumi ini. Namun berbeda dengan kasus yang terjadi pada Kevin Carter, ia membuat keputusan mengejutkan dimana seluruh teman seprofesinya mungkin menginginkan kesempatan yang ia dapatkan. Buat kamu yang belum tau siapa itu Kevin Carter dan apa yang telah terjadi, berikut penyelasannya.

Carter memulai kerja sebagai fotografer olahraga di 1983. Pada 1984, ia pindah kerja di Johannesburg Star, yang bertugas mengekspos kebrutalan pada masa apartheid. Carter adalah fotografer pertama yang mengabadikan hukuman bakar bagi orang kulit hitam pada pertengahan dekade 1980-an, bersama dengan Greg Marinovich, Ken Oosterbroek, dan João Silva, mereka dijuluki Bang-Bang Club.

Baca Juga: Guy Laramée, Seorang Artis Seni Kanvas Yang Mengukir Bentang Alam Pada Sebuah Buku Tua.

Pada bulan Maret 1993, fotografer Kevin Carter melakukan perjalanan ke Sudan Selatan, di mana ia mengambil foto ikonik seekor burung hering yang tengah mengintai seorang gadis kelaparan. Sebelum Carter menyadari keberadaan anak tersebut, ia mendengar suara rengekan balita bernada tinggi di dekat desa Ayod, suara tersebutlah yang menarik dirinya untuk datang menghampiri. Ketika itu Carter menemukan seorang anak perempuan yang terdiam selama 20 menit menunggu burung hering yang tak kunjung terbang, dan disanalah kesempatan carter mengabadikan momen paling fenomenal sekaligus menyeramkan dilakukan.


foto kevin karter menceritakan burung pemangsa bangkai yang mengintai gadis kecilSource: galeri.uludagsozluk.com

Foto burung pemangkan bangkai yang mengintai gadis kecil.

Hasil foto itu menghantui banyak orang, tak terkecuali dirinya. Foto mengerikan itu muncul pertama kali di koran New York Times pada 26 Maret 1993, tempat foto itu pertama kali Carter jual. Foto bertajuk representasi metaforis dari keputusasaan Negara Afrika, yang tergambarkan dari foto tersebut, membuat ratusan orang menghubungi surat kabar itu mempertanyakan apakah gadis kecil itu selamat sampai tujuan? Karna terlihat dari sana, bahwa gadis itu mengumpulkan cukup ketakutan untuk menjauh dari burung pemakan bangkai.

Baca Juga: Christopher Mckenny, Photographer Yang Akan Membuat Bulu Kuduk Merinding Dengan Karyanya

Komentar dan kritikan pedas dari foto itu terus berdatangan. Carter yang dihantui rasa bersalah, mencoba memperbaiki kondisi psikisnya dengan mencoba membenarkan sikap yang meninggalkan gadis tersebut begitu saja. Jadi guy’s, disaat yang bersamaan memang ada peraturan yang harus di patuhi oleh para jurnalis, untuk tidak menyentuh korban kelaparan demi menghindari resiko penyakit menular.

Gangguan psikis Carter semakin parah saat The St Petersburg Times menulis ini tentangnya: "Pria yang menyesuaikan lensa untuk mengambil bingkai yang tepat dari penderitaannya mungkin juga menjadi pemangsa, seperti burung pemakan bangkai lain di tempat kejadian." Kata-kata yang begitu menyesakan bagi Carter pun hadir bersamaan dengan kabar kemenangan atas foto tersebut.

Diliputi oleh kekerasan yang telah dia saksikan dan dihantui oleh pertanyaan tentang nasib gadis itu. Carter mengatakan kepada pewawancara bahwa setelah ini dia akan merokok di bawah pohon sambil menangis sepanjang hidupnya. Singkat cerita, 3 bulan setelah menerima penghargaan, Carter bunuh diri, dan Sebuah catatan ditemukan di mana ia telah menulis:


Kevin Carte Wartawan fotoSource: galeri.uludagsozluk.com

Wartawan Foto, Kevin Carter.

“I am depressed … without phone … money for rent … money for

child support … money for debts … money!!! … I am haunted by

the vivid memories of killings and corpses and anger and pain …

of starving or wounded children, of trigger-happy madmen, often

police, of killer executioners…I have gone to join Ken if I am that

lucky.”

Baca Juga: Kisah Saber Paku yang Rajin Sapu Bersih Ranjau Paku di Jalanan Ibu Kota