Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Mengenal "Anxiety" Hidup dengan Gangguan Kecemasaan di Jakarta.

Fany Triany Sep 4, 2019 4:05 AM
Kenali gejala kecemasan yang mungkin kamu rasakan. Bisa jadi kamu terkena Anxiety!

Kesehatan mental terganggu akibat kehidupan metropolis di ibu kota Jakarta, mungkin kamu salah satu pengidapnya. Setiap hari tubuh dilatih untuk menikmati lalu lintas yang padat, polusi udara dari berbagai moda transportasi, ditambah polusi suara dari kota Jakarta yang menjelma menjadi kota tak kenal lelah dan tidak butuh istirahat. Satu lagi, agar bisa tinggal di megahnya ibu kota, kamu butuh modal yang besar, untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan tak lupa menutupi gengsi dikehidupan sosial. Anxiety disorder, menjadi penyakit mental yang timbul ditengah-tengah ketidaksadaran manusia.

Mungkin terdengar seperti gangguan kecil, tetapi studiTrusted Source menunjukkan bahwa keramaian dan hiruk pikuk kehidupan kota dapat benar-benar berdampak pada kesehatan fisik dan mental kita. 

Tanda dan gejala kecemasan yang umum termasuk: Merasa gugup, gelisah atau tegang, memiliki rasa bahaya yang akan datang, panik atau malapetaka, memiliki peningkatan detak jantung, bernafas dengan cepat (hiperventilasi), berkeringat, gemetaran, merasa lemah atau lelah, kesulitan berkonsentrasi atau memikirkan hal lain selain kekhawatiran saat ini, kesulitan tidur, mengalami masalah gastrointestinal (GI), kesulitan mengendalikan kekhawatiran, memiliki keinginan untuk menghindari hal-hal yang memicu kecemasan.

Baca Juga: Baca Juga: Penat, Stress, Banyak Pikiran? Ini Cara Mengatasinya

Dibandingkan dengan penduduk pedesaan, para peneliti telah menemukan bahwa kaum urban 21 persen lebih mungkin mengalami gangguan kecemasan dan 39 persen lebih cenderung mengalami gangguan suasana hati. Sebuah meta-analysis Trusted Source 2017 juga menemukan bahwa tingkat kondisi kesehatan mental berikut lebih tinggi di antara mereka yang tinggal di daerah perkotaan.

Berikut kiat-kiat yang dapat membantu mencegah kelelahan, kesendirian, dan depresi dari kecemasan hidup diperkotaan.

 

1. Habiskan Waktu di Luar Rumah

 habiskan waktu diluar rumahSource: New Straits Times
Mengirup udara segar dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Terlalu banyak menghabiskan waktu dikelilingi oleh beton dapat menyebabkan kasus yang lebih buruk lagi. Solusinya, kamu bisa pergi ke taman atau berjalan-jalan di alam dan habiskan setiap waktu yang ada untuk menghirup udara segar. Studi menunjukkan bahwa berkegiatan di alam terbuka dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis bahkan mencegah depresi.

Baca Juga: 8 Gangguan Kesehatan Yang Sering Muncul Karena Kamu Lagi Stress, Tiati Gengs!

Namun, orang urban yang sibuk mungkin khawatir bahwa mereka tidak punya cukup waktu untuk menghabiskan waktu di luar. Tapi upayakanlah untuk keluar dan temukan ruang hijau seperti taman selama jam makan siang atau rencanakan perjalanan bulanan dengan teman dekat.

Peneliti Stanford telah menemukan bahwa berjalan di alam membantu mengatur ulang termostat emosional otak. Itu membantu kita memahami emosi-emosi yang menyusahkan, yang kemudian meningkatkan kemampuan kita untuk mengatasi stres.


2. Exercise


exerciseSource: SelectHealth
Olahraga membuat perasaan lebih bahagia.

Sumber StudyTrusted menunjukkan bahwa berolahraga dapat membuat perasaan lebih bahagia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita, dan membantu mencegah penyakit jantung. Agar tidak terbebani dengan anggaran rutin olahraga dipusat kebugaan, cobalah rutinitas olahraga sendiri diudara terbuka, seperti lari, jalan kaki, atau yoga.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Jenuh di Tempat Kerja Tanpa Harus Resign


3. Bicara Tentang Kecemasan yang Dirasakan


bicara tentang kecemasan yang dirasakanSource: HeadsUpGuys
Menemukan teman untuk bercerita.


Berbicara tentang naik turunnya kehidupan kota adalah salah satu cara untuk mengatasi stres. Menemukan orang lain yang memvalidasi pengalaman yang kita rasakan ternyata dapat menegaskan bahwa kamu tidak sendirian guys. Jika Anda berurusan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan, terapi dapat membantu.

Jika prosesnya terdengar menakutkan, ingatlah bahwa terapi tidak bertahan selamanya, tetapi berbicara dengan seorang profesional dapat mencegah stres menjadi sesuatu yang lebih serius dan berjangka panjang, seperti kelelahan, kecemasan umum, atau depresi berat.