“Sugar, ah honey honey, You are my candy girl and you got me wanting you” Ayo siapa yang bacanya sambil nyanyi? Lirik di atas adalah salah satu lagu dari The Archies yang pernah dipakai di iklan gula di televisi. Ngomong-ngomong soal gula, kalian pasti pernah berpikir, “kenapa ya susah banget berhenti kalau makan gula tau yang manis manis?”

Sepanjang hari ini, gak bisa dipungkiri kalau kita selalu makanan manis atau gula. Entah itu permen, kue, es krim, bahkan di lauk pauk yang kita makan sehari-hari seperti nasi goreng yang menggunakan saos tomat atau beberapa macam sambalan. Anehnya, makanan-makanan itu membuat kita gak dapat berhenti makan. Kira-kira apa yang membuatnya seperti itu? Memangnya apa yang terjadi pada otak kita ketika makan makanan mengandung gula? Dan kenapa sih para pakar kesehatan menyuruh kita untuk berhenti? Hmmm, semuanya pasti ada alasannya. Yuk kita cari tahu!

Baca Juga: Jangan Asal Pesan Steak Sebelum Kalian Baca Ini!

Sebelum memulai, kalian harus memahami gula itu sendiri. Gula adalah senyawa dari karbohidrat, di mana kalian bisa mengenalinya melalui label-label makanan yang memiliki istilah berakhiran –sa, yaitu: glukosa, laktosa, sukrosa, maltosa dan dekstrosa. Istilah-istilah itu bisa kalian temukan di tabel kandungan gizi yang ada di kemasan. Adapun makanan-makanan yang gak pernah kalian kira memiliki kandungan gula adalah saos tomat, yogurt, dan manisan buah.

www.DailyRecord.com
Ketika seseorang memakan gula, seolah ia akan susah berhenti, hal ini karena memakan gula dapat membuat suasana hati menjadi senang.

Ketika kita makan makanan yang mengandung gula, reseptor rasa kita bereaksi, di mana reseptor tersebut mengirimkan sinyal ke otak. Adapun reseptornya adalah ujung lidah kita dan juga terdapat dalam perut kita. Reseptor itu mengirimkan sinyal ke otak, ke bagian cerebral cortex, yang kemudian membentuk rasa yang diantarkan oleh reseptor lidah tadi. Dalam kasus ini adalah memberikan sensasi rasa manis yang membuat perasaan kita menjadi senang.

Baca Juga: Kabar Baik, Ternyata Jerawat Bisa Bikin Awet Muda!

Layaknya obat-obatan yang membuat seseorang kecanduan, zat yang dikandung gula dan telah mengirimkan sinyal ke otak tersebut membuat zat-zat dopamine terlepas di otak. Hal itu mengaktivasi sistem penghargaan di otak, membuat otakmu memberikan pertanyaan ke tubuh, “Perlukah kita memakannya lagi?” dan juga langsung memberikan jawaban, “Oh, tentu saja.” Hasilnya, kalian terjebak dalam kecanduan gula atau gak bisa mengontrol dan menoleransi gula.

www.smooth.com.au
Memakan makanan manis yang mengandung gula akan membuat kita merasa kecanduan.

Jika dipikir lagi, makanan enak membuat kita makan dengan lahap, tapi hal itu tak pernah membuat kita kecanduan, walaupun kita makan terlalu sering. Itu karena dopamine yang ada di otak menurun, seiring dengan banyaknya frekuensi makanan yang sama yang masuk ke dalam tubuh. Kebosanan akan makanan yang sama itu menunjukkan bahwa tubuh kita memerlukan nutrisi yang berbeda. Hal itu gak berlaku untuk makanan mengandung gula karena level dopamine di otak kita sama sekali gak menurun walaupun kita makan sebanyak apapun dan sesering apapun. Inilah alasan mengapa orang-orang tak dapat berhenti makan-makanan gula.

Analogi tubuh kita adalah sebuah mesin yang bergerak untuk memproses sesuatu. Dia dapat memproses apapun yang masuk selama itu sesuai dengan sistemnya. Akan tetapi, jika proses tersebut dilakukan berulang-ulang dan tanpa henti karena masuknya sesuatu yang tanpa henti pula, mesin tersebut pun akan rusak dikarenakan overheating atau kepanasan. Itulah yang terjadi tubuhmu ketika terkena diabetes karena terlalu banyak makan gula.

www.mamapapa.id
Ketika sudah kecanduan gula, seseorang akan susah memakan sayuran karena adanya penolakan dalam tubuh.

Gak seperti obat-obatan, nikotin, atau alkohol, gula bukanlah zat keras yang banyak melepaskan dopamine. Akan tetapi, hal itu tetap mempengaruhi tubuh kalian dalam masalah candu. Jika kalian melihat kenapa anak-anak sangatlah susah makan sayur, itu karena di dalam sayur sendiri tidak terdapat kandungan gula sehingga gak ada pula pelepasan dopamine di otak.

Baca Juga: Fakta Ilmiah Tentang Kerokan, Masih Mau Kerokan Setelah Baca Ini?

Kurang lebih seperti itulah proses gula di dalam otak kita. Susah juga ya untuk berhenti makan karena makanan yang ada gulanya itu memang enak. Sebenarnya kalian gak perlu berhenti makan gula kok, hanya cukup menguranginya untuk memberikan tubuh kalian waktu istirahat dalam hal memproses. Namun itupun kalau kalian memang mau hidup sehat loh, ya...