Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Mengapa Kita Sulit Mengingat Mimpi yang Baru Terjadi Setelah Bangun Tidur? Ini Penjelasannya!

Soyid Prabowo Jan 23, 2019 11:30 AM
Penjelasan Mengapa Kita Sulit Mengingat Mimpi yang Baru Terjadi Setelah Bangun Tidur

Kalian pernah bertanya-tanya gak sih, kenapa ketika terbangun dari tidur sangat sulit mengingat mimpi yang baru saja dialami secara detail? Apalagi kalau mimpi yang dialami itu mimpi indah.

Menurut penelitian, sepertiga hidup manusia digunakan untuk tidur dan sebagian besarnya akan mengalami mimpi dengan durasi antara 10 hingga 1 jam. Seorang ahli saraf di Monash Universtity, Melbourne, Australia yaitu Thomas Andrillon pernah mengungkapkan kalau manusia memiliki kecenderungan melupakan mimpinya saat tidur.

"Kita punya kecenderungan segera melupakan mimpi, dan kemungkinan orang yang jarang menceritakan mimpi hanya melupakannya dengan mudah," ujar Thomas Andrillon.

Baca Juga: Jangan Lakukan 7 Hal Ini Karena Bisa Mengganggu Tidur Kamu

Menurut studi Behavioral and Brain Sciences yang dilansir dari www.sciencedaily.com, orang yang sulit mengingat mimpi memiliki bagian otak yang lebih pasif. Hal ini terjadi dikarenakan neurokimia yang terdapat pada otak kita bekerja secara berbeda ketika kita tidur dan bagian otak kita yang memiliki fungsi membuat kenangan sengaja dimatikan. Matinya fungsi membuat kenangan terkait oleh perubahan kadar dua neurotransmiter di otak bernama asetilkolin dan noradrenalin yang berfungsi menjaga ingatan. Asetilkolin membuat otak terangsang seakan terjaga, sedangkan noradrenalin rendah mengurangi kemampuan kita mengingat pengalaman selama mimpi.

Baca Juga: Ketika Memimpikan Seseorang, Apakah Seseorang Itu Merindukan Kita? Ini Faktanya!

Source: www.pinterest.com
REM (Rapid Eye Movement) adalah gerakan mata berkedip yang terjadi ketika seseorang sedang tertidur dengan pulas. 

Para ahli saraf menduga bahwa proses “mematikan” itu terkait perubahan kadar dua neurotransmiter di otak bernama asetilkolin dan noradrenalin yang berfungsi menjaga ingatan. Selama kita tidur, kadar keduanya memang menurun drastis. Akan tetapi, bagi orang yang sulit mengingat mimpi, ketika ia memasuki tahap tidur REM (Rapid Eye Movement) atau tahap tidur terdalam di mana mimpi paling jelas terjadi, asetilkolinnya kembali tinggi dan noradrenalinnya tetap rendah. Bahkan pendapat ahli juga mengatakan kalau mimpi yang dialami oleh seseorang merupakan bentuk sebuah pemecahan masalah yang dialami di kehidupan nyata.

Baca Juga: Takut Tidur dengan Lampu Mati? Ini Manfaat Tidur dengan Lampu Kamar Mati!

Namun yang perlu kalian tahu nih, Guys mimpi hingga saat ini masih merupakan sebuah misteri besar yang sulit dipecahkan oleh para ilmuwan. Masih menjadi pertanyaan kenapa manusia cenderung melupakan mimpinya, dan belum ada hasil atau kesimpulan yang substansial untuk menjawab misteri ini.