Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Masalah yang Sering Dialami Si Perfeksionis dan Gimana Cara Mengatasinya

Nurus Sobah Feb 1, 2019 9:00 AM
masalah yang dialami para perfeksionis.

Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna untuk mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi. Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme. Sayangnya itu gak menjamin si perfeksionis melakukan segalanya dengan sempurna. Hal ini membuat mereka kesulitan dalam melakukan tugas hariannya.

Kamu salah satu dari sekian banyak orang yang perfeksionis? Sadar atau gak, berikut adalah permasalahan yang sering dialami oleh orang yang perfeksionis.

 

1. Berpikir dan Bertindak Secara Ekstrem

Source: medium.com

Mereka cenderung berpikir dan bertindak secara ekstrem sebagai bukti totalitasnya.

Gak ada yang namanya setengah-setengah bagi si perfeksionis. Mereka cenderung berpikir dan bertindak secara ekstrem sebagai bukti totalitasnya. Contohnya, orang perfeksionis yang menjalani diet kebanyakan akan melakukannya dengan cara ekstrem. Karena tindakannya tersebut, biasanya mereka merasa kesulitan sendiri dengan aturan yang ia buat.

 

2. Sering Menunda Pekerjaan

Source: squarespace.com

Mereka melakukannya karena takut dengan kegagalan.

Sering menunda pekerjaan adalah kebiasaan si perfeksionis yang paling berlawanan dengan intuisi mereka. Padahal, mereka melakukannya karena takut dengan kegagalan. Banyak orang perfeksionis yang punya kebiasaan menunda tugas yang gak terlalu mereka yakini, kadang-kadang mereka bahkan menghindarinya. Mereka juga cenderung gak nyaman melakukan sesuatu yang biasa-biasa aja, jadi mereka merasa lebih baik gak melakukannya sama sekali.

Baca Juga: Hati-hati, Guys Kalau Kamu Jomblo! Ini Dampak Buruknya Buat Hidupmu!

 

3. Kesulitan untuk Menyelesaikan Tugas

Source: gcn.com

Para perfeksionis biasanya kesulitan menyelesaikan pekerjaan karena selalu terpikirkan hal lain saat prosesnya.

Karena mengharapkan semua pekerjaan selesai dengan sempurna, para perfeksionis biasanya kesulitan menyelesaikan pekerjaan karena selalu terpikirkan hal lain saat prosesnya. Baik itu tugas sekolah, proyek seni, atau bahkan proyek sederhana seperti merajut sarung tangan. Mereka juga biasanya menjadikan harga diri sebagai target kualitas pekerjaan mereka. Padahal, sebagai manusia wajar aja kita punya kekurangan.

 

4. Mengambil Semua Tanggung Jawab

Source: efttappingteam.com

Suka mengambil semua tanggung jawab.

Bukannya mereka gak mempercayai keluarga, teman, atau rekan kerja mereka untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Tapi, ya… satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan melakukannya sendiri. Dan, tanpa disadari, semua tanggung jawab itu bertambah dengan cepat dan malah membuat mereka stress sendiri.

Baca Juga: Jauhi 5 Sifat Ini Biar Gak Gampang Dimanfaatkan Orang Lain!

 

5. Sulit Menerima Penolakan

Source: greatist.com

Banyak perfeksionis mendapati dirinya kesulitan mencari teman karena itu membuat mereka rentan.

Banyak perfeksionis mendapati dirinya kesulitan mencari teman karena itu membuat mereka rentan. Dan salah satu yang dibenci oleh seorang perfeksionis adalah penolakan. Mereka terlalu takut memulai pertemanan karena gak mau menghadapi penolakan.

 

6. Sulit Menerima Kesalahan di Masa Lalu

Source: northshore.church

Banyak orang perfeksionis yang menderita karena kesalahan di masa lalu.

Gak ada gunanya menangisi masa lalu. Tapi, banyak orang perfeksionis yang menderita karena kesalahan di masa lalu, bahkan kesalahan kecil juga. Ini membuat mereka sulit berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu mereka.

Baca Juga: Yakin Mau Bertahan Punya Pasangan Posesif? Ini 7 Dampak Buruknya!

 

Cara Mengatasi Masalah yang Dialami Si Perfeksionis

Source: www.readunwritten.com

 Kamu harus menyadari bahwa wajar untuk melakukan kesalahan.

Perfeksionisme bukanlah penyakit mental. Tapi, banyak kasus perfeksionisme membawa para perfeksionis pada penyakit mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan yang berkolerasi pada perasaan bersalah dan rasa malu. Cara mengatasinya: Just let it go~

Perfeksionisme berakar pada ketakutan akan kegagalan. Menurut Dr. Brené Brown, seorang profesor di University of Houston, "Perfeksionisme bukan tentang perjuangan untuk unggul, tapi lebih cenderung pada cara berpikir seperti: ‘Jika saya terlihat sempurna, melakukan semuanya dengan sempurna, bekerja dengan sempurna, punya hidup yang sempurna, saya bisa menghindari atau meminimalkan rasa malu, disalahkan, dan dihakimi. '"

Baca Juga: Punya 5 Ciri Ini? Berarti Kamu Berhati Sempit! Hindari dari Sekarang!

Cara mengatasinya? Biarkan karya kamu gak terlalu menonjol, biarkan diri kamu merasa takut, dan tetap melakukan hal yang membuat kamu takut. Kamu harus menyadari bahwa wajar untuk melakukan kesalahan, tapi langkah yang salah adalah bukti bahwa kamu berusaha mengatasi permasalahan kamu, itu lebih baik daripada gak melakukan apa-apa.