Made by poor and stolen by rich kurang lebih artinya diciptakan si miskin dan dicuri oleh si kaya. Mungkin itu istilah lebih tepat jika mengulas sejarah pizza. Alasannya, harga jual pizza tergolong bukan makanan murah terutama di Indonesia.

Minimal, kita harus mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan ribu Rupiah untuk membeli seloyang pizza. Makanan ni secara umum juga hanya dijual di restoran atau cafe, bukan di pinggir jalan.

Seperti dilansir dari Instagram @Infia_fact, pizza adalah makanan yang dikonsumsi oleh orang miskin Italia dan banyak dijual di pinggir jalan. Selama ratusan tahun, pizza menjadi makanan orang miskin di Napoli, Italia. Mereka mengonsumsi makanan ini dengan cara mengoleskan minyak zaitun. Pada abad 16, mereka mulai mengenal tomat, lalu mengoleskan tomat lemur ke atas pizza.

Selain itu mereka juga menambahkan keju mozzarella dari susu kerbau. Kemudian, pizza menyebar ke seluruh Italia dan sebagian Prancis. Pada 1830, di Napoli dibuka kedai pizza yang pertama. Saat Raja Umberto I dan permaisurinya, Ratu Margherita berkunjung ke Napoli, seorang tukang roti bernama Raffaele Esposito memasak pizza istimewa untuk raja dan permaisuri.

Ternyata sang ratu sangat suka dengan hidangan tersebut. Sejak saat itu, banyak orang yang membuat makanan serupa yang diberi nama Pizza Margherita dan pizza bukan lagi menjadi makanan orang miskin.