Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Lubang-Lubang Buatan Manusia Yang Paling Mengerikan

Iman Widimulya Apr 30, 2019 6:45 AM
Lubang bekas pertambangan yang terbengkalai bisa jadi sangat mengerikan dan berbahaya. Beikut adalah contohnya.

Untuk memenuhi kebutuhan, kita, manusia sering lupa untuk membatasi diri. Kita semua membiarkan keserakahan mendominasi kaum manusia. Hal ini menyebabkan banyak kerusakan, termasuk kerusakan alam. Salah satu yang sedang banyak dibicarakan sekarang adalah lubang-lubang hasil tambang yang mengerikan dan dibiarkan terbengkalai.

Berikut adalah lubang-lubang buatan manusia yang paling mengerikan.


1. Kawah Gas Bumi Darvaza - Turkmenistan


Kawah Gas Bumi Darvaza

Source: wikimedia.org

Pada tahun 1971, di tambang ini ditemukan adanya deposit gas alam dalam jumlah besar oleh seorang ahli geologi.


Pada tahun 1971, di tambang ini ditemukan adanya deposit gas alam dalam jumlah besar oleh seorang ahli geologi. Namun, penggalian yang dilakukan ternyata kemudian malah meruntuhkan dinding tambang dan meninggalkan sebuah lubang besar. Untuk mencegah kandungan gas yang mungkin beracun tersebut keluar, lubang ini pun kemudian dibakar. Siapa sangka tambang itu ternyata masih tetap terbakar hingga sekarang.

Kawah ini berada di sekitar gurun Karakum di Turkmenistan. Kondisi kawah gas bumi Darvaza yang terbakar dan tampak mengerikan tersebut kemudian membuatnya disebut The Door to Hell atau Pintu Neraka. Pada malam yang gelap, cahaya dari pembakaran di kawah ini dapat dilihat bermil-mil jauhnya dan bau belerang dari gas yang ada dikawah ini dapat dideteksi dari jarak cukup jauh.


2. Tambang Berlian Kimberley - Afrika Selatan


Tambang Berlian Kimberley

Source: blogs.agu.org

Dalam waktu singkat, bukit di daerah ini menghilang dan berubah menjadi lubang besar.


Kota Kimberley di Afrika Selatan telah lama dikenal sebagai salah satu pusat pertambangan berlian. Kimberley Big Hole dan Tambang Museum Kimberley kini menjadi salah satu objek wisata terkenal di Afrika Selatan yang menjadi bukti sejarah pertambangan berlian di kota tersebut. Pertambangan berlian di kota ini dimulai setelah seorang pria bernama Erasmus Jacobs menemukan kerikil putih di samping Sungai Orange dekat Hopetown pada tahun 1866.

Setelah dilakukan pemeriksaan terungkap bahwa kerikil itu sebenarnya berlian berukuran 21,25 karat. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1871, berlian lain yang lebih besar (83,50 karat) ditemukan di lereng Colesberg Kopje. Peristiwa ini membuat ribuan penambang membanjiri daerah ini. Dalam waktu singkat, bukit di daerah ini menghilang dan berubah menjadi lubang besar.

Baca Juga: Bukan Editan, 7 Desain Bangunan di Dunia ini Bikin Kalian Melongo!


3. Bingham Canyon Mine - Amerika Serikat


Bingham Canyon Mine

Source: www.africaengineer.co.za

Lubang ini tercatat sebagai lubang buatan manusia terbesar yang pernah ada.


Bingham Canyon Mine atau juga dikenal sebagai Kennecott Copper Mine, adalah sebuah pertambangan tembaga terbuka yang terletak di barat daya Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, di Pegunungan Oquirrh. Tambang ini dimiliki oleh Rio Tinto Group, sebuah perusahaan pertambangan dan eksplorasi internasional yang memiliki kantor pusat di Inggris.

Kawasan ini telah ditetapkan sebagai sebuah Landmark Nasional Bersejarah pada tahun 1966, dengan nama Bingham Canyon Open Pit Copper Mine. Tambang ini pernah mengalami longsor besar pada bulan April 2013. Diperkirakan lubang tambang ini memiliki lebar 4 km dengan kedalaman 1,2 km. Lubang ini tercatat sebagai lubang buatan manusia terbesar yang pernah ada. Bahkan lubang ini bisa terlihat dari luar angkasa.


4. Tambang Berlian Mirny - Siberia


Tambang Berlian Mirny

Source: www.infographic24h.com

Wilayah udara di atas tambang ini ditutup untuk helikopter karena dianggap berbahaya.


Tambang Berlian Mirny memiliki kedalaman 525 meter dan diameter 1200 meter. Penggalian di pit ini dimulai pada tahun 1955 untuk memenuhi kebutuhan Uni Soviet untuk industri berlian setelah perang. Tambang yang telah ditinggalkan ini terletak di Mirny, Siberia Timur, Rusia.

Ini merupakan lubang buatan manusia terbesar kedua di dunia, setelah Bingham Canyon Mine. Wilayah udara di atas tambang ini ditutup untuk helikopter karena dianggap berbahaya. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan suhu udara antara bagian dalam dan bagian luar lubang ini sehingga sering menyebabkan munculnya arus udara yang tak terduga.

Baca Juga: Yuk Intip Alcatraz, Inilah Fakta Mengejutkan dari Penjara Paling Terisolasi di Dunia


5. Tambang Diavik - Kanada


Tambang Diavik

Source: www.mckimcreed.com

Umur tambang ini diperkirakan akan mencapai 16 sampai 22 tahun.


Tambang Diavik adalah tambang berlian di North Slave Region of the Northwest Territories, Kanada, sekitar 300 kilometer di utara Yellowknife. Tambang ini telah menjadi bagian penting dari perekonomian daerah, yang mempekerjakan sekitar 700 orang, dan memproduksi 7,5 juta karat berlian per tahun.

Tambang ini dimiliki atas patungan antara Dominion Diamond Corporation dan Diavik Berlian Mines Inc., anak perusahaan Rio Tinto Group. Umur tambang ini diperkirakan akan mencapai 16 sampai 22 tahun.


6. Tambang Grasberg - Indonesia


Tambang Grasberg

Source: magazine.cim.org

Luas eksplorasi tambang Grasberg (blok A & B) diperkirakan mencapai sekitar 212.343 hektar dengan luas kedalaman lubang melebihi 230 kilometer persegi.


Baca Juga: 6 Jalur Kereta Api Terpanjang di Dunia, Ada yang Menghubungkan Benua Lho!

Grasberg adalah sebuah tambang emas dan tembaga terbesar ketiga di dunia. Tambang ini berada di Papua di dekat Puncak Jaya, gunung tertinggi di provinsi tersebut. Tambang yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia ini sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Freeport-McMoRan. Pada taun 2006, Wikipedia mencatat bahwa tambang ini menghasilkan 610.800 ton tembaga; 58.474.392 gram emas; dan 174.458.971 gram perak. Luas eksplorasi tambang Grasberg (blok A & B) diperkirakan mencapai sekitar 212.343 hektar dengan luas kedalaman lubang melebihi 230 kilometer persegi.