Source: https://medicalxpress.com/news/2017-08-body-youre-stressed.html

Saat stres atau depresi, gak sedikit orang yang melampiaskannya dengan banyak makan. Tapi, hati-hati ya, ternyata makanan-makanan tertentu, bahkan yang biasanya menjadi pilihan saat stres, justru berpotensi memperburuk stres kita. Bukannya sembuh, malah jadi makin gak kekontrol nanti.

Daripada terjebak, mending catet yuk makanan-makanan yang bisa memperparah stres.

 

1. Kopi dan Kafein

Source: http://u-knowclaratipsmengatasiketagihancaf.blogspot.com/2011/07/kelebihan-manfaat-dan-kekurangan.html

Bagi sebagian besar orang, lepas dari kopi bukan perkara gampang. Tapi, gak ada salahnya lho menghentikan konsumsi kopi saat lo di dera stres. Pasalnya, menurut sebuah studi tahun 1978 yang diterbitkan di American Journal of Psychiatry, dari sekitar 80 pasien psikiatri, 22 persen melaporkan bahwa mereka makan dan minum banyak kafein. Mereka yang mengonsumsi banyak kafein ini ditemukan lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi daripada rekan-rekan mereka yang kurang berkafein.

Jadi, kalo kalian termasuk orang yang rentan terhadap kecemasan dan depresi, ada baiknya berhenti mengkonsumsi kopi atau bisa juga mengurangi sedikit demi sedikit.

 

2. Alkohol

Source: https://imdermatologico.com/blogimd/problemas-capilares/beber-alcohol-malo-cabello/

Gak jarang, alkohol menjadi pelarian saat stres dan depresi, berharap segelas dua gelas alkohol bisa mengurangi tekanan yang dirasakan. Faktanya, konsumsi alkohol sangat terkait dengan depresi. Jadi, kalo kalian sedang berjuang melawan depresi, jauh-jauh dari alkohol adalah jalan yang terbaik.

 

3. Pemanis Buatan

Source: https://hellosehat.com/hidup-sehat/apa-itu-aspartam/

Kalian mungkin pernah mendengar bahwa pemanis buatan gak baik dikonsumsi saat depresi. Yup! Bener banget. Akan sangat baik kalo kalian menghindari konsumsi pemanis buatan saat stres. Mungkin ini agak sulit ya, mengingat hampir pada semua makanan kemasan menggunakan pemanis buatan sebagai bahan. Jadi, meneliti komposisi makanan harus mulai dilakukan dari sekarang untuk menghindari pemanis buatan, khususnya Aspartam.

 

4. Gula

Source: https://parenting.firstcry.com/articles/sugar-pregnancy-test-how-doest-it-work/

Yang satu ini bisa jadi paling sulit dihindari. Udah gak boleh mengkonsumsi pemanis buatan, gula pun gak boleh juga. Bukan berarti gula menjadi penyebab langsung depresi ya. Tapi, mengkonsumsi gula “terlalu banyak” juga meningkatkan level depresi kita. Jadi, kurangi ya.

 

5. Lemak Trans

Source: https://www.treehugger.com/health/trans-fats-are-now-officially-banned-us.html

Lemak trans udah mendapat reputasi buruk sejak bertahun-tahun lalu. Apalagi, menurut sebuah penelitian tahun 2011 oleh para peneliti Spanyol, menemukan bahwa makan lebih banyak lemak trans memiliki potensi munculnya depresi. Penelitian ini melibatkan 12.059 mahasiswa Universitas Spanyol yang diteliti selama 6 tahun dan menemukan 657 mahasiswa di antaranya mengalami kasus depresi baru. Ditemukan, mahasiswa tersebut mengkonsumsi lebih banyak lemak trans dibanding dengan yang lainnya.

 

6. Mentega Putih

Source: https://www.quickeasycook.com/palm-shortening-substitute/

Kalo kalian berpikir mentega putih lebih baik daripada lemak hewani, mungkin kalian benar. Tapi, kenyataanya, saat kalian dalam kondisi depresi, konsumsi mentega putih akan semakin memperburuk kondisi kalian. Psikiater Dr. Drew Ramsey, tinggi asam lemak omega-6, yang menyulitkan otak Anda untuk mendapatkan omega-3 yang baik.

 

7. Makanan Olahan (Seperti gorengan, snack a.k.a chiki, makanan beku, dll)

Source: https://resepkoki.id/2017/07/06/tips-belanja-frozen-food-di-pasar-tradisionalmodern/

Makanan olahan gak baik untuk kesehatan karena beberapa alasan. Tapi lebih buruk lagi bagi orang yang mengalami depresi atau stres. Menurut sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam The British Journal of Psychiatry, orang dewasa paruh baya yang makan lebih banyak makanan olahan lebih mungkin untuk mengalami depresi setelah 5 tahun. Membatasi makanan olahan dan fokus pada makanan segar akan banyak memberikan manfaat, salah satunya adalah menghindari depresi.