Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Kisah Saber Paku yang Rajin Sapu Bersih Ranjau Paku di Jalanan Ibu Kota

Ridho Fauzan Mar 14, 2019 11:00 AM
Tidak usah banyak bicara jika ingin melakukan suatu perubahan. Mulai lah melakukannya dari tangan sendiri, yakinkan hati, komitmen, konsisten, dan tetap percaya bahwa yang kamu lakukan akan berdampak baik bagi orang banyak.

Tidak usah banyak bicara jika ingin melakukan suatu perubahan. Mulai lah melakukannya dari tangan sendiri, yakinkan hati, komitmen, konsisten, dan tetap percaya bahwa yang kamu lakukan akan berdampak baik bagi orang banyak. Sekiranya itu lah yang ada di kepala Abdul Rohim, 49 tahun, ketika memutuskan untuk turun ke jalan, lalu membuat perubahan secara nyata, tanpa banyak bicara.

Ceritanya bermula ketika ia bekerja menjadi supir pribadi pada periode 2010. Dalam perjalanan pulangnya setelah bekerja, Rohim yang tengah mengendarai sepedah melihat paku berukuran 5 cm di jalan raya yang ia lalui. Sadar keberadaan paku itu membahayakan pengguna jalan, ia pun berinisiatif untuk menaruh paku tersebut ke pinggir jalan. “Saya enggak ambil, tapi dipinggirin saja” ungkap Rohim dilansir dari laman Kompas.com

Keesokan harinya, paku yang kemarin Rohim bersihkan dari jalanan muncul lagi di lokasi yang sama namun dengan jumlah yang makin banyak. Ia pun mulai menduga bahwa ada oknum yang rajin menyebar paku di ruas tersebut. Tanpa banyak bicara, Rohim pun memulai kisah nya sebagai “pahlawan jalanan.”

Baca Juga: Christopher Mckenny, Photographer Yang Akan Membuat Bulu Kuduk Merinding Dengan Karyanya.

Dengan tangan telanjang, Rohim mulai memungut ranjau paku yang kemudian ia kumpulkan dalam botol air mineral bekas pakai. Kemudian muncul ide untuk menggunakan magnet agar lebih efektif. Namun kala itu, ukuran magnet yang Rohim miliki masih terbilang kecil.

Lalu tiba-tiba, seperti dapat kado ulang tahun, Rohim yang tengah asyik berburu ranjau paku tiba-tiba dihampiri oleh seorang kornet bus Kopaja. Ia dihadiahi magnet berukuran lebih besar untuk membantunya memungut ranjau paku. “Pak, pak, pakai ini saja,” kenang Rohim dikutuip dari Kompas.com.


Kisah Saber Paku yang Rajin Sapu Bersih Ranjau Paku di Jalanan Ibu KotaSource: idntimes.com
Pada 5 Agustus 2011, komunitas Saber Paku berdiri.



Awalnya ia berjuang sendirian, lalu ia mulai mengajak temannya Siswanto untuk melakukan pekerjaan mulia ini. Pada 5 Agustus 2011, komunitas Saber Paku pun berdiri. Rohim kini tidak sendirian, ia bersama 30 orang yang tergabung dalam komunitasnya semakin gencar melebarkan sayap hingga menarik perhatian pengguna jalan yang melihat Saber Paku tengah beraksi.

Misinya sangat sederhana namun mulia, menyelematkan pengemudi lain dari ranjau paku yang disebar oleh oknum tak bertanggung jawab demi keuntungannya sendiri.

Mayoritas anggota Saber Paku memanfaatkan magnet besar dari subwoofer speaker yang dikatkan pada tali panjang yang selalu mereka bawa setiap hari. Daerah yang biasanya menjadi target operasi komunitas Saber Paku adalah kawasan Jakarta Pusat, seperti Roxy, Cideng, AM Sangaji, Veteran, Majapahit, Galur, underpass Senen, dan di depan Istana Negara.

Baca Juga: Bikin Geger, Ini Dia Hacker Indonesia yang Mendapatkan Google Reward!


Kisah Saber Paku yang Rajin Sapu Bersih Ranjau Paku di Jalanan Ibu KotaSource: Kompas.com
Mereka pernah mengumpulkan sekitar 15 kilogram paku dalam satu kali operasi.


Tak jarang Rohim dan rekan-rekannya merogoh kocek pribadi untuk membiayai kegiatan tersebut. Mereka pernah mengumpulkan sekitar 15 kilogram paku dalam satu kali operasi.

"Bila ada halangan kita engga patroli, itu kita jadi kepikiran," kata Abdul Rohim dilansir dari Vice.com. "Ini paku siapa yang nyapu nih? Kalau tidak disapu tahu sendiri, mungkin banyak ban pengendara yang kempes akibat ranjau paku" Ujar Siswanto yang merupakan Wakil Ketua dari komunitas Saber Paku.

Namun berkerja di jalanan Ibu Kota tidak bisa dibilang sebagai perkara mudah. Ancaman tertabrak kendaraan, tigkat kriminalitas yang tinggi, serta harus menghadapi agitasi dari oknum penyebar ranjau paku kerap dialami Rohim dan kawan-kawannya.


Kisah Saber Paku yang Rajin Sapu Bersih Ranjau Paku di Jalanan Ibu KotaSource: Merdeka.com
Komunitas Saber Paku didapuk sebagai anggota kehormatan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI.


Baca Juga: Mengenal Si “Binatang Jalang” Chairil Anwar, Sosok Sastrawan Sepanjang Massa

Tapi proses tentu tidak akan membohongi hasil. Berkat kegigihannya, komunitas Saber Paku mendapat lirikan dari pihak Kepolisan. Komunitas itu pun akhirnya didapuk sebagai anggota kehormatan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI. Mereka menerima pelatihan untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mendapat bantuan fasilitas peralatan seperti  rompi hijau yang biasa dipakai oleh kepolisian lalu lintas sebagai seragamnya.

Dengan adanya komunitas swadaya seperti Saber Paku, Abdul Rohim berharap semakin banyak masyarakat tergerak hatinya untuk peduli terhadap keadaan sosial. Setidaknya kita bisa belajar dari Bapak Abdul Rohim tentang kegigihan.