Kisah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Dan Jasad: Kapal Hantu

Awalnya kisah ini dari web CeritaMistis yang berasal dari salah satu artikel di Majalah Misteri. Kejadian ini terjadi pada akhir tahun 2010. Ada satu keluarga yang berpergian ke pulau pribadi salah satu temannya menghadiri pesta yang diadakan salah satu teman.

Kapal keluarga itu dibawa oleh kapten Wahyu dengan ukuran kapal yang kecil tapi cukup untuk mereka berangkat. Mereka melewati Selat Madura, masuk Selat Bali, menuju Selat Selong daerah Nusa Tenggara Barat. Saat sore hari, cuaca saat itu sangat bagus. Kemungkinan mereka akan sampai ke pulau sekitar pukul 12 dini hari waktu Indonesia bagian tengah. Tetapi saat di laut Selong, kondisinya menjadi aneh. Cuaca seketika berubah. Menurut Pak Wahyu, anginnya ga normal. Mirip seperti tornado. Kapal menjadi terombang-ambing, mereka berkumpul di dek kemudi. Kilat petir semakin menyambar, ombak laut semakin tinggi membuat air laut masuk ke dalam kapal. Mereka berusaha meminta tolong melalui mesin radio komunikasi, namun sinyal hilang.

Sialnya, ga ada kapal sekoci yang bisa digunain untuk menyelamatkan diri. Jadi jika kapal ini karam, tamatlah sudah. Anak-anak menangis keras karena panik, tetapi suara tangisan kalah dengan suara gemuruh petir dan ombak. Tiba-tiba salah satu diantara mereka menunjuk-nunjuk sesuatu.

Secara ajaib, dikeadaan yang sangat kacau itu, terlihat kapal besar dari kejauhan. Pak Wahyu mengarahkan kapal ke arah kapal itu, yang lain menggunakan lampu sorot mengarah ke arah kapal besar tadi untuk memberi sinya. Beruntung kapal besar itu menyadari sinyal lampunya dan bergerak ke arah kapal kecil mereka. Kapal besar hitam itu menyorotkan lampu dan berhenti di dekat kapal. Lalu anak buah kapal menurunkan tali dan menarik kapal mendekat ke buritan kapal dan mereka pindah dengan hati-hati. Ga lama, kapal kecil tadi tenggelam. Ternyata kapal yang membantu mereka milik perusahaan Yunani, bernama Black Ship yang sedang melakukan perjalanan menuju Jawa Tengah. Kapten kapal yang bernama Idral Zaron dan keluarga tadi mengobrol sebentar, sebagai rasa terima kasih, si suami ingin memberikan uang, tapi ditolal oleh kapten Idral. Dan memintanya untuk menyumbangkan kepada yang lebih membutuhkan.

Lalu setelah menurunkan keluarga tadi beserta kapten Wahyu di dermaga Padang Bay, Semara Pura. Kapal Black Ship lalu meneruskan pelayarannya menuju Cilacap, Jawa Tengah dengan tujuan mengangkut minyak yang akan dibawa ke Yunani, Eropa Barat.

Setelah kejadian itu, keluarga tadi tiba-tiba dihubungi Pak Wahyu. Pak Wahyu memberi kabar yang ga biasa, mengenai kapten Idral Zaron dan kapalnya. Awalnya pak Wahyu mencoba menelepon ke perusahaan pemilik kapal itu yang berpusat di Yunani untuk mendapat kontak.

Kalian tahu? Dari pihak perusahaan malah merespon bahwa ga ada yang namanya Kapten Idral ataupun kapal bernama Black Ship. Dulu mereka memang pernah memiliki kapal itu, tapi udah tenggelam 40 tahun yang lalu dengan kapten bernama Idral Zaron, berkebangsaan Indonesia. Tetapi semenjak peristiwa naas itu, mereka ga pernah menamakan kapal mereka dengan nama Black Ship. Kabarnya, Sang Kapten tewas bersama dengan karamnya kapal.

Namun keluarga itu meyakini bahwa memang kapal itu di badannya tertera tulisan Black Ship, bahkan mereka juga mengobrol! Apa mungkin kapal yang menyelamatkan mereka adalah kapal ghaib? Siapapun itu mereka pasti sangat bersyukur sekali telah diberi kesempatan hidup lagi.

 

 

Nah gimana gaes, kalian ada kejadian yang ga biasa kaya kisah ini. Tulis dikomentar yaaaa :)

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...