Seiring perkembangan jaman, teknologi makin canggih dan berlaku di segala bidang kehidupan, nggak terkecuali pada olahraga sepak bola. Termasuk sepatu bola yang bukan lagi sekadar sepatu, tetapi udah disematkan berbagai teknologi canggih. Apa aja sih?

Terhitung hampir 500 tahun sejak sepatu bola pertama kali dibuat oleh Cornelius Johnson pada tahun 1525. Kala itu, Johnson yang merupakan tukang bikin sepatu keluarga Kerajaan Inggris diminta King Henry 8 untuk membuatkan sepatu untuk berolahraga bola. Keterbatasan teknologi pada jaman itu membuat proses bikin sepatu bola dilakukan manual, alias pakai tangan.  Berakhirnya Perang Dunia II, ditambah persaingan bisnis antara dua saudara kandung Adolf dan Rudolf Dassler lewat merek Adidas dan Puma, ikut mendorong perubahan desain sepatu bola tetapi ya baru sebatas itu, belum ada penerapan teknologi pada sepatunya.

Baru pada era 1990-an, para produsen sepatu terkemuka seperti Adidas, Puma, dan Nike mulai memikirkan bagaimana supaya sepatu menjadi senjata penting bagi para pemain yang membantu mereka tampil bagus dan tampak keren di lapangan. Sepatu pun dirancang supaya pemain bisa menendang bola lebih baik, berlari lebih cepat dan tampil warna-warni di atas lapangan.

Baca Juga: Setelah Tottenham Hotspur Rampung, Stadion Megah di Kota London Bertambah 4

Maka Adidas pun meluncurkan Predator dengan kulit bergerigi dan pull/stud berbentuk pisau, sedangkan Puma membalasnya dengan sepatu dengan benaman Cell Technology Puma yakni sepatu bahan busa tanpa sol tengah. Nike sebagai pendatang baru menggebrak dengan Nike Mercurial, yang menjadi pelopor sepatu bola dengan bobot ringan.

Setelah itu terjadilah revolusi teknologi pada sepatu bola. Perubahan teknologi ngga perlu menunggu sampai 10 tahun, tetapi setiap tahun lahir teknologi-teknologi baru, bahkan sekarang ini udah hitungan bulan lho. Saat ini, apa aja sih teknologi canggih yang dipasang di sepatu bola?


1. Shark Technology (Kelme)


Shark TechnologySource: snamsup.com
Sepatu dari kulit ikan Hiu produksi Kelme.

Produsen sepatu asal Spanyol, Kelme, membuat sepatu-sepatu mereka dari kulit Hiu. Menurut klaim mereka, sepatu mereka bisa 11 kali lebih kuat dari sepatu-sepatu bola kulit konvensional (sintetis, kanguru) milik merek para pesaing. Yang diharapkan dari sepatu yang terbuat dari kulit ikan hiu adalah sepatu yang anti-air, fleksibel dan tentu saja ringan, seperti gerak ikan hiu menerjang mangsanya di laut luas. Penerapan shark Technology ini berlaku pada sepatu-sepatu seri Triburon. 


2. miCoach Speed Cell (Adidas)

Micro chip miCoachSource: toutnote.fr
Micro chip yang dipasang di sol sepatu Adidas f50 Adizero.

Teknologi untuk mengukur akselerasi, banyaknya sprint dan jarak lari sang pemain yang memakainya ini diterapkan pada sepatu Adidas f50 Adizero. Teknologi ini membantu para staf pelatih menganalisis performa para pemain. Untuk mendapatkan data-data penting tersebut, perusahaan sepatu asal Jerman itu membenamkan sebuah micro chip di bagian sol sepatu. Tak heran, sepatu ini disebut sebagai sepatu bola terpintar di dunia.

Baca Juga: 5 Stadion Terbesar di Dunia, Ada Stadion Club Bola Favorit Lo Gak?


3. Anti-Clog Traction (Nike)


Anti-clog tractionSource: footyheadlines.com
Teknologi anti-clog traction bikin lumpur ogah nempel.

Untuk kondisi Indonesia yang banyak hujan dan lapangannya berlumpur, teknologi ini bisa jadi sangat berguna bagi para pemakainya. Seperti kita ketahui, jika lumpur sudah menempel pada sepatu maka akan membuat pergerakan pemain menjadi kurang lincah karena bertambahnya berat pada kaki mereka. Teknologi ini dirancang untuk melepas lumpur di bagian bawah sepatu atau setidaknya lumpur sulit menempel karena lapisan licin pada bagian sol.


4. Netfit (Puma)

Netfit PumaSource: flipkart.com
Pilihan cara mengikat tali dan jaring-jaring bikin si pemakai nyaman.

Puma menerapkan teknologi ini dengan tujuan agar para pemain yang memakainya mendapatkan kesesuaian kaki dan kerekatan yang sempurna dengan sepatu yang mereka pakai. Puma beranggapan jenis dan ukuran kaki setiap orang berbeda, sehingga para pemakai tersebut disediakan berbagai pilihan dalam cara mengikat (lacing).

Baca Juga: Enak Tapi Kurang Menyehatkan! 3 Makanan Favorit Para Bintang Bola