Di negara kita, masalah tsunami memang masih dikategorikan sebagai bencana alam yang serius. Namun hal tersebut justru gak berlaku di beberapa negara lain. Di Jepang misalnya, jika dilihat dari letak geografis, Jepang memang lebih banyak dikuasai lautan dari pada daratan. Bahkan wilayah daratannya cenderung sangat sempit. Bahkan tsunami dianggap menjadi suatu hal yang lumrah di Jepang sana.

Tsunami sendiri merupakan serangkaian gelombang yang diakibatkan oleh tanah longsor atau gempa bumi besar baik yang terjadi dilaut ataupun di darat. Gelombang tsunami dapat terjadi 5 menit hingga 1 jam setelah longsor atau gempa bumi. Masyarakat yang berada di area pantai harus bisa mengenali tanda tanda akan munculnya tsnumai, sebab bencana ini biasanya banyak menelan korban jiwa.

 

1. Kondisi Air Laut Gak Biasa

Source: www.1.bp.blogspot.com

Kondisi air di pantai sebelum terjadi tsunami akan surut secara tiba-tiba.

Biasanya orang yeng letak daerahnya berada di sekitar pantai, memang di lebih di waspadai dari pada yang ada di daratan. Soalnya tsunami lebih mungkin bisa terjadi di daerah yang sekitarnya lautan. sebelum terjadi tsunami, keadaan air akan berbeda. Biasanya lebih surut secara tiba-tiba.

 

2. Terdengar Suara Gemuruh

Source: www.i.ytimg.com

Suara gemuruh disertai ombak besar adalah suatu tanda bahwa akan datangnya tsunami.

Bukan hanya soal keadaan air lautnya yang berubah, ada pula ditandai dengan bentuk lain. Salah satunya adalah terdengar suara gemuruh yang besar dari kejauhan laut. Suara ini umumnya terdengar cukup besar dan keras. Hal ini disebabkan karena air yang ada menghantam lautan. Jika anda mendengar ini maka ada baiknya anda khawatir akan timbul tsunami. Kemungkinan suara ini muncul karena lempengan yang patah tadi menabrak air lautan. Sehingga menghasilkan suara yang keras.

Baca Juga: 10 Gempa Terdahsyat Sepanjang Sejarah Dunia

 

3. Tingkah Hewan yang Aneh

Source: news.okezone.com

Ribuan burung di Australia sebelum terjadi Tsunami berpindah tempat secara mendadak kea rah tengah lautan.

Selain itu juga bisa di deteksi dengan hewan lain. Salah satunya adalah keberadaan burung burung. Sebelum terjadi gejala tsunami, ada beberapa hal yang aneh. Misalnya keberadaan burung yang tiba tiba berpindah pindah dari keadaan pulau kecil. Biasanya mereka akan pergi menuju ke tengah lautan.

 

4. Munculnya Gempa Pengiring

Source: www.bmkg.go.id

Gempa bersusul umumnya akan terjadi sebelum Tsunami datang.

Tsunami gak bisa tiba tiba datang begitu saja ke daratan. Pasti sudah ada gempa yang mengawali terlebih dahulu. Salah satunya adalah gempa tektonik dan gempa vulkanik. Maka jika di daerah anda tiba tiba ada gempa, anda perlu sedikit waspada. Gempa yang baru saja terjadi adalah gempa yang memiliki kekuatan tinggi atau tidak. Jika masih memasuki kekuatan rendah, maka anda bisa tersenyum lega. Tapi jika sudah masuk dalam kategori tinggi, maka ada resiko adanya gempa susulan bahkan sampai mencapai tsunami.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Di Indonesia Ini Dulunya Bekas Bencana Alam Guys, Tapi Sekarang Jadi Tempat yang Kece Banget

 

5. Adanya Gelombang Laut yang Gak Seperti Biasanya

Source: www.ilmugeografi.com

Gelombang aneh di laut akan terjadi sebelum datangnya Tsunami.

Gelombang yang ada merupakan salah satu tanda tanda adanya tsunami akan datang. Apalagi gelombang yang muncul merupakan gelombang yang dinilai aneh dan gak seperti biasanya. Bisa saja gelombang yang memicu terjadinya tsunami merupakan bagian dari renteten gelombang yang ada. Atau bisa juga gelombang yang muncul di mulai dari gelombang yang kecil, kemudian gelombang yang besar. Baru setelah itu muncul tsunami yang sisanya akan mengakibatkan erosi tanah.

 

6. Keadaan Awan di Langit Menjadi Gelap

Source: www.boredpanda.com

Keadaan awan di langit sebelum tsunami akan berbentuk lebih gelap seperti mendung.

Tanda tanda alam lainnya sebelum terjadi tsunami akan berubah. Salah satunya adalah keadaan awan yang berbentuk lebih gelap dan mendung. Bahkan gak jarang dijumpai tornado atau angin serupa yang lainnya. Hal ini semua bisa terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis dari dasar lapisan atmosfer bumi. Ini menyebabkan daya listrik di awan tertelan oleh gelombang gelombang lainnya.

Baca Juga: Kota-kota Paling Berbahaya yang Sebaiknya Kamu Hindari Saat Traveling