Source: http://marketeers.com/karya-komikus-lokal-ini-tembus-pasar-internasional/

Chris Lie adalah seorang komikus dan illustrator. Ia juga mengambil peran sebagai arsitek pada pembangunan taman budaya “Garuda Wisnu Kencana” di Bali dan “Nyoman Nuarta Sculpture Park” di Bandung. Sejak masih duduk di kelas tiga sekolah dasar, Cris Lie merasa terinspirasi pada komik “Petualangan Tintin”. Mulai dari saat itu, muncullah rasa cintanya pada dunia gambar dan komik. Ia mulai belajar menggambar secara otodidak dengan mencontoh komik yang udah ada.

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Source: http://www.thejakartapost.com/travel/2018/05/19/imf-world-bank-delegates-to-visit-gwk-cultural-park.html

Saat di semester 5 kuliahnya, ia dan teman-teman kampusnya mulai bergelut dalam pembuatan komik. Walaupun Chris udah mantap ingin menjadikan komikus sebagai profesi, dia sempat “beralih” sebagai arsitek. Sebagai arsitek, karyanya dikenal karena berkualitas. Tapi, rasa cintanya pada dunia komik membawanya kembali menekuni bidang tersebut. Ia mendirikan sebuah studio komik bersama teman-temannya yang diberi nama “Bajing Loncat”. Lewat studio ini, Chris menerbitkan beberapa komik seperti “Katalis”, “Amoeba”, “Petualangan Ozzie”, “Iphir”, dan 16 judul buku lain. Karena kurang mendapatkan keuntungan, “Bajing Loncat” mulai ditinggalkan anggotanya.

Source: https://www.mldspot.com/tv/inspiring-people/peran-chris-lie-untuk-para-komikus-indonesia

Chris mengikuti ajang “International Art Festival” di tahun 2001 dan keluar sebagai pemenangnya. Setelahnya, dia bekerja selama 2 tahun di Singapura. Di negara tetangga, Chris Lie beberapa kali memenangkan kompetisi gambar dan ilustrasi, termasuk hadiah “Exhibition Designer” dalam “Parade Nasional Singapura”. Tahun 2003, Chris berhasil mendapatkan beasiswa “Fulbright Scholarship” untuk program Master of Fine Arts di Savannah College of Art and Design, Amerika Serikat. Selama kuliah di Amerika Serikat, Chris magang di perusahaan penerbitan ternama, “Devil's Due Publishing”, sebuah penerbitan komik independen di Chicago. Selama magang tersebut, Chris berkesempatan menggarap action figure, ilustrasi untuk cover DVD, kemasan, serta media promosi lain yang berkaitan dengan komik “GI Joe Sigma 6” di akhir 2004.

“GI Joe Sigma 6” Source: https://www.mycomicshop.com/search?TID=19795380

Karyanya mulai gak asing di kalangan penggemar komik Amerika Serikat. Ia udah menghasilkan 40 komik yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, dan karyanya beredar di beberapa penerbit komik di Amerika Serikat. Bahkan, karyanya yang berjudul "Return to Labyrinth" habis terjual dalam waktu dua hari di “San Diego Comic-Con” tahun 2006.

"Return to Labyrinth" Source: https://avaxhome.unblocker.xyz/comics/Return_To_Labyrinth_01-04.html

Chris juga menjadi co-creator serial komik "Drafted One Hundred Days" edisi khusus Barack Obama yang diedarkan di seluruh dunia. Tapi, komikus kelahiran Solo, 5 September 1974 ini kemudian punya keinginan untuk kembali ke Indonesia dan mengembangkan komunitas komik lokal. Dalam suatu wawancara, Chris pernah berkata, di negara seperti Jepang, komikus bisa jadi selebriti, dan ia ingin comic scene di Indonesia bisa semaju itu. Ia pun mendirikan “Caravan Studio”, studio ilustrasi dan komik yang berbasis di Jakarta. Menurut Chris, agar intellectual property lokal bisa go global, harus ada rencana bisnis dan rencana pemasaran yang tepat sasaran. Kini, selain mengurus Caravan Studio, bersama Andik Prayogo dan Yudhanegara Njoman, Chris membangun reoncomics.com yang menerbitkan komik fisik karya dari komikus lokal secara berkala. #popcon2015 adalah rangkaian artikel Ziliun.com mengenai profil kreator pilihan dalam rangka menyambut Popcon Asia 2015, sebuah festival komik, film, mainan, dan animasi terbesar di Asia yang akan diselenggarakan di Jakarta, 7-9 Agustus 2015. Nextren adalah media partner Popcon Asia 2015.