Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Keadaan Yang Menyebabkan Kamu Terlalu Sering Kencing

Nurus Sobah Feb 28, 2019 6:15 AM
Jadi ini kenapa kamu sering kebelet pipis.

Apa kamu termasuk orang yang sering bolak-balik kamar mandi karena kebelet kencing terus menerus? Tentu itu bikin frustrasi, apalagi saat kamu dalam kondisi tertentu, misalnya wawancara kerja. Apa kamu tahu apa penyebabnya?

Normalnya, manusia buang air kecil sebanyak empat hingga delapan kali sehari. Kalo lebih dari itu, berikut adalah beberapa alasan kenapa itu bisa terjadi.


1. Terlalu Banyak Minum Air


terlalu banyak minum air

Source: bustle.com

Kencing merupakan jenis situasi input - output: Semakin banyak cairan yang kamu minum, semakin banyak Kamu mengeluarkannya lewat kencing.


Kencing biasanya merupakan jenis situasi input - output: Semakin banyak cairan yang kamu minum, semakin banyak Kamu mengeluarkannya lewat kencing. Kalo Kamu sering bepergian, Kamu harus memperhatikan berapa banyak air yang Kamu minum. Saat Kamu minum terlalu banyak, tubuh Kamu akan mengeluarkan apa yang gak perlu.

Kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, jadi Kamu mungkin butuh air lebih banyak atau kurang dari yang lain tergantung pada ukuran, jenis tubuh, dan tingkat aktivitas Kamu. Mayo Clinic merekomendasikan wanita untuk meminum sekitar 11,5 gelas cairan sehari, termasuk dari air, minuman lain, dan makanan.

Baca Juga: Sering Lupa Membersihkan Bekas Kencing di Kamar Mandi? Hati-Hati, Bisa Bahaya Lho

Kamu bisa mengetahui apa cairan yang kamu dapatkan cukup melalui warna kencing Kamu. Kalo warnanya kuning muda atau cerah, itu artinya Kamu minum cukup cairan untuk mencairkan pigmen  urokrom, yang membantu memberikan warna kencing. Tandanya, Kamu terhidrasi dengan baik.

Tapi kalo kencing Kamu jernih dan terus menerus kencing, Kamu mungkin minum terlalu banyak air. Ini jarang berbahaya, menurut Mayo Clinic. Tapi, alangkah leganya kalo kamu gak harus bolak-balik kamar mandi.


2. Kamu Secara Gak Sengaja Memuat Diuretik


secara gak sengaja memuat diuretik

Source: www.thoughtco.com

Minuman seperti kopi, soda, dan teh bisa bertindak sebagai diuretik yang meningkatkan frekuensi kencing.


Minuman seperti kopi, soda, dan teh bisa bertindak sebagai diuretik, yang berarti mereka bisa meningkatkan frekuensi kencing Kamu. Diuretik bertindak dengan meningkatkan jumlah garam dan air yang keluar dari ginjal Kamu, membuat Kamu lebih sering buang air kecil. Meskipun minuman seperti kopi dan teh bisa meningkatkan konsumsi air Kamu secara keseluruhan, menurunkan asupan kopi dan the Kamu mungkin membantu Kamu buang air kecil lebih jarang.

Obat-obatan tertentu juga bisa bertindak sebagai diuretik. Beberapa obat untuk mengobati tekanan darah tinggi mengandung diuretik, dan beberapa pil KB juga mengandung diuretik.

Baca Juga: Fakta Aneh Tentang Penis Ini Pasti Kamu Gak Tahu!


3. Punya Infeksi Saluran Kemih


punya infeksi saluran kemih

Source: www.thedailystar.net

Kamu gak bisa menghilangkan infeksi saluran kencing sendiri, jadi kamu harus bertanya ke dokter dan meminta antibiotik.


Infeksi saluran kemih terjadi saat bakteri, biasanya dari usus kamu, membuat jalan ke kandung kemih, uretra (saluran yang terhubung ke kandung kemih), ureter (tabung yang menghubungkan kandung kemih dan uretra Kamu), atau ginjal. Sebagian besar infeksi saluran kemih terjadi di kandung kemih. Sebagai tanggapan terhadap infeksi, kandung kemih Kamu jadi meradang dan iritasi, yang bisa membuatnya terasa seperti mau buang air kecil, bahkan kalo Kamu sebenarnya gak harus kencing.

Kamu gak bisa menghilangkan infeksi saluran kencing sendiri, jadi kamu harus bertanya ke dokter dan meminta antibiotik. Jangan membiarkannya gitu aja. Infeksi saluran kencing bisa berkembang jadi infeksi ginjal kalo gak diobati, yang biasanya sangat menyakitkan dan bahkan bisa mengancam jiwa.


4. Sedang Hamil


sedang hamil

Source: parenting.firstcry.com

Pada trimester pertama, volume darah perempuan hamil akan meningkat, jadi ginjal harus memproses cairan berlebih yang bergejolak di kandung kemih.


Pada trimester pertama, volume darah perempuan hamil akan meningkat, jadi ginjal harus memproses cairan berlebih yang bergejolak di kandung kemih, menurut Mayo Clinic. Itu bisa berlanjut hingga trimester kedua. Saat bersiap keluar, bayi mulai bergerak turun melalui panggul Kamu, memberi tekanan pada kandung kemih Kamu, kata Mayo Clinic. Ini gak cuma akan membuat Kamu merasa mau kencing, Kamu mungkin juga bisa kencing saat Kamu tertawa, bersin, atau mengangkat barang. (Ini dikenal sebagai inkontinensia urin.)

baca Juga: Mitos atau Fakta? Kebiasaan Jorok Ini Sering Dilakukan Berdasarkan Zodiak


5. Kamu Punya Fibroid Rahim


punya fibroid rahim

Source: whcresearch.com

Pertumbuhan fibroid rahim atau tumor jinak di bagian rahim dapat membuatmu buang air kecil sepanjang waktu.


Fibroid rahim, pertumbuhan non-kanker yang bisa tumbuh di dalam dan di rahimmu. Itu adalah tumor jinak yang paling umum pada wanita di usia subur. Terkadang pertumbuhan ini membuatmu buang air kecil sepanjang waktu. Ini biasanya terjadi saat fibroid jadi besar dan memberi tekanan pada kandung kemih Kamu.

Fibroid juga bisa menyebabkan perdarahan hebat, periode menyakitkan, nyeri saat berhubungan seks, komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dan bahkan masalah hamil. Kalo Kamu mengalami gejala yang Kamu pikir disebabkan oleh fibroid, kunjungi dokter Kamu. Ada banyak pilihan pengobatan, mulai dari kontrol kelahiran untuk mengurangi rasa sakit dan perdarahan hingga miomektomi (pembedahan untuk mengangkat fibroid) hingga histerektomi (pembedahan untuk mengangkat uterus) dan banyak lagi.


6. Kandung Kemih yang Terlalu Aktif


punya kandung kemih yang terlalu aktif

Source: www.rd.com

Kandung kemih yang terlalu aktif menyebabkan keinginan untuk kencing tiba-tiba yang gak bisa dikendalikan.


Kandung kemih yang terlalu aktif menyebabkan keinginan untuk kencing tiba-tiba yang gak bisa dikendalikan. Menurut Mayo Clinic, saat cairan berkumpul di kandung kemih Kamu, sinyal saraf dari kandung kemih ke otak Kamu biasanya memicu otot-otot dasar panggul dan otot-otot uretra Kamu untuk rileks. Ini memungkinkan kandung kemih berkontraksi dan mengeluarkan air seni. Kalo Kamu punya kandung kemih yang terlalu aktif, otot-otot di kandung kemih tanpa sadar berkontraksi, bahkan saat cairannya gak penuh.

Baca Juga: Girls, Ini Manfaat Masturbasi Bagi Perempuan

Banyak hal yang bisa menyebabkan hal ini terjadi, diantaranya adalah kelainan neurologis seperti stroke, kelainan kandung kemih seperti tumor, atau asupan kafein dan alkohol yang berlebihan.