Source: https://variety.com/2015/film/news/james-wan-boy-who-drew-monsters-1201607561/

James Wan warga Merlbourn, Australia berdarah Tiongkok. Pria kelahiran Kuching, Sarawak, Malaysia, 26 Januari 1977 dikenal sebagai penulis dan sutradara yang sering bekerjasama dengan Leigh Whannel sejak bersekolah bersama di Australia. Mereka bersekolah di Royal Melbourne Institute of Technology.

Namanya mulai dikenal publik saat memproduseri dan mensutradarai “Saw”, “Saw II”, “Saw III”, dan “Saw IV”. Setelah itu dia gak terlibat lagi dalam produksi film Saw selanjutnya. Merasa gak menemukan ide yang menarik setelah “Saw IV”, James Wan memilih melakukan perenungan dalam apartment kumuh di Australia. Dalam proses mengurung diri tersebut James Wan mendapatkan ilham tentang sebuah cerita yang akhirnya ia garap dengan judul “Dead Silence”.

Source:https://www.wallpaperup.com/

“Dead Silence” menceritakan tentang Jamie (Ryan Kwanten) yang melakukan perjalanan ke kampung halamannya untuk mencari jawaban atas kematian sang istri yang gak wajar setelah kehadiran boneka misterius di rumahnya.

Selesai menggarap film “Death Sentence” yang punya sedikit ikatan dengan “Dead Silence”, film Wan yang membawa namanya semakin dikenal adalah “Insidious”. Film ini dibuat Wan secara independen. Namun justru itu memberinya keuntungan. Untuk membangun kengerian dalam film ini Wan mengaku menggunakan teknik hold and silence yang juga dilakukan dalam film “The Sixth Sense”, “The Others” dan film-film karya David Lynch. Ya, James Wan emang sangant mengagumi David Lynch. Bahkan, film “Saw” banyak dipengaruhi oleh gaya cerita David Lynch. Selain Lynch, Wan juga mengagumi sutradara Italia, Dario Argento.

Source: https://subscene.com/subtitles/insidious/english/458811

Setelah Insidious, Wan membuat The Conjuring yang diangkat dari kisah nyata. Usai Conjuring, Wan langsung menggarap “Insidious: Chapter 2”. Film ini cukup menarik karena juga melibatkan Oren Peli, kreator Paranormal Activity selaku produser eksekutif. Sekuel Insidious adalah reaksi James Wan terhadap Saw. Karena dia gak terlibat di semua sekuel Saw, perasaan itulah yang ia bawa saat membuat sekuel “Insidious”.

Source: https://www.youtube.com/watch?v=kk2fe6ofUYM

Wan sebenarnya gak ingin selalu dikaitkan hanya dengan film horor. Dia merasa membuat film horor butuh keahlian. Karena, film horor bisa diremehkan dan dikritik. Tapi, jika punya keahlian, maka bisa menjadi film horor terbaik. Menurut Wan, penonton gak akan bisa ditakut-takuti saat mereka menemukan hal konyol dalam film.

Karena keintensan film-filmnya, Wan dimasukkan ke kelompok gak resmi “Splat Pack” oleh sejarawan film Alan Jones di majalah “Total Film”. “Splat Pack” adalah kumpulan sutradara yang membuat film-film brutal penuh kekerasan yang anggota lainnya adalah Alexander Aja, Darren Lynn Bousman, Neil Marshall, Greg Mclean, Eli Roth, Leigh Whanell dan Rob Zombie.

Lucunya, walaupun banyak menggarap film-film horor yang sukses menakut-nakuti penonton dari seluruh dunia, james Wan sendiri mengaku bukan pemberani. Dalam sebuah wawancara dengan Variety, Wan mengatakan, "Sebenarnya saya sangat mudah takut dalam dunia nyata, jadi saya membuat semua di lokasi syuting jadi sangat terang dan menyenangkan saat kamera gak merekam."

Source: https://brokeassstuart.com/2017/07/13/james-wan-savior-horror/

Menjadi spesialis horor jelas bukan cita-cita James Wan. Dia mengatakan punya keinginan membuat percobaan dengan berbagai genre lain. "Saya dan Leigh bukan cuma penggemar film horor. Kami pecinta film. Saya suka film aksi juga, saya ingin membuat film aksi juga dan komedi romatis. Jadi jika saya bisa mendapatkan bahan yang bagus, pasti akan saya buat."

Source: https://hot.detik.com/movie/4122711/hitam-putih-nan-mengancam-di-poster-terbaru-the-nun

Setelah selesai dengan “The Nun”, proyek film Wan selanjutnya adalah membuat remake dari film “Train to Busan”. Buat yang belum tahu, “Train to Busan” sendiri bercerita tentang virus zombie yang menyerang sebagian besar warga Korea. Beberapa orang yang terjebak di dalam kereta pun harus bertahan hidup dari serangan zombie. Dengan sentuhan action serta gore yang pas, tak ayal kalau TRAIN TO BUSAN jadi salah satu film horor yang paling hits pada waktu itu.

Source: https://moeslema.com/837

Penasaran ya gimana “Train to Busan” versi James Wan.