Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Inilah 5 Penemuan Misterius di Antartika

Iman Widimulya Invalid date
Sebagai benua yang paling misterius di dunia, Antartika menyimpan berbagai misteri. Banyak penemuan-penemuan misterius yang ditemukan disana.

Antartika adalah tempat paling misterius di muka bumi ini dan sebagian besar wilayahnya tertutup es sepanjang tahun. Antartika umumnya dihuni oleh para peneliti dan ilmuwan untuk batas waktu tertentu saja dan hanya beberapa mahkluk hidup yang dapat bertahan hidup disana, karena itu Antartika masih menyimpan banyak misteri di dalamnya.

Berikut adalah 5 penemuan misterius dari Antartika.

1. Tengkorak Memanjang

tengkora memanjang

Source: www.latinamericanstudies.org

Diduga tengkorak tersebut memanjang karena praktik aneh yang dulu dilakukan oleh orang-orang dari peradaban kuno semenjak usia muda mereka

Di wilayah Antartika yang disebut La Paille seorang arkeolog bernama Damian Waters dan timnya menemukan tengkorak. Damian terkejut karna temuan mereka bukanlah tengkorak biasa melainkan tengkorak memanjang yang identik dengan yang ditemukan di Mesir dan Peru. Diduga tengkorak tersebut memanjang karena praktik aneh yang dulu dilakukan oleh orang-orang dari peradaban kuno semenjak usia muda mereka.

2. Puluhan ribu meteorit kuno

meteor di antartika

Source: theconversation.com

Dari data 50 tahun terakhir, jumlah meteorit yang sudah ditemukan mencapai 10.000 meteorit dan beberapa dari mereka sudah mencapai umur 700.000 tahun

Daratan Antartika yang hampir semuanya ditutupi oleh es tebal, membuat meteorit yang jatuh tampak mencolok, mungkin itulah sebabnya 90% dari penemuan meteor di bumi ditemukan di Antartika. Es ini juga yang menjaga batuan meteorit tersebut dari korosi.

Baca Juga: Traveling ke Antartika? Ini Dia Aktivitas yang Bisa Kamu Lakukan Disana

Batuan meteorit itu tidak seperti batu biasa karena sama halnya seperti kerak fusi dimana ketika lapisan luarnya terkikis, itu akan memungkinkan para ilmuwan untuk memeriksa batu di dalamnya. Dari data 50 tahun terakhir, jumlah meteorit yang sudah ditemukan mencapai 10.000 meteorit dan beberapa dari mereka sudah mencapai umur 700.000 tahun.

3. Mahkluk aneh

cacing laut

Source: stomp.com.sg

Memiliki tubuh oval, dikelilingi oleh bulu-bulu keemasan mengkilat dan di atasnya dilapisi dengan rahang bergigi tajam

Seekor cacing laut sepanjang 8 inci yang hidup di perairan dekat Antartika memiliki tubuh oval, dikelilingi oleh bulu-bulu keemasan mengkilat dan di atasnya dilapisi dengan rahang bergigi tajam. Makhluk yang tidak biasa ini adalah jenis Eulagisca gigantea, yang sering ditemukan di perairan Samudra Selatan, dekat Antartika.

E. gigantea termasuk dalam kelas cacing laut yang disebut polychaetes, juga dikenal sebagai cacing bulu. Bulu-bulu kelompok ini dapat memiliki berbagai kegunaan mulai dari untuk berenang, merangkak di dasar laut, atau bahkan untuk fungsi pertahanan

Tahun 1939, World Register of Marine Species melaporkan apa yang tampak sebagai "kepala" dalam gambar sebenarnya adalah faring yang dapat ditarik yang umumnya disimpan di dalam tubuhnya, seperti pada cacing laut polikik lainnya. Giginya yang tajam menunjukkan bahwa cacing ini makan dengan memangsa binatang lain. Spesimen dengan rahang terekstrusi ini ditemukan di Samudra Antartika di kedalaman 1.706 hingga 2.198 kaki (520 hingga 670 meter).

4. Danau bawah tanah

danau di bawah es

Source: mnn.com

Dengan suhu yang sangat rendah di Antartika, seluruh air di wilayah tersebut pasti akan membeku, namun air yang berada di tekanan yang tinggi tidak akan bisa membeku

Bagaimana mungkin ada danau di daratan antartika yang seluruhnya tertutup es? Dengan suhu yang sangat rendah di Antartika, seluruh air di wilayah tersebut pasti akan membeku, namun air yang berada di tekanan yang tinggi tidak akan bisa membeku, dimana panas dari bumi juga menjaga air agar tidak mengalami pembekuan. Dibuktikan ketika peneliti dari Amerika yang menggali ke bawah gletser Ross sedalam 701 meter pada tahun 2013, ditemukan bahwa adanya danau bawah tanah dimana tidak ada cahaya yang masuk namun organisme sepeti bakteri dapat hidup didalamnya

5. Air terjun darah

Blood fall

Source: www.smithsonianmag.com

Memang air terjun tersebut nampak seperti darah karna warnanya yang merah tua, namun jangan keliru hal itu disebabkan karena besi yang teroksidasi dalam air garam

Memang air terjun tersebut nampak seperti darah karna warnanya yang merah tua, namun jangan keliru hal itu disebabkan karena besi yang teroksidasi dalam air garam, proses yang sama yang memberikan besi warna merah gelap ketika berkarat. Air garam yang mengalir ini datang dari sebuah danau yang ditutupi es dimana air yang berada di dalam danau itu memiliki tingkat garam 4x lebih tinggi daripada garam di laut, hal itulah yang membuat warna air terjun tersebut tampak seperti darah.