Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Heboh Matahari "Made in China" di Tahun 2019. Manfaatnya Apa Ya?

Imam Santoso Mar 14, 2019 5:00 AM
Matahari satu aja udah bikin panas, Tiongkok malah mau bikin tiruannya.

Matahari adalah salah satu bagian terpenting dalam kelangsungan nasib makhluk hidup di bumi. Lalu bagaimana jadinya jika matahari yang cuma ada satu ada tiruannya?

Ya, anda tidak salah baca. Negara Tiongkok (China) saat ini sedang mengembangkan proyek "Matahari Buatan" yang sempat menghebohkan dunia beberapa bulan terakhir. Selain itu menurut kabar terakhir "Matahari Buatan" ini akan bisa digunakan tahun ini.

Tenang, Matahari buatan disini gak bikin kita lebih gampang kepanasan kok karena itu adalah proyek nuklir yang dibuat China dengan nama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST). EAST adalah salah satu proyek eksperimen yang ingin menciptakan energi bersih yang setara, bahkan lebih besar dengan matahari yang biasa kita lihat di atas langit.

Baca Juga: Terlampau Canggih, Inilah 5 Teknologi Mutakhir China yang Menggegerkan Dunia!

Proyek yang dibuat Tiongkok's Institute of Plasma Physics disebut-sebut menjadi salah satu pencapaian terbaik bagi dunia nuklir yang bertujuan untuk menciptakan energi yang bersih melalui fusi nuklir. Fusi nuklir sendiri adalah salah satu proses yang membuat matahari memiliki energi yang bisa kita nikmati selama ini.


EASTSource: newatlas.com
Proyek Matahari buatan milik China yang katanya bisa ciptakan energi berkali-kali lipat dari Matahari aslinya.

Matahari buatan yang dibuat oleh EAST berasal dari konstruksi Tokamak HL-2M yang didalamnya ada medan magnet untuk menangkap plasma panas. Konon katanya energi panas yang dibuat oleh EAST mencapai 100 juta Celcius, atau enam kali lebih panas dari matahari aslinya yang "hanya" bersuhu 15 juta Celcius.

Bagi yang tidak tahu apa itu Tokamak, Tokamak adalah sebuah mesin nuklir yang berfungsi untuk memproduksi medan magnet untuk mengurung plasma agar bisa menjadi energi melalui fusi atau gabungan nuklir. 

Reaktor EAST yang berada di kota Hefei, Tiongkok ini konon bisa menghasilkan energi 100 juta derajat celsius. Memiliki tinggi 11 meter, diameter 8 meter dan berat sekitar 360.000 kilogram, gak heran jika alat ini disebut "Matahari Buatan".

Baca Juga: Ini Dia Bus Anti Macet Dari China


Reaktor EASTSource: China's Institute of Plasma Physics
Reaktor EAST yang berada di Hefei, Tiongkok

Adanya proyek matahari buatan milik China ini membuat para ilmuwan berikan pujian untuk para ilmuwan yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut. Menurut mereka dengan adanya EAST atau matahari buatan bisa menjadi sumber energi bersih yang bisa digunakan di masa mendatang.

"Ini tentu merupakan langkah yang signifikan untuk program fusi nuklir Tiongkok dan perkembangan bagi seluruh dunia," kata Profesor Matthew Hole dari Australian National University seperti yang dikutip dari liputan6.com.

Selain itu menurut Profesor Hole, dengan adanya proyek matahari buatan dengan menggunakan fusi nuklir ini mengurangi atau menghilangkan limbah radioaktif dan emisi gas kaca yang menurut para ilmuwan susah diuraikan.

Baca Juga: Pesawat Tempur Tercanggih di Dunia, Bangga! Indonesia Punya Salah Satunya Loh!


Reaktor EASTSource: shanghaieye.com.cn
Reaktor EAST yang menciptakan energi mencapai 100 juta Celcius

"Manfaatnya sangat besar karena merupakan produksi energi berkelanjutan dalam skala yang besar, tapi tanpa gas emisi rumah kaca dan limbah radioaktif yang sulit diuraikan," tambahnya.

Dengan adanya proyek matahari buatan, sedikit lagi manusia sudah bisa menikmati manfaat energi matahari yang bisa diolah menjadi energi listrik maupun energi lain yang dibutuhkan manusia di bumi.  Sebelumnya kita biasanya menikmati sejumlah energi dari bahan-bahan yang menghasilkan limbah dan kadang-kadang bisa mencemari lingkungan sekitar.

Baca Juga: Beberapa Gadget Ini Bisa Bikin Kamu Jadi “Tony Stark” Yang Punya Asisten Digital di Dalam Rumah Lho!