Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Girls, Sering Pakai Aseton Untuk Membersihkan Cat Kuku? Ketahui Dampak Buruknya!

Nurus Sobah Jan 3, 2019 5:00 AM
Bahaya menggunakan aseton terlalu sering.

Bagi kaum perempuan, selain wajah dan rambut, kecantikan kuku juga sangat penting. Ada kalanya, menggunakan cat kuku adalah pilihan untuk mempercantik kuku. Tapi, cat kuku bisa cepat membosankan untuk beberapa orang, alhasil, sebagian besar perempuan yang menggunakan cat kuku akan sering gonta-ganti warna dan variasi cat kuku.

Bagi kamu yang sering kali gonta-ganti cat kuku alias kuteks, mungkin juga sering pakai aseton. Ya, aseton adalah zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan menghapus cat kuku. Tapi, kalo terlalu sering dipakai, bukannya jadi bagus, kuku kamu malah rusak dan gak cantik lagi loh. Jadi, seberapa bahayanya sih pakai aseton sebagai pembersih cat kuku? Yuk, pahami dulu berbagai dampaknya.

Baca Juga: Segera Potong Rambutmu Kalau 7 Tanda Bahaya Ini Kamu Temukan!

Kamu wajib tahu nih, kalau pembersih kuteks ternyata gak cuma aseton loh!

Source: ohmynailpolish.com

Ada dua jenis penghapus cat kuku, yaitu yang mengandung aseton dan non-aseton

Aseton banyak dikenal sebagai pembersih kuteks. Padahal, gak semua pembersih kuteks adalah aseton. Pada dasarnya, ada dua jenis pembersih kuteks yaitu aseton dan non-aseton. Sebagian besar merek pembersih kuteks menyebutkan kandungan ini di label kemasan. Aseton adalah cairan yang jernih, berbau tajam, dan sangat gampang terbakar. Isopropil alkohol biasanya digunakan dalam pembuatan aseton. Inilah kenapa aseton bisa dengan cepat menghapus kuteks kamu.

Bahan aktif utama dalam pembersih kuteks non-aseton biasanya adalah etil asetat, isopropil alkohol, dan propilena karbonat. Biasanya, produk ini juga ditambahkan pelembap seperti gliserin dan panthenol, supaya mencegah kekeringan pada kuku. Tapi, penghapus kuteks non-aseton gak melarutkan lapisan kuteks dengan mudah sehingga kamu perlu memakan waktu yang lebih lama untuk menghapus kuteks.

Baca Juga: Gak Perlu Makeup Tebal, Lakukan 5 Cara Ini Untuk Pancarkan Kecantikan Alamimu, Girls!

Penggunaan aseton untuk menghapus cat kuku yang terlalu sering, justru akan berbahaya loh, Guys!

Source: www.mspng.org

Aseton sangat kering untuk kuku, kutikula dan kulit

Aseton adalah pelarut yang sangat kuat dan bekerja paling baik untuk menghilangkan cat kuku. Tapi, aseton juga sangat keras karena bisa menghilangkan banyak minyak alami dari kulit kamu. Bahkan, kadang-kadang kuku kamu akan terlihat sangat putih kalo menggunakan terlalu banyak aseton. Ini akan membuat kuku kering dan bisa menjadi rapuh kalo dipakai terlalu sering. Wanita dengan kuku yang kering atau pecah, sebaiknya hindari penggunaan aseton. Karena aseton sangat kering untuk kuku, kutikula dan kulit.

Gak hanya kesehatan kuku yang terganggu, kesehatan tubuhmu juga akan terganggu apabila menggunakan aseton yang terlalu sering!

Source: www.findatopdoc.com

Kamu bisa mengalami keracunan aseton kalo gak sengaja mengonsumsi atau menelan aseton

Aseton sangat cepat menguap saat dibiarkan terbuka dan gampang sekali terbakar. Aseton juga menyebabkan keracunan yang bisa mengancam nyawa, tapi ini sangat jarang terjadi karena tubuh mampu memecah aseton dalam jumlah besar yang terserap ke dalam tubuh.

Baca Juga: Apa Yang Terjadi Kalo Kamu Makan Ikan Setiap Hari?

Kamu bisa mengalami keracunan aseton kalo gak sengaja mengonsumsi atau menelan aseton dalam jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Gejala keracunan aseton ringan termasuk sakit kepala, bicara cadel, lesu, kurang koordinasi indra gerak, dan rasa manis di mulut. Dalam kasus yang parah, gejala keracunan aseton termasuk koma, tekanan darah rendah, dan pingsan. Oleh karena itu, gunakan aseton di ruangan terbuka dan jauh dari nyala api. Selalu jauhkan produk-produk yang mengandung aseton dari jangkauan anak.

Kalo kamu senang mewarnai kuku dengan kuteks, pilihlah penghapus kuteks yang bebas aseton. Hal yang sama berlaku untuk polish mebel, pelicin mebel berbasis air yang sama efektifnya dengan produk aseton.