Sindrom kaki gelisah sering dikenal juga sebagai Penyakit Willis-Ekbom atau Sindrom Wittmaack-Ekbom. Sindrom kaki gelisah adalah kelainan umum yang mempengaruhi sistem saraf tubuh. Kelainan pada saraf ini ditandai dengan dorongan kuat, yang biasanya sulit dilawan, untuk terus menggerak-gerakkan kaki. 

Baca juga: Benarkah Telur Membahayakan Jantung? Temukan Jawabannya di Sini!

Tapi, dalam beberapa kasus, dorongan ini gak cuma terbatas untuk kaki aja, tapi juga untuk tangan, kepala, dan juga badan. Dalam beberapa kasus yang lebih langka, pasien merasakan gejala serupa di anggota badan yang udah gak ada karena diamputasi.

Apa aja sih gejala Sindrom kaki gelisah?

kesemutan

Sensasi ini dihubungkan dengan rasa gatal, rasa geli, atau rasa ada sesuatu yang bergerak merayap di dalam tubuh. (Source: neura.edu.au)

Biasanya dorongan untuk menggerakkan kaki atau anggota badan lainnya bisa dihilangkan untuk sementara waktu. Sensasi ini dihubungkan dengan rasa gatal, rasa geli, atau rasa ada sesuatu yang bergerak merayap di dalam tubuh. Biasanya dorongan tersebut makin terasa saat sedang mencoba untuk tidur atau saat sedang santai, belajar, membaca, atau saat sedang ingin melakukan sesuatu dengan tenang.

Sindrom kaki gelisah dianggap sebagai penyakit spektrum, di mana beberapa pasien merasakan gangguan ringan, sedangkan sebagian pasien mengalami dengan tingkat yang lebih parah (yang bisa mempengaruhi hidup pasien secara serius.

Penyebab Sindrom kaki gelisah

kesemutan

Banyak peneliti dan ahli kesehatan berpendapat bahwa sindrom kaki gelisah disebabkan oleh kurangnya zat besi. (Source: www.biokplus.com)

Banyak peneliti dan ahli kesehatan berpendapat bahwa sindrom kaki gelisah disebabkan oleh kurangnya zat besi. Sekitar 20% pasien yang mengalami kondisi ini terbukti punya kandungan zat besi 50 microgram per liter besi, walaupun lebih dari 70% pasien punya kandungan zat besi yang lebih dari cukup dalam darah.

Baca juga: Mengenal Kevin Carter, Fotografer yang Bunuh Diri Setelah Memenangkan Penghargaan Pulitzer Prize.

Sindrom ini biasanya dikaitkan dengan berbagai kondisi, masalah, dan penyakit lainnya, seperti kekurangan magnesium atau folat, kesulitan tidur, diabetes, Penyakit Parkinson, Penyakit Celiac, varises, fibromyaglia, uremia, dan arthritis reumatik. Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil juga rentan mengalami kondisi ini. Beberapa penyebab umum dari sindrom kaki gelisah adalah:

1. ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder - Kelainan Hiperaktif)

ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder - Kelainan Hiperaktif)ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder - Kelainan Hiperaktif). 

Source: stanford.edu

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang dekat antara kelainan hiperaktif dan sindrom kaki gelisah, karena adanya ketidakmampuan seseorang memproduksi zat dopamin, suatu zat neurotransmitter yang akan menstimulasi beberapa zat lain dalam tubuh seperti zat epiferin (adrenalin). Para peneliti menemukan lebih dari 40% pasien ADHD juga mengalami sindrom kaki gelisah, dan lebih dari 20% pasien sindrom kaki gelisah mengalami ADHD (atau gejala kelainan tersebut).

2. Pengaruh beberapa jenis obat

Pengaruh beberapa jenis obatPengaruh beberapa jenis obat. (Source: healthydebate.ca)Penelitian menunjukkan bahwa beberapa macam obat seperti antihistamin, antiemetics, obat-obatan penenang/hipnosis, obat antidepresan, anticonvulsant, dan antipsikotik bisa menyebabkan sindrom kaki gelisah. Pada pasien yang udah dideteksi mengalami sindrom kaki gelisah, konsumsi obat-obatan tersebut bisa memperparah terjadinya gejala sindrom ini.

3. Faktor genetik

Faktor genetik

Source: www.york.ac.uk

Banyak pasien sindrom kaki gelisahjuga punya anggota keluarga yang punya kondisi serupa, dan penelitian menunjukkan bahwa sindrom kaki gelisah memang bisa menurun.

Gejala Utama Sindrom kaki gelisah

Gejala Utama Sindrom kaki gelisahGejala Utama Sindrom kaki gelisah. (Source: www.achieveclinical.com)

Sindrom kaki gelisah bisa mulai dirasakan dari saat kecil dan gejalanya bisa berkembang atau tetap sama seiring berjalannya waktu. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Yayasan Sindrom kaki gelisah untuk anggotanya, lebih dari 40% responden menyatakan bahwa sindrom yang mereka alami udah muncul sebelum mereka mencapai usia 20 tahun.

Salah satu gejala yang paling umum adalah sensasi yang gak nyaman di bagian kaki, yang juga bisa dirasakan di beberapa bagian tubuh lain, seperti pada perut dan pada lengan. Rasa gak nyaman ini biasanya diikuti dengan dorongan yang sangat kuat untuk menggerakkan kaki atau lengan. Beberapa pasien menggambarkan sensasi yang dirasakan dengan berbagai macam, dari rasa sakit, gatal, rasa sesuatu yang menjalar, atau seperti ditusuk banyak jarum. Dalam beberapa kasus, sensasi yang dirasakan bisa berupa rasa kebas pada tangan atau kaki. Pada umumnya, pasien mengalami sensasi tersebut saat mereka sedang terdiam, atau saat istirahat, duduk, atau berbaring.

Gejala yang dirasakan bisa beragam, dari yang gak terlalu sakit sampai sakit sekali, dan bisa juga cuma dirasakan pada salah satu bagian tubuh aja. Beberapa pasien melaporkan bahwa mereka gak merasakan sensasi di bagian kaki dan tangan atau badan, tapi merasa gelisah dan ada dorongan untuk selalu menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Sindrom kaki gelisah bisa mempengaruhi kualitas tidur

Sindrom kaki gelisah bisa mempengaruhi kualitas tidurSindrom kaki gelisah bisa mempengaruhi kualitas tidur. (Source: medicalnewstoday.com)

Sindrom kaki gelisah juga bisa mempengaruhi kemampuan tidur pasien, terutama kalo sindrom ini terjadi di saat malam. Banyak pasien melaporkan bahwa gejala yang mereka rasakan biasanya terasa lebih buruk di saat malam, dan lebih buruk lagi saat mereka sedang mencoba untuk tidur.

Baca juga: Kota Paling Misterius Di Indonesia

Pusat Kesehatan Amerika Serika menyatakan 4 kriteria yang menkamukan SINDROM KAKI GELISAH. Pertama, pasien merasakan dorongan kuat untuk selalu menggerakkan tungkai kaki atau lengan (meskipun tanpa sensasi tertentu pada lengan dan kaki). Kedua, sensasi yang dirasakan biasanya bisa hilang dengan melakukan suatu aktivitas. Ketiga, sensasi yang dirasakan biasanya memburuk saat sedang istirahat. Terakhir, gejala yang dirasakan memburuk pada waktu malam.