Hai kamu, sahabatku yang senasib sepenanggungan, kamu yang gajinya masih di kisaran UMR tapi bercita-cita suatu saat nanti bisa memiliki sebuah rumah idaman yang dibeli hasil kerja keras sepanjang tahun. Tenang, kamu gak sendirian dan tak perlu pula khawatir, sebab semua yang kamu idam-idamkan bakal tercapai kok. Asal komitmen dan mau bekerja lebih keras lagi. Mengingat harga rumah yang semakin hari semakin merangkak naik.


Tak peduli besar atau kecil nominal gaji yang kamu terima tiap bulannya, jika tidak dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang tidak tepat maka ujung-ujungnya bakal defisit juga. Alias tanggal tua pasrah makan nasi goreng kecap tiap hari.

Makanya kalau kamu serius mau nabung buat kepentingan masa depan, kamu harus bisa mengelola keuangan sendiri dengan apik, agar bisa terhindar dari kondisi defisit, apalagi, jika gaji kamu berada dalam kisaran UMR (Upah Minimum Regional). Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, berapapun gaji kamu dapat dimaksimalkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan, seperti misalnya mencicil rumah.

Harga rumah emang semakin melangit. Padahal banyak banget nih generasi milineal yang udah kebelet untuk mulai berani ke luar dari rumah ortu lalu menjalani hidup yang mandiri baik dari sisi finansial, kegiatan sehari-hari maupun tempat tinggal. Harga rumah yang mahal tak pelak menjadi hambatan utama bagi setiap orang yang berencana ingin memiliki rumah sendiri.

Akan tetapi apabila kamu sudah memiliki rencana keuangan yang baik, memiliki rumah idaman tak menjadi hal yang mustahil. Karena itulah, perencanaan keuangan merupakan penopang utama kondisi finansial yang kokoh. Jadi, bagi Anda yang memiliki penghasilan UMR, tak perlu khawatir, karena Dagelan.co sudah menyiapkan ada beberapa cara agar tujuan kamu mempunyai rumah dapat terpenuhi.

1. Kebutuhan Hidup


Untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari biaya makan minum, air dan listrik, transportasi, rekreasi dan lain-lain, usahakan tak lebih dari 40% dari penghasilan kamu. Misalnya, jika UMR di wilayah kamu bekerja sebesar Rp3,3 juta per bulan dan kamu tidak memiliki penghasilan tambahan sama sekali, maka 40% dari Rp3,3 juta atau kurang lebih sekitar Rp1,32 juta adalah dana maksimal yang bisa kamu habiskan untuk kebutuhan hidup. Dalam mengatur pengeluaran untuk transportasi, kamu bisa menggunakan transportasi umum atau transportasi online dengan fasilitas diskon yang mereka punya.

“Emangnya segitu cukup?” Ya relatif sih, tergantung gaya hidup kamu sehari-hari juga. Kalau kebutuhan hidup kamu tidak tercukupi, maka mungkin kamu perlu ngaca sebentar, refleksi diri, lalu putuskan untuk melakukan penyesuaian gaya hidup. Sebagai contoh, gak perlu lah tiap sore ngoffeey fancy di coffee shop. Relain aja sekali-sekali minum kopi sachetan. Ingeeet, demi rumah loh ini.

2. Cicilan


Gak perlu malu kalau beli rumah nyicil, selama utang yang dimiliki adalah untuk pembelian aset yang sifatnya produktif dan menunjang pekerjaan, keputusan tersebut masih bisa dikatakan wajar kok. Apalagi, jika besarnya cicilan per bulan tidak melebihi 30% dari penghasilan kamu. Oleh karena itu, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi yang paling tepat untuk membeli rumah bagi kamu yang tidak memiliki cukup uang untuk membayar dengan cara tunai ataupun cash bertahap. Nah, jika kamu telah memutuskan untuk membeli rumah dengan skema KPR, carilah bank yang menawarkan bunga paling rendah agar mengurangi beban biaya cicilan rumah.

Tapi, bagaimana jika penghasilan kamu ternyata masih belum cukup untuk mengajukan KPR? Tidak perlu khawatir, karena kamu bisa mengajukan KPR subsidi. Jenis kredit ini memang khusus ditujukan bagi mereka Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Jenis KPR subsidi memiliki banyak keunggulan, seperti harga rumah yang relatif lebih murah, bunga flat 5 persen, dan jangka waktu peminjaman hingga 20 tahun lamanya. Syarat untuk mengajukan KPR jenis ini adalah gaji pemohon maksimal Rp4 juta untuk membeli rumah dan gaji maksimal Rp7 juta untuk membeli apartemen. Selain itu, jenis KPR ini hanya dikhususkan bagi pemohon yang belum pernah memiliki rumah.

3. Asuransi, Investasi dan Dana Darurat


Bagi kamu yang menjadi tulang punggung keluarga, sebaiknya kamu memiliki dana darurat sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan bagi yang sudah berkeluarga, atau 3-6 kali bagi Anda yang masih lajang. Dana darurat bisa disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan seperti tabungan, deposito, reksa dana pasar uang dan emas.

Selanjutnya, disarankan untuk memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan paling tidak 10-15 tahun pengeluaran. Kamu juga bisa menyiapkan dana darurat, asuransi dan investasi sekaligus, namun, jangan sampai berlebihan dalam menggunakan uang untuk berinvestasi. Sisihkan paling tidak sebanyak 20% dari pendapatan.

4. Ikut Lelang Rumah


Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah. Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut kamu bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya, rumah yang diikutsertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank. Namun, jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, pastikan terlebih dahulu kondisi rumah, akses menuju ke sana, dan lingkungan sekitarnya.

Nah itu dia beberapa cara yang bisa kamu coba dalam negatur keuangan. Yok nabung, dan lebih semagat lagi nyari duitnya.