Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Film Indonesia Paling Sedih, Siapin Tisu Sebelum Nonton!

Nurus Sobah Nov 28, 2018 6:00 AM
Film Indonesia Paling Sedih

Source: https://www.today.com/health/your-brain-movies-why-films-make-us-cry-flinch-cheer-1D80258284

Film yang berkesan adalah film yang “meninggalkan” perasaan haru, bahagia, atau sedih dalam hati penonton, bahkan setelah sekian lama sejak film itu ditonton. Di bawah ini ada 4 film Indonesia yang paling sedih dan terkenang sepanjang masa.

 

1. Emak Ingin Naik Haji (2009)

Source: https://netizone.id/7-film-religi-indonesia-yang-recommended-menginspirasi-banget/

“Emak Ingin Naik Haji” adalah film dimana Aty Cancer Zein dan Reza Rahardian sebagai pemeran utamanya. Film yang banyak mendapatkan penghargaan ini sukses membuat penonton terbawa suasana haru. “Film Emak Ingin Naik Haji” mengisahkan tentang seorang wanita lanjut usia yang punya keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji sebelum meninggal dunia. Sayangnya, Emak hanya seorang penjual kue yang gak punya cukup biaya untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Dengan terus berikhtiar, berdoa, dan tawakkal ia tetap mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Melihat kesungguhan emak, anaknya yang bernama Zein ikut berusaha dengan berbagai cara untuk mewujudkan keinginan orang tuanya. Tapi karena keterbatasannya sebagai penjual lukisan keliling, membuat Zein hampir putus asa dan nekat.

Perjuangan Emak untuk mencurahkan rasa cinta pada Tuhannya dan rasa cinta Zein pada Emak membuat film ini sarat dengan nilai-nilai. Cerita yang apik didukung dengan akting pemainnya sukses membuat penonton menangis.

 

2. Heart (2006)

Source: http://firlionair.blogspot.com/2013/01/heart-movie-indonesia-2006-free.html

Film ini mengangkat persahabatan dan romansa. Dibintangi oleh Nirina Zubir dan Irwansyah, “Heart” sukses membuat penonton terhanyut dalam cerita mereka yang rumit. Film yang disutradarai oleh Hanny R Saputra ini mengisahkan tentang Rachel (diperankan Nirina Zubir) yang diam-diam mencintai sahabatnya sendiri, yaitu Farel (diperankan Irwansyah). Mereka berdua adalah sahabat baik sedari kecil.

Rachel sering memberikan sinyal-sinyal terhadap Farel, tapi entah karena kebodohan Farel atau karena Farel terlalu fokus dengan dirinya sendiri (sorry nih nahan emosi), Farel gak menyadarinya sama sekali. Sampai saat tokoh ketiga muncul, Luna, seorang komikus yang seketika membuat Farel bertekuk lutut. Mungkin kedengarannya klasik, cinta segitiga. Tapi, banyak hal yang membuat film ini berhasil menguras air mata.

 

3. Surat Kecil Untuk Tuhan (2011)

Source: http://harrisnizam.blogspot.com/2011/

Bisa dibilang film ini adalah film tersedih dalam daftar ini. Diadaptasi dari novel best-seller yang merupakan kisah nyata seorang gadis bernama Gitta Sessa Wanda Cantika atau biasa dipanggil Keke. Diumurnya yang masih belia, dia harus menjalani beratnya hidup karena mengidap kanker jaringan lunak di wajahnya. Perjalanan Keke sepanjang menjalani pengobatan, rasa cinta seorang ayah yang mengharuskannya tetap tegar, arti persahabatan dan keluarga menjadi alasan kenapa film ini menjadi film tersedih yang akan kalian tonton. (Btw, tahun lalu ada film berjudul sama yang rilis, tapi bukan itu yang dimaksud ya.)

 

4. Sabtu Bersama Bapak (2016)

Source: http://iniblogyaom.blogspot.com/2016/12/download-film-indonesia-sabtu-bersama.html

Film yang mengisahkan tentang orang tua memang sering mengharukan dan gampang bikin nangis. Termasuk juga film Indonesia terbaru berjudul “Sabtu Bersama Bapak”. Dari awal promo filmnya udah digadang-gadang bahwa film yang diadaptasi dari novel karya Adhitya Mulya ini bisa membuat penontonnya menangis. Benar aja, dari awal penayangannya film ini langsung laris manis dan sukses membuat ratusan orang menitikkan air mata. Sejak awal film diputar, suasana sedih emang udah dibangun oleh Monti Tiwa, dengan pemilihan backsound biola yang mampu membangun suasana sedemikian rupa. Bercerita tentang seorang ayah, Gunawan (Abimana Aryasatya), yang divonis hanya akan hidup satu tahun lagi. Untuk mengisi kekosongan sosok ayah setelah nanti beliau tiada, sang Bapak meninggalkan pesan dalam bentuk ratusan kaset video kepada istri (Ira Wibowo) dan kedua anaknya, Satya dan Cakra. Satu kasetnya hanya boleh disaksikan bersama-sama seminggu sekali, setiap hari Sabtu, Sabtu bersama Bapak.