Negara maju tidak melulu harus selaras dengan kualitas olahraga di negaranya. Dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara, Brunei Darussalam adalah negara yang dikenal sebagai negara kecil namun kaya raya akan minyak bumi & gas. Negara yang bersistem pemerintahan kesultanan yang dipimpin oleh Yang Mulia Sultan Hassanal Bolkiah juga termasuk negara yang cukup unggul di sektor lain. 


Baca juga: Inilah Makna di Balik Semua Tato Lionel Messi

Namun jika dibanding dalam sektor olahraga, Brunei Darussalam masih belum menunjukkan prestasi maksimal dan masih dibawah bayang-bayang negara Asia Tenggara lain yang lebih berprestasi. Di cabang olahraga sepakbola pun Brunei masih menjadi bulan-bulanan negara Asia Tenggara lain seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, bahkan Timor Leste sekalipun.

Namun akhir-akhir ini kita harus mulai menyingkirkan anggapan bahwa Brunei Darussalam sebagai negara penggembira di tiap turnamen di AFF maupun AFC. Setidaknya di level klub, Brunei sudah menempatkan salah satu klub representasi mereka yang kemudian berjaya di Malaysia dan Singapura. Klub tersebut adalah Duli Pengiran Muda Mahkota FC atau yang disingkat DPMM FC yang sukses menjuarai S-League pada musim 2015 dan menjadi klub papan atas di S-League hingga saat ini.

Sebenarnya jika dirunut dari sejarah klub, DPMM FC tidak seperti klub sepakbola kaya kebanyakan. Berawal dari tim level perguruan tinggi, Pangeran Brunei, HRH Al-Muhtadee Billah selaku anak dari Sultan Hassanal Bolkiah membentuk klub ini pada tahun 1994 dan saat itu dirinya juga bermain menjadi kiper pada awal klub itu terbentuk. Setelah menjuarai berbagai turnamen antar di sana, di tahun 2000 DPMM FC memutuskan untuk bertransformasi menjadi klub profesional di Brunei dan bermain di Brunei Premier League di tahun yg sama.

DPMM FCSource: DPMM FC
DPMM FC bersama sang pemilik, HRH Al-Muhtadee Billah

Bermain di kompetisi lokal di Brunei, DPMM FC berhasil juara Brunei Premier League di tahun 2002 dan 2004 sekaligus menjuarai Brunei FA Cup di 2004. Selain itu DPMM FC juga ikut berpartisipasi dalam ajang LG ASEAN Club Championship pada edisi 2003 dan 2005. Setelah berkutat di kompetisi lokal Brunei, klub yang berjuluk The Wasps ini memutuskan hijrah ke Malaysia dan mengikuti Malaysia Premier League menggantikan timnas Brunei Darussalam yang direpresentasikan sebagai klub asing di tahun 2005.

Baru setahun mengarungi Malaysia Premier League, klub pangeran Brunei tersebut langsung melesat ke Malaysia Super League di musim 2005-06 setelah berhasil mengakhiri musim dengan berada di peringkat tiga dibawah runner-up Terengganu FA dan Kedah FA yang juarai Malaysia Premier League saat itu. Setelah tiga tahun berkecimpung di Malaysia Super League, pada tahun 2009 DPMM FC mengakhiri perjalanan mereka di Malaysia dan pindah ke Singapura dan menjadi klub representatif Brunei di S-League.

Baca juga: 10 Cedera Patah Tulang Mengerikan di Sepak Bola, Warning Disturbing Picture!

Dengan masuknya DPMM FC ke S-League membuat klub tersebut menjadi satu-satunya klub non-Singapura di kompetisi tersebut yang memiliki markas di luar wilayah Singapura yaitu di Hassanal Bolkiah Stadium, Bandar Seri Begawan. Hal itu terjadi karena klub-klub non-Singapura lain yang berpartisipasi di kompetisi liga tertinggi di negeri Singa tersebut memiliki markas sendiri di Singapura seperti Albirex Singapore FC. Selain itu, klub-klub S-League lain harus merogoh kocek lebih untuk terbang ke Brunei dan bertandang ke markas DPMM FC. Meski begitu, klub tersebut langsung meraih juara S-League Cup di tahun 2009.

Sempat tidak bisa bermain karena Brunei Darussalam terkena sanksi FIFA selama 20 bulan terhitung dari September 2009 hingga Mei 2011, di musim 2012-2013 DPMM kembali tampil di S-League dan langsung menjuarai S-League Cup. Tahun 2014 bisa dibilang awal era keemasan DPMM FC. Setelah merekrut mantan pelatih Blackburn Rovers, Steve Kean, skuat DPMM FC yang diisi sebagian besar pemain timnas Brunei seperti Adi Said & sejumlah legiun asing andalan seperti Brian McLean & Rafael Ramazotti, Brunei DPMM berhasil persembahkan hattrick juara S-League Cup dari tahun 2009, 2012 dan 2014.

DPMM FC JuaraSource: tnp.sg
DPMM FC ketika menjuarai S-League untuk pertama kalinya tahun 2015. Foto: tnp.sg

Setelah itu DPMM FC menunjukkan kedigdayaannya di Singapura setelah meraih gelar juara S-League untuk pertama kalinya pada musim 2015. Torehan itu membuat klub asal Brunei tersebut menjadi klub asing kedua yang menjuarai S-League di tahun setelah Etoile FC dari Perancis di tahun 2010. Kemudian torehan tersebut ditambah oleh Albirex Singapore yang menjadi klub asing ketiga yang menjuarai S-League dengan jumlah dua kali berturut-turut dari musim 2016 dan 2017.

Baca juga: Fantasy Jersey Untuk Timnas Indonesia, Mana Yang Paling Keren?

Meskipun termasuk klub asing di S-League, DPMM FC juga mampu bersaing dengan para pemain Singapura, Malaysia & sebagian pemain Jepang yang diwakili oleh Albirex Singapore FC yang memiliki level permainan lebih tinggi dari mereka. Meskipun pada musim 2017 ini mereka tertahan di posisi delapan klasemen, klub tersebut sudah membuktikan bahwa kualitas mereka tidak kalah dengan klub-klub Singapura lain. Meski saat ini mereka masih belum temukan permainan terbaiknya hingga musim ini, DPMM FC sudah pasti ingin meraih kejayaannya kembali seperti yang pernah mereka toreh tahun 2015. Semua tidak ada yang mustahil, termasuk DPMM FC yang menjadi digdaya di Singapura.