Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Dokter “Sakit Jiwa” ini Terkenal dengan Kasusnya Yang Kejam

Iman Widimulya Apr 25, 2019 5:45 AM
Ada beberapa dokter yang melakukan hal keji sampai menjijikan pada pasiennya.

Dokter merupakan sebuah profesi yang mulia. Seorang dokter seharusnya bertugas untuk menyelamatkan nyawa manusia sebisa mungkin sesuai dengan yang terucap dalam sumpah mereka. Meski demikian, ada beberapa dokter yang dianggap seperti 'psikopat'. Para dokter ini bukannya membantu menyembuhkan, malah senang menyiksa pasien-pasiennya.

Nah berikut ini dagelan bakalan kasih tahu siapa saja dokter ‘sakit jiwa’ versi dagelan.


1. Jayant Patel


Dr Patel

Source: www.independent.co.uk

Dokter ini terkenal ceroboh dan tidak menjaga kebersihan.


Jayant Mukundray Patel adalah dokter bedah asal India yang terkenal karena 87 pasien meninggal di tangannya. Kenapa sampai 87 pasien bisa meninggal dunia di tangannya, itulah cerita yang akan dibahas. Ketika pindah ke Amerika dan bekerja di Portland, rekan kerja Patel menuduhnya melakukan operasi sementara ia tidak mendapat izin untuk mengoperasi pasien. Akibatnya, pasien tersebut mengalami luka serius dan meninggal dunia.

Pindah ke Australia, reputasi buruk Patel juga terdengar sampai benua tersebut. Dari tahun 2003 sampai 2005, sebanyak 1.202 pasien, 87 meninggal dunia. Penyebabnya adalah karena Patel ceroboh dan tidak menjaga kebersihan. Petal dijatuhi hukuman 7 tahun penjara akibat kelalaiannya.


2. John Bodkin Adams


Dr Adams

Source: www.msn.com

John memberikan obat yang salah agar pasiennya mati dengan overdosis.


John Bodkin Adams dijuluki 'dokter kematian'. Julukan tersebut berdasar pada kesengajaannya membuat pasien yang ditangani meninggal dunia. Diduga Adams sengaja memberikan resep yang salah kepada lebih dari 163 pasiennya.

Adams dikenal bukan sebagai dokter yang ahli di bidangnya, namun pria ini terkenal ramah dan perhatian sehingga banyak yang suka berobat padanya. Pasiennya kebanyakan janda tua dan orang-orang kaya.

Baca Juga: Bikin Ngeri! Niels Hoegel, Perawat Pembunuh 200 Pasien demi Kepuasan Pribadi

Setelah beberapa kematian terungkap, diketahui pula alasan Adams melakukan perbuatan keji tersebut. Dia sering meminta namanya dituliskan dalam surat wasiat pasiennya, sebagai ganti pembayaran berobat padanya.


3. Arnfinn Nesset


Nesset

Source: dailykillerblog.tumblr.com

Dengan meyuntikkan cairan curacit, Arnfinn membuat korbannya mati lemas.


Bertugas sebagai seorang perawat, Arnfinn Nesset bukan merawat pasiennya dengan baik, ia justru membunuh seluruh pasiennya dengan sangat sadis. Total 22 pasiennya, ia racunia semua dengan menyuntikan obat jenis Curacit. Obat ini mengebabkan otot-otot di tubuh menjadi relaks. Arnfinn Nesset sungguh sangat cerdik, ia memilih Curacit karena obat ini sangat sulit untuk dideteksi. Akibat perbuatannya, Nesset dijatuhi hukuman penjara selama 21 tahun.


4. John Hall


Dr Hall

Source: www.relayhero.com

Dokter gigi ini terkenal “gila” karena menyuktikkan cairan sperma miliknya kepada pasien wanitanya.


Kali ini seorang dokter gigi bernama John Hall yang masuk salah satu dokter keji. Pria ini dianggap memiliki kelainan seksual dan melakukannya pada pasien-pasiennya. Hall sering sekali menyuruh asistennya keluar jika ada pasien perempuan. Dengan penuh nafsu, dokter ini membius pasiennya. Dalam keadaan setengah sadar, Hall memberikan pasiennya 'obat' berbentuk cairan. Tak disangka obat yang dimaksud itu adalah cairan sperma milik si dokter.

Hall akhirnya dilaporkan ke polisi dan dituduh bersalah. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dokter ini dihukum penjara selama lima bulan, tak hanya itu, izin praktiknya juga dicabut.

Baca Juga: 5 Urban Legend dari Amerika Ini Berkisah Tentang Pembunuhan


5. Lutfi Dervishi


Dr Dervishi

Source: telegrafi.com

Terlibat dengan perdanganan organ tubuh illegal, dokter ini mengiming-imingi pasien untuk menjual ginjalnya.

Pada 2013 lalu, kepolisian Kosovo menangkap seorang kepala sebuah klinik kesehatan di wilayah tersebut. Dia adalah dokter Lutfi Dervishi dan lima dokter lainnya yang terlibat dalam sindikat penjualan organ tubuh manusia. Dokter ini membujuk penduduk miskin Turki, Rusia, Moldova dan Kazakhstan untuk menjual ginjal mereka dengan iming-iming bayaran 26 ribu Euro (setara Rp 388 juta). Setelah setuju, dokter ini kemudian mengoperasi pasiennya dengan cara asal. Hal ini menyebabkan infeksi pada luka bekas operasi yang mengakibatkan sedikitnya 30 pasiennya meninggal.

Baca Juga: Gak Nyangka Cuy! 5 Selebritis Ini Ternyata Pernah Membunuh

Selain menyebabkan kematian, dia juga tidak membayar sepeser pun pada orang-orang malang yang dioperasinya itu. Dia kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman bersalah 7 tahun dan tiga bulan penjara.