Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Dalian Shide, Tragedi Pahit Klub Tersukses Negeri Tirai Bambu

Imam Santoso Mar 20, 2019 11:58 AM
Tiongkok saat ini punya klub-klub sepakbola yangkaya-kaya. Tapi sebelumnya ada klub disana yang pernah menjadi raja tapi malah terpuruk akhirnya

Tiongkok. Mendengar nama itu mungkin kita langsung mengacu kepada negara pesaing Amerika Serikat di berbagai sektor, negara dengan penduduk terbanyak di dunia, dan negara penemu olahraga sepakbola (versi mantan presiden FIFA, Sepp Blatter). Tapi, bagaimanakah dengan dunia sepakbola di Tiongkok? Apakah sama kuat dengan status adidaya mereka?


 Seperti yang kita ketahui bersama-sama, negara China atau Tiongkok (berdasarkan Keppres no. 12 Tahun 2014) saat ini sedang berbenah diri di bidang sepakbola. Mulai dari pembenahan liga, peningkatan kualitas tim nasional dangencarnya klub-klub China Super League yang hamburkan banyak uang monopoli untuk membeli pemain-pemain kelas dunia dengan tujuan meraih prestasi singkat.

Namun jauh sebelum sepakbola Tiongkok menjadi hedonis seperti saat ini, ada sebuah klub dari kota Dalian yang pernah ditasbihkan menjadi klub terbaik Tiongkok namun akhirnya kalah oleh uang dan buruknya pengelolaan klub, yaitu Dalian Shide.

dalian shideSource: Crankshaw Sports Stats
Dalian Shide, klub Tiongkok yang dahulu pernah menjadi raja sepakbola di negerinya

Lahir di tahun 1983 dengan nama Dalian Football Club, mereka tampil pertama kali di kancah sepakbola Tiongkok sebagai klub semi-pro bentukan pemerintah Dalian gantikan Dalian Dockyard. Tampil di divisi dua liga Tiongkok (Jia-B League), mereka juarai liga  &langsung promosi ke Divisi Satu Liga Tiongkok (Jia-A League) tahun 1984.

Lama bermain di Jia-A League dari tahun 1984, akhirnya pada tahun 1994 Dalian Football Club jadi klub profesional pertama di Tiongkok dengan mengubah nama menjadi Dalian Wanda. Nama “Wanda” sendiri bukan diambil dari nama istri Mauro Icardi, ya, tapi diambil dari nama perusahaan Dalian Wanda Group yang jadi pemilik klub saat itu.

Dibawah bendera Dalian Wanda Group, klub ini meraih gelar Jia-A League pertama di tahun 1994. Torehan tersebut kembali berlanjut selama tiga tahun berturut-turut dari musim 1996 hingga 1998 sampai pada akhirnya klub tersebut berganti nama menjadi Dalian Shide satu tahun setelahnya.

Perubahan nama dalam sebuah klub di Tiongkok memang sudah menjadi hal lumrah. Bahkan hingga saat ini praktek mengubah nama klub dengan nama pemegang saham utama masih terjadi.

Kembali ke topik, Setelah berubah nama menjadi Dalian Shide, klub yang bermarkas di Jinzhou Stadium tersebut menjelma sebagai klub raksasa di Tiongkok pada saat itu. Tiga gelar Jia-A League dan piala FA Tiongkok serta satu gelar juara Asian Winners Cup menjadi torehan manis bagi klub tersebut setelah berganti nama.

Bahkan dalam musim pertama China Super League di tahun 2005. Dalian berhasil pertahankan eksistensi sebagai tim raksasa dengan mampu raih gelar juara di musim perdana liga yang baru dibentuk secara professional tersebut.

Selain torehan gelar yang melimpah, Dalian Shide turut memiliki andil dalam mencetak pemain sepakbola terbaik Tiongkok. Yang paling mencolok tentu saja Sun Jihai, gelandang enerjik timnas Tiongkok yang pernah membela klub Liga Primer Inggris, Manchester City serta Ahn Jung-Hwan, striker legendaris timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2002.

dalian shideSource: flickriver.com
Ahn Jung-Hwan, striker andalan Korea Selatan di Piala Dunia 2002 yang sempat bermain untuk Dalian Shide.

Menjelma jadi klub besar bukan berarti akan selalu berada di atas. Seperti roda kehidupan, ada kalanya klub sebesar Dalian Shide mengalami rasanya berada di bawah roda. Biang kerok dari terpuruknya klub tersebut nyatanya berasal dari ulah sang pemilik klub, Xu Ming.

Sempat perlihatkan keseriusan dalam mengelola klub, namun akhirnya fokus pemilik Shide Group itu terpecah seiring hadirnya beberapa proyek di luar klub yang membuat Xu Ming tidak mampu kelola klub itu sendirian. Ditambah dengan adanya skandal korupsi 21 milyar RMB antara dirinya dengan salah satu pejabat kota Dalian saat itu, Bo Xilai di tahun 2012 membuat Xu Ming harus berada di jeruji besi dan meninggal dunia tiga tahun setelahnya.

Pada tahun 2009, ada tarik ulur proses kepemilikan Dalian Shide antara Xu Ming dengan perusahaan Aerbin Group. Kemudian proses tersebut berakhir dengan kegagalan karena sang pemilik klub akhirnya urungkan niat untuk jual saham klub tersebut.

Gagal akuisisi Dalian Shide, Aerbin Group membuat klub sepakbola tandingan namun tetap bermarkas di kota Dalian dengan nama Dalian Aerbin. Setelah itu klub tersebut bermain dari kompetisi bawah hingga hadir di Liga Super Tiongkok hingga tahun 2016 klub tersebut berubah nama menjadi Dalian Yifang, mengikuti perusahaan pemilik saham klub tersebut yaitu Yifang Group.

Eksistensi Dalian Aerbin, sang rival serta banyaknya kasus yang dilakukan oleh sang pemilik ternyata membuat Dalian Shide makin kendur dan pada akhir Liga Super Tiongkok musim 2012 mereka memberikan pernyataan pahit yaitu klub tersebut dibubarkan.

Di laga terakhir Liga Super Tiongkok musim 2012 melawan Guizhou Renhe pada 5 November, Dalian Shide mengakhiri kiprahnya di sepakbola negeri tirai bambu dengan gelontoran gelar serta mencetak bintang-bintang baru di tim nasional. Tentu saja hal itu membuat seluruh pecinta klub tersebut tak terima dengan pembubaran klub tersebut.

dalian shideSource: globaltimes.cn
Para pemain Dalian Shide ketika jalani laga terakhir di liga sekaligus akhir dari eksistensi mereka di sepakbola Tiongkok.

Namun nasi sudah menjadi bubur, Dalian Shide akhirnya menyerah dan memutuskan untuk “menyatu” dengan Dalian Aerbin, sang rival setelah memutuskan bubar. Sungguh akhir pahit dari sebuah klub sepakbola tersukses di Tiongkok.

Tinggalkan status sebagai klub terbaik Tiongkok tak membuat Dalian Shide mudah dilupakan begitu saja. Namun dari kasus ini memberikan pelajaran tentang sembrononya pengelolaan klub yang berakhir dengan kehancuran klub itu sendiri. Dengan mulai jor-jorannya klub Tiongkok gelontorkan uang untuk rekrut pemain, tetap jangan lupakan untuk kelola klub dengan baik agar tidak ada Dalian Shide lainnya di negeri tirai bambu.