Jauh sebelum cokelat dikonsumsi sebagai makanan, cokelat justru dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Amerika Selatan. Semakin kesini, beberapa penelitian menunjukan bukti bahwa cokelat bisa membantu menjaga kesehatan dan sirkulasi jantung. Selain itu, para ahli dari Inggris juga menemukan fakta bahwa cokelat bisa membantu mengencerkan darah, sehingga mengurangi risiko penggumpalan darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Kamu tahu gak sih? Cuma dengan mencium bau cokelat bisa membantu tubuh kamu melawan gejala flu lho. Gak berhenti disitu, kandungan antioksidan pada cokelat juga bisa terserap dalam sel-sel otak dan bisa melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan penyakit-penyakit degeneratif, seperti Alzheimer.

 

Kebenaran Tentang Mitos Cokelat dengan Batuk

Source: www.littlethings.com

Ternyata, sebuah studi membuktikan bahwa cokelat justru lebih efektif meringankan batuk.

Tapi, apa kamu pernah mendengar mitos bahwa mengkonsumsi cokelat saat batuk bisa memperparah kondisi batuk? Ternyata, sebuah studi membuktikan bahwa cokelat justru lebih efektif meringankan batuk daripada obat tradisional dan obat kimia yang selama ini banyak digunakan. Apa alasannya?

Senyawa bernama theobromine dalam kakao, disebut lebih efektif menahan aksi syaraf sensorik yang memicu batuk. Theobromin adalah suatu senyawa yang secara alami terdapat dalam susu, kelapa, dan cokelat hitam. Kadar theobromin berhubungan langsung dengan kandungan cocoa dalam cokelat. Theobromin sendiri sebenarnya udah dimanfaatkan karena efek stimulannya, seperti halnya kafein dalam kopi dan teofilin dalam teh. Ditambah lagi, berbagai riset juga menunjukan bahwa theobromin lebih efektif dalam mengobati batuk dibandingkan kodein, yang sering digunakan dalam obat batuk.

Baca Juga: Mana yang Lebih Baik, Minum Air Putih atau Minum Air Mineral? Ini Faktanya!

 

Penelitian yang Memperkuat Fakta

Source: media.local10.com

Theobromin diketahui bisa menghalangi saraf sensorik yang selanjutnya menghentikan refleks batuk.

Berdasarkan riset lain yang dilakukan oleh ‘The National Heart and Lung Institute’ London, theobromin juga diketahui dapat menghalangi saraf sensorik yang selanjutnya menghentikan refleks batuk. Daya stimulan yang dimiliki theobromin dapat merelaksasikan otot-otot saluran udara dalam paru, serta berpotensi menolong asma dan penyakit paru kronis. Dikutip dari situs Daily Mail, Profesor Alyn Morice, dari University of Hull sebagai anggota dari International Society for the Study of Cough, telah bertahun-tahun meneliti obat yang paling ampuh untuk penderita batuk. Obat yang mengandung cokelat, ternyata mampu menghilangkan batuk cuma dalam dua hari.

Menurut situs Medical Daily, sebuah studi pada 2012 yang dilakukan Morice dkk. dari National Heart and Lung Institute di Inggris menunjukkan, 60 persen pasien yang diberi senyawa cokelat theobromine merasakan lega dari batuk yang dideritanya. Studi itu melibatkan 300 peserta dari 14 rumah sakit umum. Para partisipan diberi satu dosis theobromine sebanyak 1.000 mg. Padahal, sebatang cokelat hitam tanpa pemanis mengandung sekitar 450mg theobromine per ons, cokelat hitam manis mengandung sekitar 150mg, dan susu cokelat mengandung 60mg theobromine.

Baca Juga: 7 Penyebab Munculnya Gejala PMS Tapi Gak Kunjung Menstruasi

 

Cara mengkonsumsi Cokelat Untuk Meringankan Batuk

Source: townsquare.com

Mengunyah sebatang cokelat akan lebih menyembuhkan daripada meminum cokelat panas.

Setelah studi 2012 di Inggris itu berhasil mengungkap manfaat cokelat, riset terbaru sekarang memusatkan perhatian pada bentuk cokelat cair yang lebih kental dan membentuk lapisan yang melindungi ujung saraf di tenggorokan yang biasanya memicu terjadinya batuk. Menurut Morice, kekentalan cokelat mungkin lebih baik dalam melapisi tenggorokan sehingga bisa menekan batuk dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga: Bahaya yang Mengintaimu Kalau Sering Pakai Sendal Jepit!

Morice menekankan bahwa mengunyah sebatang cokelat akan lebih menyembuhkan daripada meminum cokelat panas. Tapi, jangan mengonsumsi cokelat berlebihan ya. Kandungan gula dan kalori yang terkandung dalam sebatang cokelat bisa menyebabkan berat badan gak terkontrol, apalagi kalo dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.