Buat Kamu Yang Stres: Hati-Hati Pikiran Memengaruhi Penyakit!

Source: luthfiyahnabilah.wordpress.com

 

 

Pernah mendengar seseorang bisa sakit hanya karena stres? Masalah dan beban yang ga bisa kamu atasi bisa membuat penyakit baru atau membuat penyakit semakin betah bersarang pada tubuh. Kok bisa begitu ya?

 

#1

Source: today.mims.com

Dilansir dari laman Alodokter, Stres merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Tapi kalau dibiarkan, bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan psikosomatis. Penyakit pun bisa berdatangan bahkan memperparah gejala atau keluhan fisik tertentu, seperti nyeri semakin parah.

Psikosomatis terdiri dari pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis sendiri merupakan penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Pikiran ini memengaruhi tubuh sampai muncul penyakit atau menjadikannya bertambah parah. Biasanya diduga dan diperparah dengan faktor psikis atau mental, seperti stres dan rasa cemas yang berlebihan.

 

#2

Source: riskcomthai.org

Pikiran yang ada di dalam kepalamu sangat mampu menyebabkan munculnya gejala atau perubahan pada fisik. Contohnya saat merasa takut atau cemas, tanda-tanda seperti denyut jantung menjadi lebih cepat, jantung berdebar-debar atau palpitasi, mual bahkan ingin muntah, gemetaran atau tremor, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung. Gejala fisik ini disebabkan meningkatnya aktivitas listrik atau impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu terdapat pelepasan zat adrenalin atau epinefrin ke dalam aliran darah hingga menyebabkan gejala fisik seperti demikian.

Bagaimana pikiran kamu bisa menyebabkan gejala tertentu dan memengaruhi penyakit fisik? Seperti timbulnya ruam kulit sampai darah tinggi; sampai sekarang belum diketahui dengan jelas. Namun, Impuls saraf yang arahnya menuju bagian-bagian tubuh atau otak, diduga bisa memengaruhi sel-sel tertentu dalam sistem kekebalan tubuh. Hal itu bisa saja menyebabkan timbulnya gejala penyakit.

 

#3

Source: evidero.de

Gangguan psikosomatis terjadi saat faktor mental yang memunculkan gejala penyakit, tapi penyakit itu sendiri ga bisa ditemukan atau dideteksi secara fisik atau mengeluh sakit yang ga sesuai gejalanya. Keluhan psikosomatis sebenarnya sulit untuk dikenali loh, karena ga menunjukkan tanda dan gejala yang lebih spesifik. Namun satu hal yang pasti, gangguan ini dapat menyebabkan permasalahan nyata bagi penderita dan orang di sekitarnya.

Beberapa penyakit tertentu memang terbukti bisa diperberat oleh kondisi mental seseorang loh. Misalnya pada penyakit psoriasis, tukak lambung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan eksim. Kondisi penyakit itu ga jarang akan kambuh atau semakin berat saat penderitanya mengalami stres atau cemas secara berlebihan. Tapi secara fisik kondisi itu terlihat nyata dan dalam pemeriksaan fisik akan terdeteksi oleh dokter.


#4

Source: psyline.id

Gangguan psikosomatis ini bisa diatasi atau diringankan dengan beberapa metode terapi dan pengobatan seperti: Psikoterapi (salah satunya dengan metode terapi kognitif perilaku); Latihan relaksasi atau meditasi; Teknik pengalihan; Akupunktur; Hipnosis atau hipnoterapi; Terapi listrik, yaitu dengan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS); Fisioterapi dan obat-obatam seperti antidepresan atau obat penghilang rasa sakit yang diresepkan dokter.

Gangguan psikosomatis sendiri merupakan jenis gangguan yang sebaiknya ditangani oleh psikiater. Ga jarang gangguan psikosomatis juga memerlukan perpaduan antara psikoterapi dengan obat-obatan medis. Meski ga terlihat secara fisik, keluhan psikosomatis ini menimbulkan permasalahan yang nyata dan sangat menyusahkan bagi penderitanya loh.



Bagaimana menurut kamu tentang hal ini? Jauhi stres, sesekali berlibur dan selalu berpikir positif yaaa :D


Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...