Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Buah Khas Indonesia Yang Hampir Punah, Yuk Lestarikan Lagi!

Nurus Sobah Dec 10, 2018 6:00 AM
buah indonesia yang mulai jarang

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia adalah surga dimana berbagai jenis buah tumbuh di tanahnya. Sayangnya, masuknya buah import membuat buah-buahan lokal semakin kurang dilirik masyarakat. Karena kurangnya minat (dan berkurangnya lahan terbuka hijau), banyak buah-buahan yang nyaris punah loh, Guys! Bahkan di antara buah-buah asli Indonesia yang hampir punah ini, pasti gak banyak yang kalian tahu dan kenal nama buahnya.

Padahal, buah-buah khas Indonesia gak kalah enaknya dengan buah import. Sebelum benar-benar punah, yuk berburu buah-buah khas Indonesia yang hampir punah ini! Jangan lupa juga sekalian ikut melestarikannya dengan menanamnya, kalau bukan kita yang melesatarikan, siapa lagi? Berikut ini info lengkapnya!

 

1. Maja

Source: www.intisari.grid.id
Aroma buah Maja terkenal sangat harum dan memiliki cairan dengan rasa yang manis.
 

Maja (Aegle marmelos (L.) Correa, famili jeruk-jerukan atau Rutaceae) adalah tumbuhan berbentuk pohon yang tahan terhadap lingkungan keras, tapi mudah luruh daunnya. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropika dan subtropika. Maja biasanya dibudidayakan di pekarangan tanpa perawatan dan tetap dapat dipanen buahnya.

Maja masih berkerabat dekat dengan kawista. Di Bali dikenal sebagai bila. Di Pulau Jawa, maja sering kali dipertukarkan dengan berenuk, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda. Warna kulit luar buah maja berwarna hijau tapi isinya berwarna kuning atau jingga. Aroma buahnya harum dan cairannya manis, bertentangan dengan anggapan orang bahwa rasa buah maja adalah pahit. Sebagaimana jeruk, buah maja bisa diolah jadi serbat, selai, sirop, atau nektar.

 

2. Mundu

Source: www.tradewindsfruit.com
Tanaman buah Mundu banyak terdapat di daerah Jawa dan Kalimantan, meskipun memiliki sebutan yang berbeda di masing-masing tempat.

Mundu (Garcinia dulcis) merupakan tanaman buah yang bertajuk rimbun dengan tinggi pohon mencapai 10 -13 m. Tanaman ini merupakan asli Indonesia dan banyak terdapat di Jawa dan Kalimantan. Di Kalimantan, Mundu dikenal dengan nama baros dan jawura. Entah karena kebutuhan atau karena buah ini juga terdapat di Jawa Barat, nama buah ini juga dijadikan nama tempat, seperti Cijawura di Bandung, Baros di Cimahi, Kampung Mundu di Ciamis dan Kecamatan Mundu di Cirebon.

Baca Juga: Inilah Jajanan Paling Hits di 2018, yang Mana Favoritmu?

 

3. Rukem

Source: www.kebunpedia.com
Keberadaan Rukem mulai langka karena lebih sering ditanam sebagai tanaman pekarangan, bukan dibudidayakan.

Rukem (Flacourtia rukam) adalah nama pohon penghasil buah yang juga merupakan tanaman asli Indonesia. Keberadaan Rukem mulai langka karena pohon ini ditanam sebagai tanaman pekarangan, bukan tanaman budidaya buah komersial. Buah ini unik, untuk memakannya, buah harus dipijit-pijit dulu untuk menghilangkan rasa sepat. Buah rukem bisa juga dijadikan rujak dan asinan, atau dicampur gula dijadikan selai. Buah yang masih muda bisa digunakan sebagai ramuan obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati diare dan disentri.

 

4. Matoa

Source: www.steemkr.com
Matoa adalah buah asli Papua, rasanya sangat manis dan mirip perpaduan rasa leci, rambutan dan legkeng.

Matoa (Pometia pinnata) memiliki tajuk rindang dengan akar yang kuat dan tinggi tanaman rata-rata 18m. Buah Matoa adalah buah khas asli Papua. Umumnya berbuah sekali setahun. Berbunga pada bulan Juli – Oktober dan berbuah 3 – 4 bulan kemudian. Penyebaran buah Matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1.200 m dpl. Rasa buahnya sangat manis, dan mirip perpaduan rasa leci, rambutan, dan lengkeng.

Baca Juga: Dari Menjijikan Sampai Mewah, Inilah Makanan Penjara Teraneh dari Penjuru Dunia

 

5. Kepel

Source: www.siar.com
Pada zaman kerajaan, buah satu ini dipercaya memiliki khasiat kecantikan bagi putri keraton di jawa sebagai deodoran.

Kepel (Stelechocarpus burahol) adalah pohon buah yang jadi flora identitas DI Yogyakarta. Dulunya, Kepel digemari puteri keraton-keraton di Jawa, karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni gak berbau tajam. Buah Kepel juga dipercaya mempunyai berbagai khasiat kecantikan dan jadi deodoran bagi putri keraton zaman dulu.

 

6. Bisbul

Source: www.anthrome.wordpress.com
Bisbul juga dikenal dengan sebutan buah mentega, buah satu ini udah cukup lama dikenal dan tumbuh di daerah Bogor, Jawa Baraf.

Bisbul (Diospyros philippensis) dikenal juga sebagai Velvet Apple (Inggris) atau Buah Mentega. Walau bukan asli Indonesia, pohon buah ini ditemukan di Bogor, Jawa Barat sebagai tanaman pekarangan. Bisbul udah cukup lama dikenal dan banyak tumbuh di Bogor. Udah lebih dari seratus tahun tumbuh di Bogor Selatan. Masyarakat setempat termasuk pedagang buah, udah menganggap buah ini sebagai buah khas dari daerah Bogor.

Buah Bisbul ternyata masih satu famili dengan buah Kesemek, namun yang membedakannya adalah Bisbul biasanya tumbuh di daerah rendah dan berhawa panas. Sedangkan Kesemek tumbuh di daerah dataran tinggi yang berhawa sejuk. Satu lagi ciri yang membedakannya adalah buah Kesemek dikenal dengan buah berbedak,sementara Bisbul memiliki bulu-bulu halus pada kulit buahnya.

Baca Juga: Punya Nama Aneh, Inilah Daftar Makanan Yang Rasanya Gak Seburuk Namanya!

 

7. Menteng

Source: www.bukalapak.com
 
Buah menteng dapat berbuah sangat lebat dan berlangsung setiap tahun, umumnya menteng dapat dioleh menjadi asinan, bahkan sirup. 
 

Menteng termasuk dalam marga Baccaurea yang umumnya berbentuk pohon atau perdu. Menteng mempunyai keunggulan karena berbuah sangat lebat dengan musim berbunga dan berbuah berlangsung setiap tahun. Musim buah biasanya mulai Januari – Maret.

Buah Menteng bentuknya sangat mirip dengan buah duku. Buah Menteng memiliki warna kulit yang hijau kekuningan atau kemerahan. Daging buah Menteng berwarna putih, ada juga yang berwarna merah. Rasa buah Menteng itu asam bercampur manis. Biji buah Menteng cukup besar, dengan daging buah gak banyak. Buah menteng bisa langsung dimakan atau diolah jadi asinan, sirup atau minuman lainnya.