Bisa Dicontoh Indonesia, Inilah Cara Berbagai Negara Mengolah Sampah!

Masalah sampah muncul seiring pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan jumlah penduduk. Namun menemukan cara mengelola dan membuang sampah tanpa merugikan lingkungan terus menjadi masalah besar di semua negara hingga saat ini.

Kebutuhan lahan untuk lokasi pembuangan sampah terus meningkat. Sampah juga mencemari udara, air dan tanah, serta melepas karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4) ke udara, bahkan bahan kimia dan pestisida ke tanah. Hal ini membahayakan gak hanya bagi kesehatan manusia, namun juga bagi hewan dan tumbuhan.

 

1. Jepang

Source: www.freecaretips.com
Pengelolaan sampah di Jepang sangat patut dicontoh oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

Negeri Matahari Terbit ini memang dikenal sebagai negara yang maju dengan etika bekerja masyarakatnya yang layak contoh. Gak hanya itu, ternyata pengelolaan sampah di negara ini pun menjadi contoh yang patut untuk ditiru di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Source: www.kaskus.co.id
Penyortiran sampah di Jepang sangat rumit, namun sangat membantu dan masyarakatnya yang memiliki kesadaran akan sampah membuat Jepang lebih teratur.

Jepang memiliki sistem penyortiran sampah yang cukup rumit namun sangat membantu pengelolaan sampah di pusat, gak seperti negara kita yang menyatukan semua sampah, di Jepang kamu bahkan diharuskan untuk membuka plastik merek botol dan tutup botol sebelum membuang botol yang kosong ke dalam tempat sampah. Plastik merek botol dan tutup botol juga dibuang di tempat terpisah loh, Guys. Sangat teratur kan?

 

2. Swedia

Source: www.titisari04.wordpress.com
Saking teraturnya Swedia dalam mengurus masalah sampah, negara ini sempat dinyatakan kekurangan sampah.

Saking majunya Swedia, negara satu ini sampai dinyatakan kekurangan sampah. Jumlah sampah yang gak bisa didaur ulang di Eropa rata-rata adalah 38% namun Swedia berhasil membuat angka tersebut menjadi hanya 1% saja. Luar biasa bukan?

Source: www.indonesiaimaji.com
Swedia bahkan sampai mengimpor sampah karena saking hebatnya mengolah sampah.

Karena begitu hebat dalam mengelola sampah, negara Skandinavia ini sampai menerima impor sampah untuk dikelola mereka. Bagi Swedia, impor sampah ini berguna untuk negaranya dan juga negara lain, mereka bisa semakin mengembangkan sistem pengelolaan sampah mereka dan negara lain bisa mengurangi jumlah sampah mereka.

Baca Juga: Punya Kekuatan Gaib, Inilah 6 Kitab Sihir Kuno yang Pernah Ditemukan!

 

3. Singapura

Source: www.asiaone.com
Singapura mengolah sampah untuk digunakan sebagai kebutuhan energi di negara mereka.

Hasil pengelolaan sampah di Singapura digunakan untuk kebutuhan energi. Energi diolah dengan mesin insinerator dan dilakukan di lepas pantai. Penanganan sampah seperti ini dikarenakan lahan Singaupra yang memang terbatas. Penanganan sampah dilakukan secara efektif, walaupun harus menggunakan teknologi yang mahal dan rumit. Hal ini disebabkan TPA dianggap sebagai pemanfaatan lahan yang gak produktif.

 

4. India

Source: www.onegreenplanet.org
Rajagopalan Vasudevan , profesor kimia asal India menemukan cara mengubah sampah plastik menjadi bahan pengganti aspal untuk membuat konstruksi jalan.

 

Profesor Kimia asal India, Rajagopalan Vasudevan merancang sebuah cara untuk mengubah sampah plastik menjadi pengganti aspal. Aspal ini adalah seperti yang kita ketahui merupakan bahan utama untuk membuat konstruksi jalan. Melihat peningkatan jumlah sampah plastik di India, Vasudevan pun optimis sampah merupakan harta karun sumber daya yang belum dimanfaatkan manusia. Sampah plastik ini menggantikan 15% aspal yang otomatis menghemat dana karena plastik lebih murah dibandingkan aspal yang biasa digunakan.

Baca Juga: Supaya Wangi Lebih Awet, Begini Cara Menyimpan Parfum yang Benar!

 

5. Belanda

Source: www.kickstarter.com
Belanda memanfaatkan sampah menjadi sumber tenaga listrik di negaranya.

Kenangan buruk Belanda akan sampah sepertinya membuat negara ini bangkit dan memerangi sampah-sampah tersebut. Pasalnya di abad 17 hingga 19, Belanda dikenal karena tingginya jumlah sampah yang gak dikelola, sampai-sampai banyak penduduknya yang terserang penyakit. Saat ini, Belanda sudah menerapkan sistem pembakaran sampah yang cukup modern sehingga pembakaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik.

 

6. Estonia

Source: www.fortum.com
Estonia mampu mengelola 40% lebih limbah sampah di negaranya dengan baik, bahkan jumlah sampahnya lebih sedikit dibanding Jerman.

Negara Estonia adalah negara yang bisa dibilang negara yang sudah cukup dikenal dalam hal pengelolaan sampah. Mereka dikenal karena memang negara ini memiliki jumlah sampah yang lebih sedikit dibanding dengan negara Jerman, negara Estonia mampu mengelola 40% lebih limbahnya dengan baik dan benar. Estonia ternyata juga sudah mampu mengelola teknologi sampah dengan mengubah sampah menjadi energi.

Baca Juga: Pecinta Makanan Pedas, Berani Coba 5 Cabai Terpedas di Dunia Ini Gak?

Nah negara-negara seperti ini harusnya sudah menjadi contoh untuk negara-negara berkembang yang masih belum mampu mengelola limbah atau sampahnya dengan baik. Semoga Indonesia bisa mencontoh negara-negara di atas, tapi yang utama adalah kesadaran masyarakat akan sampah juga perlu ditingkatkan.

 

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...